SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2016

Graduation STC XIII

Hari Kamis, 22 September 2016 merupakan hari yang ditungu-tunggu oleh peserta STC XIII. Hari itu adalah acara Graduation bagi mereka. Setelah itu? Mereka harus bersedia ditempatkan di unit hotel Santika di seluruh Indonesia. 

Selain itu, juga ada pembagian FC sertifikat untuk para Assessor. 



Lulusan terbaik STC XIII. Yerico (FB Product) & Thesya (FO)

Assessor :D :D 

Happy Graduation Kiddos! 

Senin, 25 Juli 2016

Graduation STC XII

Kanan - Kiri : Pak Ibeng, Nisrina Alya (sekarang di HS Palembang), Ramadiansyah (sekarang di Anvaya), Pak Markhani


Senin, 11 Juli 2016

Santika Training Centre

Santika Training Centre is a free hospitality education program held by Santika Indonesia Hotels & Resorts, a company of Kompas Gramedia

Santika Training Centre (STC) focuses on training to student graduate from Senior High School and Vocational School in order to prepare them as an employee of Santika Indonesia Hotels & Resorts.

General requirements:
  • ·         Graduate from Senior High School / Vocational School
  • ·         Maximum age is 22 years old
  • ·         Physically and mentally healthy
  • ·         Minimum height is 165 (man); and 160 (woman)
  • ·         Willing to work and to be placed  in Santika Indonesia Hotels & Resorts around Indonesia 
       If you are interesting with this program, let's send your Application Letter and CV to trainingcentre@santika.com

           

            For more information, you can call 021-725-1549 or 021-725-1619

Selasa, 22 Maret 2016

Short Escape to Three Places#2 (Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir)

Short Escape kali ini adalah terusan dari short escape ke Bandung. Jadi hari Sabtu, aku dan Ditha ke Bandung lalu hari Minggu kami ke 3 Pulau di Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir.  Trip ke 3 Pulau di Kepulauan Seribu kali ini disponsori oleh Langkah Kaki. Katanya, ketiga pulau tersebut adalah pulau2 yang bersejarah. Let's see :)

Meeting Point kali ini adalah di Pelabuhan Muara Kamal, Jakarta Utara. Seharusnya kami sudah berkumpul di Muara Kamal jam 8 pagi, tapii...ya seperti biasa, aku dan Ditha telat. =,=
Kami berangkat dari kos sekitar jam 6 pagi dengan menggunakan Gojek. dari Blok M kami menuju ke Senen dulu karena Ditha mau naruh barang2nya, setelah dari Senen kami cari Gojek lagi menuju Muara Kamal. Ternyata dari Senen ke Muara Kamal itu jauhnyaaaa ngadubilah deh.... Aku dan Ditha sampe ngantuk2 di jalan. Saat kami masih diperjalanan, Ditha udah ditelepon2 sama mas2 Tour Guide nya. Hahaha..... Dan kami sampai Muara Kamal jam 9an. Terus teman-teman yang lain udah ngelihatin kita dengan gimanaaa gitu. Hihihiii.....

Our first destination is Pulau Kelor. Perjalanan dari Muara Kamal ke Pulau Kelor cuma bentar, sekitar 1 jam aja. Sampai di Pulau Kelor, kami disuguhi pemandangan yang baguss banget. Bangunan yang terkenal di Pulau Kelor adalah benteng Martello. Benteng ini adalah benteng yang dibangun oleh VOC untuk menghadapi Portugis. 




 The second destination is Pulau Onrust. Pulau Onrust dahulunya adalah tempat berkumpulnya orang-orang sebelum mereka naik Haji. Di Pulau Onrust ini masih terlihat sisa-sisa reruntuhan bangunan tempat orang mau naik haji, dan terlihat agak seram tapi teduh. Aku dan Ditha muter-muter sebentar dan akhirnya kami duduk di bawah pohon dan curhat ngalor-ngidul gak jelas. Hahaha....



