SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 April 2021

Everyone Can Write

 



Hari Jumat, 23 April 2021 ada workshop menulis bersama dengan Ibu Capri via zoom. 

Menurutku workshop ini paling gampang (gampang?!hilih), santai dan menyenangkan dibandingkan workshop2 yang sebelum2nya. 

Workshop kali ini bertema "Everyone Can Write". Iya sih, setuju banget dengan ini. Everyone can write sih, tapi tergantung kemauan dan niat. 

Aku sih pengen ya, nulis ini, nulis itu, bikin cerita ini, cerita itu. Banyak sekali yang ada di pikiran dan angan2ku. Terus kalau mau nulis, "Nanti aja lah. Bobok dulu lah. Bikin ini dulu lah. Nyuci dulu lah" Ehhh ngga jadi deh. Haha! Ya itu kuncinya, "Mau dan Niat"

Jadi workshop kemarin Jumat itu dibuka oleh Ms Inge, dengan game tentang padanan kata. Misalnya selfi, browsing, dsb. Aku bisa ngga? Yaa tentu! Ngga bisa! 

Lalu setelah game selesai, langsung diisi oleh Bu Capri. Intinya sama ya. "Everyone Can Write." Menurutku Bu Capri lebih memberi semangat dan peneguhan untuk kami semua agar mau untuk menulis. Ada 3 kali latihan menulis juga kemarin, semuanya menggunakan padlet. 

Untung aku pakai komputer sekolah ya, jadi lancar untuk buka-buka padletnya, coba pakai laptop sendiri, hari Sabtu baru selesai kali. Hehe. 

Jadi latihan menulis yang pertama, Bu Capri meminta kami memikirkan nama satu orang, kata kerja dan kata sifat. Lalu Bu Capri memberi kami waktu sekitar 3 menit untuk menulisnya. 

Latihan menulis yang kedua adalah, Bu Capri meminta kami melihat benda di depan kami dan menuliskan tentang benda tersebut. Beliau memberi kami waktu sekitar 3 menit juga. Sambil menulis, Bu Inge memutarkan musik untuk kami. Bagi sebagian orang, akan sulit bekerja sambil mendengarkan musik, termasuk aku. Tapi gak papa sih, tulisanku juga selesai*seadanya!Haha!

Latihan menulis yang ketiga adalah, refleksi tentang workshop kali ini. Untuk refleksi ini Bu Capri memberi kami waktu 5 menit untuk menulisnya. 

Overall, workshopnya menyenangkan. Tapi sayang sampai sore sekali, belum selesai workshop aku udah beres-beres untuk pulang, karena kepikiran Mbak yang menjaga Deo keburu mau pulang untuk menyiapkan buka puasa. 

Oh iya, kenmarin juga ada sharing dari Pak David dan Mr G juga. Beliau berdua sharing tentang pengalaman menulis buku-buku mereka. Wow keren sekali mereka. 

Dan satu lagi, aku setuju dengan kata-kata Pak David, yang sudah aku dengar sebelumnya (entah dari siapa), "Dengan menulis, kita akan tetap hidup walaupun kita sudah mati".

Terimakasih Bu CApri, Ms Inge, Pak David, dan Mr G!




Selasa, 06 Februari 2018

Hhmm......

Hamil itu....
Sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh semua pasangan suami istri. 
Baru berapa minggu menikah aja pasti langsung ada pertanyaan "Udah isi belum?"; "Kok belum isi?" dan berbagai pertanyaan semacam itu. 
Merasa diperhatikan sih, tapi kalo ditanyaan kayak gitu terus, sebel juga kali ya! 
Rasanya mau 'njawab "Berisik"; "Apa sih tanya?" dan sebagainya. 

Telat mens berhari-hari, coba test dan ternyataa.....negatif! Sedih, kecewa, dan yo wes lah. Waktu buat dolan2 dulu mungkin....

Telat mens, badan panas berhari2, taktut minum obat sembarangan karena dikiranya udah hamil. Karena ada ibuk2 yang bilang pas beliau hamil pertama, badannya juga sakit semua dan demam juga. 
Waktu itu badan ku udah semakin panas, bingung mau minum obat apa, teman satu kos juga bingung mau ngasih obat apa, akhirnya temannku nyuruh tes dulu, siapa tahu hamil. Dan setelah di tes....malah ngga kebaca apa-apa. zzzz...... 

