SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label #PuHua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #PuHua. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Januari 2022

IT'S A WRAP of SEMESTER 1

 



It's a wrap of semester 1!
6 bulan yang sungguh melelahkan, mengagetkan, membuat emosi swings swingsss...

Ada banyak sekali perubahan yang terjadi selama 1 semeter ini. 
Tahun ini Puhua menjadi SPK, ada Bu Capri sebagai konselor, masih covid, PTM dan PTMT, setiap pagi ada morning briefing, hampir setiap sore ada briefing (diawal2), menggunakan kurikulum baru, menggunakan buku-buku baru, ada berbagai macam aplikasi yang digunakan, semua acara harus benar2 dibahas dan dipersiapkan secara matang, dan ada banyakkk sekali perubahan. 

Tentunya perubahan itu untuk hal yang lebih baik, tapi yaa yang namanya manusia yaa, ngga segampang itu menerima dan melaksanakan perubahan. 

Yang paling penting, kami (eh saya) harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. 

Terimakasih teman-teman semua untuk perjuangan kita 6 bulan ini!
Masih ada hari-hari kedepan, tahun-tahun kedepan yang harus kita perjuangkan dengan lebihhhh, lebihh lagi! 

Tetap semangats!

SLC (Student Led Conference)

Apakah itu SLC (Student Led Conference?) Jadi intinya adalah siswa memberitahu orang tua, apasih yang sudah mereka lakukan atau mereka pelajari selama 1 semester ini, bagaimana perasaan mereka selama 1 semester ini, pelajaran atau hal apa yang mereka paling sukai, bisa juga mereka menceritakan pernah mendapat nilai yang kurang bagus juga, juga anak-anak memperlihatkan portofolio yang sudah mereka buat selama ini. 

SLC ini adalah hal baru yang ada di Puhua. Tentu saja ada banyak persiapan yang harus kami (guru dan siswa) persiapan untuk hal baru ini. Mulai dari sosialisasi tentang SLC kepada orang tua dan siswa, apa saja yang harus dipersiapkan, dibawa dan dikatakan oleh siswa. 

Karena ini adalah hal yang benar-benar baru bagi kami semua, tentu saja ada banyak pertanyaan yang muncul dari berbagai pihak dan ada juga perdebatan dari beberapa pihak. Hehee...

Opsi laoshi, sebagai PIC SLC ini menjelaskan dengan detail tentang SLC ini. Saya sudah konfirmasi ke Opsi laoshi, apakah yang saya katakan/informasikan ke anak-anak dan orang tua tentang SLC ini sudah benar. Dan jawaban Opsi laoshi adalah, "iya, benar ms. Seperti itu." Clear. 

Malam-malam, tiba-tiba ada ortu kelas 4 menanyakan tentang SLC. Saya balas sesuai dengan pemahaman saya tentang SLC dan hal tersebut sudah saya konfirmasi dengan Opsi laoshi. 

Lalu, tiba-tiba Ms Novi WA, intinya, SLC bukan seperti yang saya katakan kepada ortu tsb. Karena ternyata ortu tersebut langsung WA ke Ms Novi dan nada WA tersebut adalah keberatan. Tidak tahu harus bilang apa, tidak diberi teks dan belum pernah diberitahu/diajari tentang SLC. 

Setelah perdebatan panjangggg, (bukan, ini bukan perdebatan! Ini lebih tentang diskusi! Hahaha) sampai lebih dari jam 00.00 lho. Pertanyaan terakhir saya ke Ms Novi, "sebenarnya protes dan keberatan ortu itu ada dimana?

Kembali lagi, protes ortu tersebut adalah tentang tidak tahu harus bilang apa, tidak diberi teks dan belum pernah diberitahu/diajari tentang SLC, tidak ada latihan. 

Dan saat perdebatan itu (eh bukan, diskusi) memang belum ada latihan khusus untuk SLC karena memang belum ada waktunya. Jadwal dari sekolah masih untuk membahas soal, tapi kami sudah sounding SLC itu apa saja. 

Lalu, diskusi kami sampai larut malam hampir pagi itu berujung ke, "sebenarnya persepsi kita sama ms".  = CASE CLOSED! Hahaha.....

HARI H SLC :)
Hari H SLC, tentunya kami tidak bisa menunggu anak-anak yang memilih pelajaran kami, karena kami sebagai wali kelas. 

Saya di kelas 1. 
Anak-anak kelas 1 lebih banyak langsung menceritakan pelajaran yang mereka pilih. Tapi ada juga beberapa anak yang menceritakan secara lengkap, bahkan sangat lengkap, di semeter ini belajar apa saja, ada membaca cerita apa saja dan ada yang hafal cerita yang ada di Activelearn. 