The last destination is Pulau Cipir. Jarak antara pulau Onrust dan Cipir tidak terlalu jauh. Konon katanya, Pulau Onrust dan Cipir itu terhubung oleh semacam jembatan, tapi seiring berjalannya waktu, jembatan tersebut hancur. Kemarin masih terlihat juga sisa reruntuhan jembatan tersebut. Dan katanya, jembatan tersebut mau diperbaiki lagi. Pulau Onrust ini adalah rumah sakit. Di Pulau Onrust juga masih terlihat reruntuhan bangunan, katanya bangunan2 itu dulunya adalah Rumah Sakit untuk penderita kusta. Di Pulau ini sebenarnya bisa basah-basahan dan main air, tapi aku n Ditha udah capeeekkk dan ngantuk banget. Jadi kami cuma duduk2 di gazebo sambil curhat (maning). Hahahaa..... 

Setelah puas menikmati Pulau cipir, kami segera bertolak ke Pelabuhan Muara Kamal lagi. Sampai di Muara Kamal sekitar pukul 4. Karena bingung pulangnya gimana, dan karena kami ditawarin bareng sama mas Tour Guide nya, akhirnya kami nebeng ke mas itu. Aku n Ditha bareng sama mas itu sampe di Halte Cempaka Putih. Setelah itu aku n Ditha naik Trans Jakarta menuju Harmoni. Ditha turun di Senen, dan aku melanjutkan pulang ke kos. 

Berakhirlah Short Escape kami berdua. See you Dithaaa....  Hihiii







Minggu, 31 Januari 2016

Santika Training Centre

Apa yang terbesit dalam pikiran kalian ketika mendengar kata "Santika"? Iyes, Santika adalah salah satu hotel yang terkenal di Indonesia. Hotel Santika sudah tersebar di seluruh Indonesia. Amaris juga merupakan group dari Santika. 

"Santika Training Centre" adalah pusat pelatihan Santika. Secara khusus Santika Training Centre (STC) adalah tempat pendidikan para calon staff hotel. Setiap tahun ada 3 kali pembukaan di STC. 
Peserta STC adalah mereka lulusan SMA, SMK, dan STM. Maksimal usia 22 tahun. 

Ngga usah takut kalau kalian ngga ada basic Hospitality, that's why, ada kami untuk kalian. JAdi kalian akan diajari tentang Hospitality. Bingung nanti di hotel milih sebagai apa? Ngga usah bingung juga. Nanti setelah resmi jadi peserta STC, akan ada interview lagi. Interview itu akan menentukan  kalian cocoknya di bidang apa (Front Office, Housekeeping, FB Product, FB Service, Accounting, Sales Marketing, dan Engineering).

Soal biaya? Santai saja, kami sama sekali tidak memungut biaya untuk proses pendidikan di STC. Kalau untuk yang luar daerah, biaya tempat tinggal, transport, dan sehari-hari ditanggung oleh peserta sendiri. 

Yuk, tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri kalian ke Santika Training Centre. Application Letter, CV, FC KTP, dan FC Ijazah bisa dikirim via post ke PT. Grahawita Santika. Jl. Melawai VII no 6-8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Atau bisa juga melalui email, kirim ke: trainingcentre@santika.com


Senin, 30 November 2015

Gereja Rawamangun dan berakhir dengan muntah-muntah :(

Gereja kedua yang aku kunjungi saat aku mulai stay di Jakarta adalah Gereja Rawamangun, Paroki Keluarga Kudus. Sebenarnya dulu aku pernah kesini pada waktu Om Iwan belum nikah. Nah ini aku bisa sampai misa di Gereja Rawamangun juga karena aku ke tempat Om IWan.

Jadi, hari Sabtu pagi aku ke tempat Om IWan. Dari blok M ke Rawamangun, aku menggunakan bus Mayasari dan turun di Arion. Hayo tebak, aku nyasar nggak? Iya lah! Jadi aku malah turun di terminal Pulau Gadung. Dan, deng,…deng.. “Loh ini udah perhentian terakhir mbak” ; “Oh seharusnya turun di Arion mbak” ; “Oh, naik metromini itu aja mbak” Huwaaa…nyasar…. Akhirnya dari Pulau Gadung aku nyari angkutan kecil menuju ke Terminal Rawamangun. Sempat takut sih, tapi untung aja dapat sopir yang baik. Setelah sampai di terminal Rawamangun, aku naik bajaj ke rumah Om Iwan. Hayoo tebak, aku nyasar nggak?? Hahaa,,,hampir kebablasan!