Telat mens, tes lagi,,,ternyata negatif lagi...

Telat mens. Badan rasanya pegel semua. Tiap malam kaki pegel dan jadi super malas masak. Akhirnya beli dua macam testpack. Satu yang harga 5000 an dan satunya harga 25.000. Jujur mau test rasanya malas2 gimana gitu. Takut hasilnya negatif. PAgi-pagi coba test pakai yang harga 5000 an dan hasilnya 2 strip. Antara ngga percaya, takut dan bingung Test pake yang harga 25.000 dan hasilnya juga 2 strip. Seneng, takut dan bingung Lebih banyak takutnya sih. 

Nunggu dari 5 minggu ke 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan rasanya lamaaa sekali. Sekarang masuk ke bulan keempat. 

Kadang pengen cepet2 perutnya besar dan dedek bayinya segera keluar. 

Kata ibuk, "orang hamil itu tapa suci" Kenapa "tapa suci"? 
Karena harus selalu berpikiran positif, ngga boleh membunuh hewan, ngga boleh marah-marah, ngga boleh kecapean, makan harus bergizi dan seimbang, habis nyuci tangan ngga boleh dikeringin pakai kaos, ngga boleh merendam cucian terlalu lama, ngga boleh mandi malam, pokoknya hati-hati. HARUS SELALU BERPIKIR POSITIF!

So far, susah banget bagiku untuk "selalu berpikir positif". 
Bagaimana harus berpikir positif kalau lingkungan tidak mendukung?? 
Bagaimana harus berpikir positif dan tidak marah-marah kalau begini-begitu-begini-begitu-begini-begitu lagi??

Cuma masalah sepele jadi rame, apaan sih?
Kalau capek, sama-sama capek kali! 
Sakit? Aku ngga sakit sih! Sehat! Tapi lebih banyak pegel2 e. 
Mau segala sesuatu udah tersedia? 
Mungkin tinggal dengan orang tua adalah salah satu pilihannya. 
Hah!

Kamis, 12 Januari 2017

Siraman

Prosesi adat pertama yang kami lalui sebelum menikah adalah .... siraman.

Siraman ini menggunakan 7 sumebr mata air. Sumber mata air yang kami pakai untuk siraman berasal dari Gua Maria, tentu saja itu yang mencari adalah ibuk dan ibuk e Mas Dika. Hahaha....

Prosesi siraman ini untuk membersihkan diri kami, supaya pada waktu hari H, kami nampak bersih, bercahaya, seperti bidadari*apa sih? Hahaha....

Yang nyirami adalah 7 orang yang sudah menikahkan anaknya + 1 perias. Kalau dari aku, yang nyirami adalah bapak+ibuk, mbah Jono Kakung+mbah Jono Putri, Bu Yadi+Pak Yadi, dan Bu Dukuh. Duh, ini prosesibikn terharu biru.

Oh iya, sebelum prosesi siraman adalah serah-serahan. Serah-serahan ini dimulai dengan sambutan dari wakil kedua orang tua, penyerahan plangkahan untuk Mas Andre, penyerahan pesing utuk Mbah Jono kakung putri, doa, makan-makan dan dilanjutkan dengan siraman.

Balik lagi ke acara siraman ya...
Setelah selesai siraman, adalah bapak dan ibuk memcah kendi di depanku. Setelah itu, adalah...bapak 'nggendong aku. Ngga sampai masuk rumah sih. Tapi kan itu mengerikan sekali, karena aku gendutttt.

Setelah itu, aku langsung gani baju dan mandi. Setelah aku selesai siraman, giliran Mas Dika juga siraman. Tapi aku ngga bisa lihat pada waktu Mas Dika siraman, karena aku sedang mandi.

Oh iya, setelah siraman selesai, ibuk dan bapak ku jualan dawet. aku ngga tau sih apa makna dari jualan dawetini. Trs yang beli dawet menggunakan kereweng (pecahan genteng). Tapi ternyata kereweng ini bentuknya bulat dan bagus gitu.

Puji Tuhan, ibuk laris jualan dawetnya, habis. Padahal aku juga pengen. Hahaha... Setelah selesai jual dawet, uang yang dari kereweng tsb diberikan ke aku. Simbol ibuk ngasih uang ke aku. Hahaha...

Malamnya ada gejog lesung. Kesenian yang berasal dari kulon progo.

Dan paginyaaaa......aaaakkk....