Apapun yang sudah kalian lakukan, I am proud of you, kids! You are awesome! 

Yeslyn


Masha

Owen

Belvanya

Oliver

Daniel

Aileen

Ishana

Athar

Freya

Sine

Mattew

Alesha





Puhua SMART Generation

Pensi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Desember 2021 ini cukup berbeda dengan pensi terakhir/ 2 tahun lalu. Pensi kali ini dilaksanakan secara virtual atau melalui youtube, mengingat masih adanya pandemi covid ini. 

Ms Sienli sebagai PIC Pensi sudah menyiapkan segalanya sejak awal bulan November. Tema dari Pensi kali ini adalah "Puhua SMART Generation". Pensi dibuka dengan pertunjukan dari anak-anak Earky Years, lalu diikuti dengan drama dari anak-anak Early Years dan Primary. 

Selama drama tersebut, juga diselingi dengan penampilan-penampilan anak-anak, baik dari Early Years, Primary (Year 1-6) dan juga penampilan dari CCA  yang ada di Puhua. 

Dalam drama/pertunjukan ini, kami menonjolkan tentang SMART value yang ada di Puhua, yaitu Solidarity, Mindfulness, Active, Resilience dan Thinking Critically. 

Dengan adanya pensi ini, diharapkan nama Puhua lebih dikenal oleh banyak orang dan anak-anak Puhua juga lebih bisa mencintai, bangga dan semakin merasa menjadi keluarga besar Puhua. 

Penampilan anak-anak year 1M

Kleon dan Lionel 

Mici



Kalau ada yang ketinggalan pensi ini, kalian ngga perlu khawatir. Kalian masih bisa melihat pensi ini via youtube, berikut linknya: https://www.youtube.com/watch?v=hIqj7YNZiPg





Senin, 18 Oktober 2021

Refleksi PD 2

Hari Sabtu, 16 Oktober 2021, ada PD ke 2 yang dilaksakan di gedung Secondary. 
Materi yang kedua adalah tentang Refleksi Quarter 1 yang dibawakan oleh Ibu Capri. 

Ada 1 pertanyaan refleksi yang harus kami jawab, yaitu tentang perubahan yang terjadi setelah 3 bulan ini? Tentunya ada banyak sekali perubahan dalam 3 bulan ini. Tahun ini adalah tahun pertama kami menggunakan Pearson, tahun pertama sebagai sekolah SPK, dan tahun ini, masih pembelajaran online. 

Jadi, apa perubahan dalam 3 bulan ini? 

Tahun ini, penggunaan buku cetak lebih flexible karena sudah ada e-book yang bisa saya buka setiap saat. Tahun ini, saya juga memaksakan diri untuk belajar dan menggunakan aplikasi-aplikasi permainan yang menarik supaya anak-anak tidak bosan. Tahun ajaran sebelumnya (juga sudah online), alur dari kegiatan belajar hampir selalu sama. Kami menggunakan buku yang sama dengan tahun sebelumnya. Buku harus ada saat saya mengajar, karena memang tidak ada e-book. Aplikasi yang saya gunakan juga seadanya, bahkan jarang menggunakan aplikasi-aplikasi permainan dsb. 

Selain itu, 3 bulan ini kami juga sudah terbiasa dengan 10 menit reading time. Untuk bahan bacaan di kelas 1, saya merasa sangat terbantu dengan adanya ActiveLearn. Setiap reading time saya selalu menggunakan cerita-cerita yang ada di platform tersebut. Platform tersebut sangat membantu karena kita bisa memilih bacaan untuk tiap level. Untuk kelas 1, masih full of pictures yang sangat menarik, kata-kata simple dan ada beberapa soal yang berhubungan dengan bacaan tersebut. Tahun sebelumnya (saat sudah online), kami tidak ada reading time, jadi ketika pelajaran 1, langsung masuk ke materi. Tetapi, saat sebelum online, kami juga ada reading time. 

Tahun ini, kami juga dituntut untuk lebih bisa beradaptasi dengan banyaknya perubahan yang ada. Mulai dari jam kerja sampai dengan acara kesiswaan. Kami seperti menjadi EO, sampai sempat terpikir, "Kenapa sekolah tidak hire orang untuk menjadi EO saja, lalu para guru jadi pelaksananya?" Karena sekarang ini menyiapkan suatu kegiatan benar-benar membutuhkan proses yang panjang, harus benar-benar mendetail dan kadang menguras emosi. Tapi seiring berjalannya waktu selama 3 bulan ini, rasanya kami bisa menyesuaikan diri, kami bisa beradaptasi. Dan semoga kami bisa survive :) :)
Kami, eh saya jadi lebih menyadari bahwa kerjasama tim itu sangat penting. Dan, tidak ada salahnya memberi masukan kepada teman. 