Sorenya, kami mengantar Bulik Tari ke Bandara. Buli Tari ada DLN di New York. Ihh waw. Minggunya, Om Iwan, Goldy, dan aku ke Gereja Rawamangun. Gereja Rawamangun beralamat di Jl. Balai Pustaka Baru RT 001/RW 07, Rawamangun, Jakarta Timur. Di belakang Gereja ini ada sekolahan Tarakanita. Kami waktu itu misa jam 06.30 WIB. Jadwal misa di GEreja Rawamangun adalah:

1.    Misa harian              : 06.00
2.    Misa Sabtu sore       : 17.00
3.    Misa Minggu            : 06.30, 08.30, 10.30, 17.00, dan 19.00
4.    Misa Sabtu               : 17.30 (di Kapel)

Oke, jadi aku emang jarang makan pagi, emang gak pernah sih. Dan so far, I am fine ya! Hari Minggu itu juga, aku nggak makan pagi. Misa berjalan seperti biasa. Setelah selesai komuni, Goldy ngajak ke depan patung Bunda Maria. Aku masih baik-baik aja. Beberapa saat Goldy nyalain lilin, dan aku benar2 mulai ngga enak badan.

Rasanya lemes, pusing, berkunag2, dan ingin pup. Setelah Goldy selesai berdoa, aku langsung ke kamar mandi. Dan…di kamar mandi, langsung, rasanya pengen muntah2, tapi gak keluar, badan sudah lemas, pengen pup juga gak keluar. Ahhh pokoknya rasa2nya udah sakaratul maut gitu deh!*emang pernah?? Zzzz…..  Aku masih di kamar mandi terus, bahkan sampai berkat penutup dan lagu penutup.

Aku pasti dicari Om Iwan, jadi aku erusaha keluar dari kamar mandi, tapi baru berapa langkah, rasa2nya pengen muntah2 lagi. Yaawohh! Dann…akhirnya, Om Iwan dan Goldy menemukan ku yang sudah lemes dan mau pingsan di kamar mandi. Om Iwan langsung membawaku ke poliklinik. Udah diperiksa2 gt, dan…diagnosisnya adalah aku kena maag! Halahh…zzzzz….

Setelah dikasih obat, dikasih the panas, dan dikasih makanan sama Om Iwan, kami pulang. Sampai di rumah Om IWan, aku langsung di suruh makan, minum obat dan tidurrr sampai siang.


Iyuh banget lah pokok e aku ki….zzzzz

Jumat, 20 November 2015

Gereja pertamaku di Jakarta, St.Yohanes Penginjil Blok B

Tiba-tiba belum lama ini, aku punya misi, yaitu ... pengen keliling Gereja di KAJ. Jadi, sebenarnya berawal karena aku ngga punya paroki di sini, aku merasa sepi setelah pulang Gereja, rasa-rasanya ada yang kurang saat aku ke Gereja*halaahhh apa an sih aku ini? Zzzz....

Jadi, intinya, aku pengen dolan-dolan aja sih. Nah, setelah aku searching2, tulisan yang amat sangat membantuku adalah blog dari ariesadhar.com dan mengakubackpacker.blogspot.com
Kalau mas Ariesadhar itu sepertinya satu almamater denganku, tapi beda jurusan dan beda tahun, kalau mengakubackpacker itu, aku ngga tahu dan ngga kenal. Setelah searching2 gereja di Jakarta, kebanyakan yang kutemukan adalah tulisan mas2 berdua ini dengan hastag #KelilingKAJ milik mas Ari Sadhar. Terus aku juga pengen dong ah bisa #KelilingKAJ. hohooo....