Mas Meganduttt :*

Belakangku adalah kembar mayang 










Selasa, 22 Maret 2016

Bandung...

Kawah Putih


Kawah Putih


Situ Patenggang


Kebun Strawberry (mana kebun Strawberrynya? entahlah -,- )

Kebun Strawberry

Situ Patenggang...

Senin, 25 Januari 2016

One Step Closer ... Engagement

"Tunangan? OK?"

Hoho..itu adalah judul cerita yang aku buat pada waktu SMA. Iya, cerita fiksi saat aku mempunyai imajinasi liar dan gak jelas, dan akhirnya di TOLAK. Iya, diTOLAK! hahaha..yowes....

Sekarang, ini beda cerita :D Engagement kali ini adalah nyata, benar2 terlaksana. Tanggal 26 Desember 2015 kemarin, Mas Dika dan keluarga besarnya datang ke Ngagul-agulan. Semua berjalan dengan lancar, dan ini totally berkat kedua keluarga kami. Karena persiapan dan rencana2 kami (aku dan keluargaku; aku dan mas Dika; mas Dika dan keluarganya) lebih banyak hanya sebatas telpon2an doang! Iyaaa, kami semua LDR :( Tapi berkat keluarga kami yang luar biasa, semuanya dapat terlaksana. 

Acara pertrunangan kami dimulai dengan kedatangan keluarga Mas Dika. Lalu Pakdhe Budi yang berperan sebagai pembawa acara, mempersilahkan Keluarga Mas Dika untuk menyampaikan maksud kedatangannya*heheheee*. Setelah itu dijawab dari pihak keluarga ku *I was a little bit disappointed* Setelah selesai dilanjutkan dengan Ibadat Sabda yang dipimpin oleh Prodiakon. Selesai Ibadat dilanjutkan dengan ramah tamah. 

Takut, seneng, deg-degan jadi satu. Dan yang harus kami sadari, ini belum apa-apa, ini baru awal perjalanan kami, masih banyak persiapan-persiapan, rancangan, rencana, harapan, mimpi yang harus kami jalani. Dan.... terimakasih untuk Keluarga kami, terutama Bapak Ibuk kami yang sangat luar biasa dan terima kasih untuk Mas Dika yang luar biasa! :* 

-satubulanpertunangan-
ahahaaa :*










Senin, 30 November 2015

Kapel Atma Jaya Jakarta

Okai, next destination dalam rangka misi #KelilingKAJ adalah Kapel Atma Jaya. Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta beralamatkan di Jl. Sudirman No 51 Jakarta.
Kenapa aku milih Kapel Atma Jaya? The simplest answer adalah, karena akses dari Blok M cukup mudah dan juga lumayan dekat.

Jadi hari Sabtu kemarin, aku ngga kemana-mana, mau ngeles i, tapi aku malas,,,hahaa...terus, akhirnya sore hari aku malah memutuskan untuk misa hari Sabtu sore, sekalian pulangnya mau ngambil sepeda di kantor.

Jadi dari Blok M, aku naik trans Jakarta dan turun di BenHil (Bendungan Hilir). Kayaknya sih aku emang sering liat kampus Atma, tapi ngga tau lokasi tepatnya di mana. Dari hasil searching sih, Kampus Atma dan BenHil dekat, dan ternyata....memang dekat sih! Hehee...

Setelah turun dari BenHil, keluar dan jalan kaki lawan arah dari bus trans tadi. Tapi, hayo, tebak, aku nyasar ngga? Iya jelas nyasar dong! Aku nyasar ke RS Siloham, karena memang ada 2 bangunan yang kayak kampus. Dan dengan sok taunya, ternyata aku menuju ke RS Siloham. Lalu oleh Bapak Satpam, aku diberitahu arah ke Atma Jaya. Cuma bersebelahan dengan RS Siloham sih. Akhirnya aku jalan kaki, dan...sampai deh,

Sampai di Atma Jaya, aku tanya ke mas-mas tukang parkir, ternyata dia gak tau dan menyuruhku tanya ke SAtpam. Dan aku tanya ke Satpam. Mereka menunjukan letak Kapel Atma tapi mereka juga ragu apakah sore itu ada misa atau tidak. Agak was-was juga sih klo ternyata gak ada misa.