Tahun ini kami juga dituntun untuk bisa lebih mandiri dan kreatif. Ada banyak hal yang bisa kami pelajari. Dulu, kalau tidak tahu atau tidak bisa, saya bisa bertanya ke teman terlebih dahulu, kalau sama-sama tidak bisa, kami googling. Kalau sekarang, saya tahu dan sadar bahwa semua temna-teman juga sibuk, jadi saya memaksakan diri saya sendiri untuk belajar/mencari informasi secara mandiri. Tahun ini saya juga belajar cara membagi dan manage waktu dengan lebih baik, ya walaupun rasanya saya belum bisa membagi waktu dengan baik sih. 

Tahun ini, saya sudah terbiasa dengan adanya morning briefing yang dilaksakan setiap jam 7 dan diikuti oleh semua guru dan karyawan. Saya rasa morning briefing ini membantu saya untuk lebih mengenal satu sama lain dan juga mengetahui informasi-informasi yang ada di sekolah. Setiap siang juga diadakan closing briefing. Closing briefing ini juga sangat membantu saya mengupdate tugas-tugas/kegiatan sekolah yang ada. Awalnya, saya tidak begitu suka dengan adanya morning briefing ini, karena setiap pagi rasanya tergesa-gesa harus segera join zoom dan setiap sore seringnya pulangnya tidak on time. Tapi seiring berjalannya waktu dan proses selama 3 bulan ini, rasanya tidak ada masalah dengan adanya morning briefing dan closing briefing karena dua kegiatan tersebut sangat membantu saya untuk update informasi sekolah. 


Sabtu, 24 April 2021

Everyone Can Write

 



Hari Jumat, 23 April 2021 ada workshop menulis bersama dengan Ibu Capri via zoom. 

Menurutku workshop ini paling gampang (gampang?!hilih), santai dan menyenangkan dibandingkan workshop2 yang sebelum2nya. 

Workshop kali ini bertema "Everyone Can Write". Iya sih, setuju banget dengan ini. Everyone can write sih, tapi tergantung kemauan dan niat. 

Aku sih pengen ya, nulis ini, nulis itu, bikin cerita ini, cerita itu. Banyak sekali yang ada di pikiran dan angan2ku. Terus kalau mau nulis, "Nanti aja lah. Bobok dulu lah. Bikin ini dulu lah. Nyuci dulu lah" Ehhh ngga jadi deh. Haha! Ya itu kuncinya, "Mau dan Niat"

Jadi workshop kemarin Jumat itu dibuka oleh Ms Inge, dengan game tentang padanan kata. Misalnya selfi, browsing, dsb. Aku bisa ngga? Yaa tentu! Ngga bisa! 

Lalu setelah game selesai, langsung diisi oleh Bu Capri. Intinya sama ya. "Everyone Can Write." Menurutku Bu Capri lebih memberi semangat dan peneguhan untuk kami semua agar mau untuk menulis. Ada 3 kali latihan menulis juga kemarin, semuanya menggunakan padlet. 

Untung aku pakai komputer sekolah ya, jadi lancar untuk buka-buka padletnya, coba pakai laptop sendiri, hari Sabtu baru selesai kali. Hehe. 

Jadi latihan menulis yang pertama, Bu Capri meminta kami memikirkan nama satu orang, kata kerja dan kata sifat. Lalu Bu Capri memberi kami waktu sekitar 3 menit untuk menulisnya. 

Latihan menulis yang kedua adalah, Bu Capri meminta kami melihat benda di depan kami dan menuliskan tentang benda tersebut. Beliau memberi kami waktu sekitar 3 menit juga. Sambil menulis, Bu Inge memutarkan musik untuk kami. Bagi sebagian orang, akan sulit bekerja sambil mendengarkan musik, termasuk aku. Tapi gak papa sih, tulisanku juga selesai*seadanya!Haha!

Latihan menulis yang ketiga adalah, refleksi tentang workshop kali ini. Untuk refleksi ini Bu Capri memberi kami waktu 5 menit untuk menulisnya. 

Overall, workshopnya menyenangkan. Tapi sayang sampai sore sekali, belum selesai workshop aku udah beres-beres untuk pulang, karena kepikiran Mbak yang menjaga Deo keburu mau pulang untuk menyiapkan buka puasa. 

Oh iya, kenmarin juga ada sharing dari Pak David dan Mr G juga. Beliau berdua sharing tentang pengalaman menulis buku-buku mereka. Wow keren sekali mereka. 

Dan satu lagi, aku setuju dengan kata-kata Pak David, yang sudah aku dengar sebelumnya (entah dari siapa), "Dengan menulis, kita akan tetap hidup walaupun kita sudah mati".

Terimakasih Bu CApri, Ms Inge, Pak David, dan Mr G!