Oke, Gereja pertama yang aku datangi saat aku mulai di Jakarta adalah Gereja St.Yohanes Penginjil Blok B. Kenapa Gereja ini? Jawabannya adalah ..... karena tempat kerja dan kos ku dekat dengan Gereja ini. Gereja St. Yohanes Penginjil Blok B terletak di Jl. Melawai Raya 197, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. No tlep: 021-722-0763. Gereja ini lumayan dekat dengan Blok M, Plaza Blok M, TK Tarakanita. Gereja ini tepatnya ada di samping Taman Ayodya dan juga dekat dengan Hotel Grand Mahakam.

Kalau dari luar Gereja ini tampak kecil, tapi setelah masuk, Gerejanya cukup luas kok, ada balkonnya juga. Pertama kali aku masuk sini adalah, adem (ya iyalah, kan ber AC) dan tenang. Didepan agak samping Gereja ada kolam plus dengan ikan koi yang sangat banyak sekali dan ada kura-kura nya juga. Hal yang sering aku lakukan sebelum atau setelah pulang dari Gereja adalah ... melihat ikan-ikan itu sambil melamun. Hahahaa....

Misa di Gereja St. Yohanes Penginjil Blok B cukup banyak, jadi nggak ada alasan untuk nggak ikut misa. hehee.... Jadwalnya yaitu:
1. Misa harian : 05.45 WIB
2. Misa Jumat sore : 18.00 WIB
3. Misa Sabtu sore : 17.30
4. Misa Minggu : 06.00 WIB, 07.30 WIB, 09.00 WIB, 10.30 WIB, 17.00 WIB, dan 18.30 WIB.
Kan..misanya banyak banget, jadi kayak e aku kebangetan gitu kalau nggak ke Greja. zzzz....

Aku paling sering ke Greja ini, ya itu tadi sih, karena dekat dengan kosku, yaitu di Blok A. Dari blok A kalau jalan kaki sekitar 20 menit, pakai sepeda sekitar 7 menit, pakai metromini juga bisa.

Selasa, 02 Juni 2015

Recehan! Iya, uang receh!



Uang receh, menurutku ya tetep uang sih, yang bisa dipakai untuk transaksi. Bisa dipakai untuk menggenapi  juga. 1 juta, kurang seratus rupiah juga ngga jadi 1 juta kok! Recehan semua tapi 1 juta, ya tetep 1 juta kan? Terus, salah ya kalau kita ‘mbayar pake uang receh? Kalau 4 ribu recehan? Salah ya?! Ahh nggak juga ah!

Pagi itu hari Sabtu. Aku naik angkot seperti biasanya. Angkot cukup sepi karena kebanyakan kalau hari sabtu itu libur, nah waktu itu aku berangkat karena dapat jatah piket. Nah, setelah berhenti, aku mbayar dengan uang receh semua, itu recehan pas 4 ribu! Nggak seratusan semua sih, ada yang seribu, lima ratus, dua ratus dan seratus rupiah. Iya emang recehan, tapi itu uang semua! Dan, tau ngga sopirnya bilang apa? Sopirnya ‘ngelihat uang yang ada di tanganku, terus bilang, “Ngga usah mbak, bawa aja!” sambil jutek gitu. Jujur ya, aku masih agak bingung, shock, dan nggak enak. Masa’ aku ngga mbayar?? Aku masih di belakang sopir itu, mencoba mencari uang yang lain, tapi tinggal 100 ribu, pasti juga nggak mau kalau aku ngasih 100ribu. “Udah mbak, bawa aja!” kata sopirnya lagi masih dengan tampang jutek. “Eh, ya, makasih bang!” jawabku. 