JAdi kapel Atma Jaya Jakarta terletak di Gedung KW, lantai 13. Awalnya aku gak tau Gedung "KW" itu apa an. Ternyata "KW" adalah kepanjangan dari Karol Wojtyla. Ada 3 lift besar-besar untuk menuju lantai 13. Nama kapel di Universitas Atma Jaya Jakarta adalah Kapel St. Albertus Magnus. Jadwal perayaan Ekaristi di Kapel ini adalah:
1. Senin pagi jam 07.00
2. Selasa jam 12.00
3. Rabu jam 12.00
4. Kamis jam 12.00
5. Jumat jam 12.00
6. Sabtu sore jam 17.00

Jadi, kemarin aku ikut misa jam 17.00 WIB. Agak sepi gitu sih, mungkin kebanyakan mahasiswa. Misdinar dan lektor sepertinya juga mahasiswa-mahasiswi gitu. Ahh jadi ingat di Kapel St. Bellarminus Sadhar :D Ahh jadi pengen tugas misdinar lagiii :D


Misa cukup cepat sekali, kira-kira jam 17.50 udah selesai. Selesai misa, aku foto-foto, doa di depan Bunda Maria, dan next destination is mencari Gua Maria di Unika Atma Jaya. Letak Gua Maria ini ada di pojokan (menurutku sih). Sebenarnya agak takut gitu, karena udah gelap dan udah sepi. Tapi...aku tetap mencari Gua Maria, setelah tanya-tanya, akhirnya aku sampai ke Gua Maria di Unika Atma. Gua Maria ini diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II.
Sampai di Gua Maria, udah gelap dan sepi, awalnya aku takut sih, ehhh ternyata ada orang pacaran gitu.

Setelah selesai berdoa di Gua Maria, aku langusng pulang. Aku naik trans dari BenHil, turun di Blok M lalu ngambil sepeda di kantor dan pulang..... :D


Selasa, 05 Mei 2015

Palangkaraya!

Jadi, ceritanya pas tanggal 1 Mei kemarin kan long weekend trs ak ke Palangkaraya deh. Yaa as usual lah, 2 hari itu cukup kok. Haha...
Jadi, jadwalnya pesawat berangkat jam 11.40 dan untuk mengantisipasi kemacetan karena hari buruh, aku berangkat skitar pukul 6, dan naik Damri kira2 pukul 06.30, kukira akan memakan waktu yang lama karena long weekend dan hari buruh ya! Ehh..ternyata, skitar jam 7.20 aku udah sampai Bandara! Aduuhaii, lama niannn aku nunggunya. Hahaa..tapi yaaa gapapa sih daripada kena macet dan gak jadi ketemu#eh?

Terus, ternyata Lion delay, ehee..tambah lama lah. Dan entah akhirnya jam berapa boardingnya, yang pasti sampai Palangkaraya skitar jm 3.30pm. Hehehe... It doesn't matter at all as long as I meet yuuuu :*

Ahaha Kalimantan lagi! Semua motif2 dan gambar2 Dayak itu mengingatkanku pada Sanggau! Iya Sanggau dan semuamuanya yang ada di sana! Dan, it's hard to say that I miss them!! Aku sebel ketika aku harus kangen sama mereka! Hahaa....

Jadi selama di Palangkaraya, kami ke Bukit Batu dan Bukit Karmel. Bukit Batu adalah tempat bertapanya Tjilik Riwut, pahlawan Palangkaraya. Yaa itu batuuu - batu semua gitu sih, tapi menarik untuk dikunjungi kok! :)







See you in the next enjoyable journey!!

Selasa, 28 Oktober 2014

Pictures tell more than words *ho oh poh?*







Simping, the Smallest Island in the World

Yaakk...udah pernah ke Pulau Simping? Atau paling ngak mendengar tentang Pulau Simping? Yaakk..Pulau Simping terletak di Singkawang, Kalimantan Barat. Dan ternyata Pulau Simping ini adalah Pulau terkecil di dunia, di dunia loh! Jadi, Pulau terkecil di dunia itu ada di Indonesia? Iyaa! Ada di Kalimantan Barat? Iyaaa.... :) Ih waw banget yaa? Hahaa..
Jadi pulau Simping ini berada di kawasan Sinka Zoo. Kalau ke Kalimantan Barat, jangan lupa berkunjung ke Singkawang. Pantai yang paling terkenal di Kalimantan Barat. Di kawasan Singkawang itu lah nanti akan ditemui Pulau Simping, Sinka Zoo, Pantai Pasir Panjang, dsb. 