Oke aku masih ngga tau, kenapa dia memilih nggak terima uang daripada nggak terima recehan?? Itu uang bang! Gaya banget sih! Recehan juga masih bernilai kali bang! Ishh! Terus aku jadi kepikiran, oke besok lagi aku mau bayar pake receh terus, biar nggak diterima terus, bisa kutabung deh! Hahahha*evil laugh* Tapi, terus kepikiran lagi, ntar kalau aku diapalin terus malah aku kenapa2 gimana? Ahh oke, nggak jadi deh! CKCKC!!
***
Sore itu aku pulang, biasa naik bis dengan harga 4000. Sekarang aku pake uang kertas (kalau ada). Nah sore itu aku mbayar pake uang kertas 2000, dan 1000, terus pake 2 uang receh 500. Kebetulan sore itu ada kernetnya. Jadi sebelum turun, abang kernet udah minta uang ke kami. Aku udah ngasih uang ku ke abang kernet dengan selamat. Terus abang kernet narik ke penumpang lain, dan ada uang receh jatuh tepat di bawah kakinya. Dan, abang itu cuma ngeihat doang, nggak diambil, terus ya udah gitu doang! Ihh…apakah sebegitu tidak bergunanya uang receh di kota ini?? CKCKCKC!!
***
Pagi itu seperti biasanya, aku berangkat jalan kaki. Aku dan temanku membeli bubur ayam di tepi jalan. Abangnya meracik bubur dengan segala isinya, dan aku di belakang abang itu. Ternyata di salah satu bahan racikannya itu ada uang koinnya, entah berapa nilainya. Terus, tau ngga?? Koin itu langsung di buang gitu aja sama abang itu!! Gile!! Gaya banget sih! CKCKCK!!!
Ckckc… oke, oke, oke, orang2 sini tu udah kaya raya, tapi uang, berapapun itu jangan dibuang lah! 100 juta kurang 500, juga belum 100 juta kok!

Minggu, 31 Mei 2015

Terima Kasih :)

Kadang, rasa2nya aku pengen pulang.
Kadang, aku malas bangun dan malas mandi pagi
Kadang, aku malas berangkat kerja
Capek, males, riwuh! Iya!

"Iyo, kerja ki kesel to tri?"
Iya, kesel! Tapi, lebih kesel, lebih capek lagi kalau nganggur!

Setiap mandi pagi dan malam, aku pasti mendengar suara bajaj, karena di kamar mandi ada ventilasi jadi suara dari luar pasti lebih jelas terdengar dari pada saat di dalam kamar.
Iya, simpel dan sederhana sih, suara bajaj!

Tapi selalu terlintas dipikiranku "Bapak-bapak bajaj aja sampai malam begini masih cari penumpang, melewati jalanan yang serba riewuh itu, (mungkin) akan mendapat&juga memaki2 orang lain saat di jalan. Masa' aku yang lebih muda udah ngeluh, udah nyerah aja??"
Setiap pagi hal yang sama terjadi. Aku malas bangun, malas mandi, malas berangkat! Tapi setiap mandi pagi, sekitar jam 5.30am, selalu saja sudah terdengar suara bajaj yang hilir mudik. Ahgr...bapak-bapak Bajaj aja jam segini udah hilir mudik melewati segala keriwuhan kota ini, masa' aku udah ngalah dan nyerah aja?"

Yaa..paling ngga, setiap mandi pagi dan malam aku merefleksikan tentang itu. Paling ngga setiap Sabtu-Minggu aku bisa libur. Hebat, hebat sekali bagi mereka yang sama sekali tidak ada libur! Hebat sekali bagi mereka yang setiap subuh sampai malam sudah hilir mudik melewati riuhnya kota ini!
Terima kasih :)

Kamis, 08 Januari 2015

Prcakapan dengan Mr. Taxi :D

Pagii ituu, akhirnya aku sampe jugaa dan akhirnya mendapat Taxi :D Ehh ternyata mas2 drivernya ramah, dia langsung menyapa dengan logat Banyumas an nya. *wkwkw....
D : Wes nikah hurung mbak?
A : Hurung mas.
D : Nek aku ki yo mbak, saiki ki luwih milih janda daripada sik iseh gadis
(Aku merasa lega dan aman*lho? :D )
A : Lha?
D : Iyo lah mbak, piye ya mbak. emm
A : Lha piye mas?
D : Nek janda ki luwih pengalaman
A : Ee eh?
D : Iyo lah mbak, luwih dewasa juga mbak. Nek pacaran ki ora njaluk blonjo macem-macem mbak.
A : Wahahaha...iyo to mas?
D : Iyo mbak, aku ki mbiyen nduwe ......
dan mas driver itu pun menceritakan kisahnya saat bertemu dengan tante, dannn seterusnya. Entahlah awalnya kami ngobrol apa itu....