Lalu apa sebenarnya suatu daratan disebut pulau? Kok bisa pulau Simping disebut sebagai pulau? Pulau terkecil lagi? Padahal Desember 2013 kemarin saya ke sana, Pulau Simping itu tampak tak berpenghuni. hhm..Jadi, konon ceritanya, dulu Pulau Simping itu ada penghuninya, tapi karena terjadi abras, maka penduduk Pulau Simping banyak atau bahkan semuanya pindah. Dulu Pulau Simping bukan merupakan objek wsata, tapi sekarang menjadi salah satu objek wisata di Singkawang. Ada jembatan untuk menuju ke Pulau Simping ini, tapi Desember 2013 kemarin jembatannya rusak dan pas saya kesana pas hujan juga, jadi tidak diizinkan untuk menginjakan kaki di Pulau Simping itu. 

Oh iya, di pantai-pantai daerah Singkawang itu juga banyak terdapat kuil. Singkawang terkenal dengan nama "Singkawang Kota Amoy" atau "Singkawang Kota Seribu Kuil". Kebanyakan penduduk Singkawang adalah keturunan China. Jadi kalau udah memasuki kota Singkawang, pasti di kanan-kiri jalan kita melihat kuil. Salah satu tepi pantai di Singkawang ada banyak patung-patung shio, seperti kelinci, ular, naga, dsb. Bagusss pokoknya :) 




Kamis, 17 Juli 2014

Pelangi di Bukit Karmel



Setelah makan siang bersama Mas Megand, kami menuju bukit Karmel. “Temboknya tinggi, mirip Seminari”, kata Mas Megand waktu itu. “Haduh, move on donk Mas”, batinku.
Hari itu adalah hari Kamis Putih. Di Bukit Karmel ada Gereja juga, sepertinya juga sedang persiapan untuk misa Kamis Putih. Mas Megand mengajakku untuk minta izin ke suster penjaganya dulu. Setelah pencet bel dan menunggu selama kurang lebih 5 menit, jendela dibuka dan muncul seorang Suster. Suster tersebut menanyakan nama kami dan memberitahu hal-hal apa saja yang tidak boleh kami lakukan di Bukit Karmel.
          “Mau piknik ya?” tanya Suster itu tiba-tiba. Aku dan Mas Megand saling berpandangan dan tertawa. Hahaa..dalam hati aku ngekek, tau banget sih suster ini, jangan-jangan paranormal ya?Hahaa…
          Lalu kami berjalan masuk menuju area Bukit Karmel, yang katanya mirip Seminari. Beberapa meter setelah gerbang, ada tangga yang jumlahnya lumayann banyak. Mas Megand masih menghinaku karena sebelum ke Bukit Karmel kami pergi ke Bukit Tangkiling yang sangat tinggi, dan aku tidak kuat naik. Kadang aku juga gantian menghina dia, tapi pasti aku kalah. Mas Megand menggandeng tanganku. Jumlah anak tangga yang sangat banyak jadi tidak begitu terasa karena kami masih terus bercanda dan saling menghina. 
          Sesampainya di atas, waw..pemandangannya bagus! Ada banyak patung yang menggambarkan peristiwa-peristiwa Jalan Salib.
“Aku pengen foto di sana!” kataku sambil menunjuk patung-patung itu.
“Gak boleh di sana, Ci!”
“Tapi aku pengen di sana, di samping patuh-patung itu”
“Gak boleh, Achi” kata Mas Megand lagi. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami. Kami terus berjalan melewati rute jalan salib. Selama berjalan mengitari rute jalan salib, kami juga disuguhi pemandangan yang sangat waw! Bagus banget. Kami terus berjalan sambil bercerita macam-macam. Sampai di perhentian ke12 kami beristirahat dan kami duduk di bawah patung-patung yang menggambarkan “Yesus Wafat Disalib”. Aku masih cerita macam-macam dan Mas Megand hanya mendengarkan cerita-cerita gak jelas ku. Setelah selesai cerita aku juga ikut duduk di samping mas Megand. Kami diam, menikmati heningnya bukit Karmel dan pemandangan yang sangat bagus.
“Ci..aku sayang kamu” kata Mas Megand tiba-tiba, ya sangat tiba-tiba sekali.
Hah…What?? Aku gak salah dengar? Aku masih diam aja, melihat Mas Megand dengan tatapan heran dan bingung.
“Iya Ci…aku sayang kamu. Sejak …. (bla..bla..bla…)” Mas Megand masih mengeluarkan rayuan-rayuannya.
          Hmm..jujur ya, aku sama sekali gak mengira dan menyangka Mas Megand akan ngomong kayak gitu. Iya, aku bingung dan salting!#Aku kudu piye jal?
“Yaa ampun..ini tu terlalu cepat, Mas!!” kataku antara gemes dan emosi. Iya, dia membuatku gemes dan emosi. Kenapa tiba-tiba dia bilang kayak gitu? Aku bilang terlalu cepat karena menurutku kami belum saling “kenal”. Kami memang sudah kenal agak lama. Itu pun hanya kenal-kenal aja. Aku tau Mas Megand dan Mas Megand tau aku. That’s all. Bahkan ngobrol secara langsung pun cuma berapa kali, lainnya ngobrol lewat dunia maya. Hadehh..orang tua satu ini! Awr…
          Kami masih saling diam, sampai akhirnya kami berjalan turun dan duduk di depan gua Maria di Bukit Karmel. Kami duduk di bawah pohon besar. Mas Megand masih mengatakan gombalan-gombalannya. Duh mas…melting aku suwe-suwe.
          “Kamu gak perlu jawab sekarang kok Ci, aku cuma pengen kamu tahu aja” kata Mas Megand. Keraguan dan ketakutanku saat itu adalah karena kami baru bertemu dan dekat satu hari itu setelah selama bertahun-tahun kami tidak bertemu. Kok bisa coba dia langsung bilang kayak gitu? Hhm…
          Terus yang kedua adalah karena dia mantan frater. Terus apa yang salah dengan mantan frater? Hehe…ini sebenarnya dari cerita temenku. Katanya mantan frater itu egois. “Dia udah terbiasa sendiri, selama beberapa tahun dia sendiri dan memikirkan dirinya sendiri. Terus kalau kamu nikah sama mantan frater nanti kamu terlantar. Ada temenku yang juga nikah sama mantan frater. Lalu aku bilang ke dia, “Maaf ya, aku tidak bisa hadir ke pernikahanmu. Aku tidak tega melihat kamu akan hidup bersama dia untuk selamanya”. Ya tapi tidak semua mantan frater seperti itu kok. Kamu pikir-pikir lagi, dan yang penting kamu siap dengan pilihanmu itu.” Nah..mungkin aku adalah salah satu orang yang mudah terpengaruh. Dan kata-kata itu cukup masuk dan mempengaruhi pikiranku.
          Nah alasan yang ketiga ini berhubungan dengan masa lalu ku. Jadi, mantanku adalah temen seangkatan Mas Megand pada waktu di Seminari Menengah. Singkatnya, mantanku itu exsem, mantan seminari, seangkatan sama Mas Megand pulu! HAdehhh!! Mantanku itu mengerikan (bukan masalah tampang sih), terus mas Megand pernah bilang “yaa mungkin aku 11:12 sama mantanmu lah”. Aku tu takut! Aku takut kalo tingkah Mas Megand itu mirip atau hampir sama kayak mantanku. Dan, kalau aku beneran pacaran sama Mas Megand pasti akan ada (atau banyak) yang berkomentar, “tetep ya? Yang berbau seminari-seminari” atau “Wah udah naik tingkat ni, kemarin sama mantan seminari sekarang sama mantan frater” atau “Simpel sih, pasti karena dia exsem!” Huh…
          Itu sebenarnya kenapa aku belum juga mau bilang “Iya” atau “Maaf, aku gak bisa mas!”. Saat aku masih agak kalut dengan ungkapan Mas Megand, tiba-tiba gerimisss, hujan-panas, dan berangin. Yaak, tambah romnatis kan? Hhm… dan tiba-tiba muncul pelangi. Cantik!
          Menurut Mas Megand, pelangi itu pertanda bagus. Iya, kali ya?! Entahlah apa makna dari pelangi itu, tapi yang pasti karena panas, terus gerimis dan masih panas lagi. Pelangi di Bukit Karmel, entah itu pertanda bagus atau buruk, tapi aku berterimakasih padamu karena hadirmu menambah suasana romantis sore itu. Tapi semoga pelangi itu memang pertanda baik, iya semoga!
         

Kamis, 12 Juni 2014

Ucik ^^



“ …Miss janji yh kalau Uci udh klas 9 nanti Miss ke KalBar lagi yh, mungkin kalau Miss datangnya pas aku udh SMA, pasti aku udah pulang ke Medan untuk selamanya, Uci sayang Miss. I love U Miss. Titip salam yh Miss untuk keluarga Miss. “

Itu sepenggal surat dari Ucik, sepertinya isinya biasa aja sih, tapi bagiku luar biasa. Hehee… Dia satu2nya yang nulis “salam buat keluarga Miss”. Kayaknya biasa sih ya? Tapi nampak jujur dan polosnya tulisan seorang anak, tanpa dibuat2. Hihii… Dan, aku selalu terharu dengan tulisan2 mereka(bukan hanya tulisan Ucik), dengan kesan-pesan yang mereka;anak-anak; tulis untukku.

Ini tentang muridku, namanya Uci Lestari Hasibuan. Kata beberapa orang di tempatku kerja, anak2 Batak mempunyai semangat belajar yang tinggi dibandingkan anak2 asli sini. Tapi, yaaa..sebenernya gak semua sih. Ada banyak juga kok anak sini yang mempunyai semangat belajar dan ingin tau yang tinggi. Nah, Ucik, gadis Batak ini juga mempunyai semangat yang tinggi. Aku suka dan senang liat semangatnya.

Dia selalu ingin tau macam2 dan sangat ceria. Dimana ada dia, pasti suasana jadi ribut, tapi dia juga yang pertama teriak, dan nangis ketika mendengar kabar aku mau pindah. Yaaa ampun…. Dia yang meminta supaya aku gak pindah sambil air matanya terus mengalir. Dia pula yang akhirnya mau nulis surat/kesan-pesan buatku sambil nangis2.(Jadi nulisnya tu sambil terus berlinangan air mata*aku kudu piye jal?)

Dia juga yang tahu tentang pacarku. Terus dia pengen nulis di Koran, pengen wajahnya nampang di Koran lah, pengen jadi artis lah, dsbnya. Dia juga yang dengan antusias membaca artikel yang ditulis sama pacarku. Ucik juga yang beberapa kali ngobrol via tlepon sama Mas Dika; pacarku. Sampai beberapa anak kos bilang Ucik itu adeknya pacarnya Miss *what??* oke lah… Dia kecewa pas tahu kalau mas Dika datang ke kos dan dia gak ketemu *haduhh. Hahahaa*

Dia sering tiba2 ketok kamar ku dan masuk kamar setelah makan siang, ngobrol kesana-kemari, curhat/cerita kesana-kemari, dan akupun juga jadi curhat sama dia. Beberapa kali dia nulis cerita di bukuku, dan cerita pertamanya adalah tentang dua orang kakak yang memebenci adik tirinya. Nama kedua kakak itu adalah Lucia dan Astri, dan nama adik tirinya adalah Ucik. Ceritanya Lucia dan Astri sering menyiksa Ucik dan diakhir cerita Ucik meninggal. Hadehhhh…horror sekali ceritamu, Nak! Miss harus gimana coba???

Dia selalu bersemangat ketika kuajak pergi-pergi, bahkan cuma pergi beli sabun ke tetangga sebelah dia mau ikut. Kuajak jalan kaki muter pasar (bener2 cuma jalan muter) dia juga mau. Hahhaa….

Dia juga yang sangat bersemangat nyanyi “Hero” saat perpisahan kelas 9, padahal temen2nya gak mau, tapi dia tetep bersemangat nyanyi dan ngapalin lagu itu. Lagu yang pernah kuputarkan pada saat listening.  “Dalam setiap diri kalian pasti ada ‘hero’ nya” kataku waktu itu. Mungkin dia tambah bersemangat karena itu, mungkin. Lagu itu pula yang sering membuatku mencoba ‘survive’ disini, walaupun akhirnya aku kalah dengan egoku, aku kalah dengan diriku dan aku memutuskan untuk pulang. “Miss, kan miss kayak di lagu “hero” itu, jadi Miss gak boleh pulang!” kata seorang muridku saat itu. Dan aku hanya bisa tertawa. *hadehhhhh*
Okee…biarkan Miss belajar dari semangat, kejujuran, kepolosan, dan ketulusanmu, Ucik. Terimaksih boleh menjadi teman curhatmu dan terimakasih sudah mau jadi teman curhat Miss J

Thursday, 12th June 2014
10.08 p.m.