SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label YosSudarso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YosSudarso. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

Miss n Mr....

Jadi..ceritanya ini bagi rapor ala Miss Indonesia. Sebenarnya aku dapat ide ini dari blognya indonesia Mengajar. Hahaa...
Setiap anak itu hebat, istimewa, dan pandai dibidangnya masing-masing. Walaupun mereka bukan juara di kelas, tapi ada hal istimewa dalam diri mereka yang tidak dimiliki anak lain. Yaa...intinya supaya mereka tetep semangattt walaupun gak dapat juara sih.
Jadi pas terima rapot, ak membuat slempang dengan 3 kategori, yaitu Miss Vocabulary, Miss& Mr Friendly, dan Miss Enthusiasm. Nahh..sebenarnya, rencana awalku, gak cuma buat 3 kategori dan 4 slempang, ada banyakk rencana (banyak rencana, wkwkw), tapi berhubung membuatnya agak lama, agak ribet dan waktu itu aku juga lagi sibuk, jadi sampai hari H bagi rapot cuma jadi 4 deh. Hyahh..sedih :(

Miss Friendly (Jeni), Miss Vocabulary (Yovi), Miss Cantik, Miss Enthusiasm (Ucik), Mr Friendly (Frans. Frengki)

Kamis, 12 Juni 2014

Ucik ^^



“ …Miss janji yh kalau Uci udh klas 9 nanti Miss ke KalBar lagi yh, mungkin kalau Miss datangnya pas aku udh SMA, pasti aku udah pulang ke Medan untuk selamanya, Uci sayang Miss. I love U Miss. Titip salam yh Miss untuk keluarga Miss. “

Itu sepenggal surat dari Ucik, sepertinya isinya biasa aja sih, tapi bagiku luar biasa. Hehee… Dia satu2nya yang nulis “salam buat keluarga Miss”. Kayaknya biasa sih ya? Tapi nampak jujur dan polosnya tulisan seorang anak, tanpa dibuat2. Hihii… Dan, aku selalu terharu dengan tulisan2 mereka(bukan hanya tulisan Ucik), dengan kesan-pesan yang mereka;anak-anak; tulis untukku.

Ini tentang muridku, namanya Uci Lestari Hasibuan. Kata beberapa orang di tempatku kerja, anak2 Batak mempunyai semangat belajar yang tinggi dibandingkan anak2 asli sini. Tapi, yaaa..sebenernya gak semua sih. Ada banyak juga kok anak sini yang mempunyai semangat belajar dan ingin tau yang tinggi. Nah, Ucik, gadis Batak ini juga mempunyai semangat yang tinggi. Aku suka dan senang liat semangatnya.

Dia selalu ingin tau macam2 dan sangat ceria. Dimana ada dia, pasti suasana jadi ribut, tapi dia juga yang pertama teriak, dan nangis ketika mendengar kabar aku mau pindah. Yaaa ampun…. Dia yang meminta supaya aku gak pindah sambil air matanya terus mengalir. Dia pula yang akhirnya mau nulis surat/kesan-pesan buatku sambil nangis2.(Jadi nulisnya tu sambil terus berlinangan air mata*aku kudu piye jal?)

Dia juga yang tahu tentang pacarku. Terus dia pengen nulis di Koran, pengen wajahnya nampang di Koran lah, pengen jadi artis lah, dsbnya. Dia juga yang dengan antusias membaca artikel yang ditulis sama pacarku. Ucik juga yang beberapa kali ngobrol via tlepon sama Mas Dika; pacarku. Sampai beberapa anak kos bilang Ucik itu adeknya pacarnya Miss *what??* oke lah… Dia kecewa pas tahu kalau mas Dika datang ke kos dan dia gak ketemu *haduhh. Hahahaa*

Dia sering tiba2 ketok kamar ku dan masuk kamar setelah makan siang, ngobrol kesana-kemari, curhat/cerita kesana-kemari, dan akupun juga jadi curhat sama dia. Beberapa kali dia nulis cerita di bukuku, dan cerita pertamanya adalah tentang dua orang kakak yang memebenci adik tirinya. Nama kedua kakak itu adalah Lucia dan Astri, dan nama adik tirinya adalah Ucik. Ceritanya Lucia dan Astri sering menyiksa Ucik dan diakhir cerita Ucik meninggal. Hadehhhh…horror sekali ceritamu, Nak! Miss harus gimana coba???

Dia selalu bersemangat ketika kuajak pergi-pergi, bahkan cuma pergi beli sabun ke tetangga sebelah dia mau ikut. Kuajak jalan kaki muter pasar (bener2 cuma jalan muter) dia juga mau. Hahhaa….

Dia juga yang sangat bersemangat nyanyi “Hero” saat perpisahan kelas 9, padahal temen2nya gak mau, tapi dia tetep bersemangat nyanyi dan ngapalin lagu itu. Lagu yang pernah kuputarkan pada saat listening.  “Dalam setiap diri kalian pasti ada ‘hero’ nya” kataku waktu itu. Mungkin dia tambah bersemangat karena itu, mungkin. Lagu itu pula yang sering membuatku mencoba ‘survive’ disini, walaupun akhirnya aku kalah dengan egoku, aku kalah dengan diriku dan aku memutuskan untuk pulang. “Miss, kan miss kayak di lagu “hero” itu, jadi Miss gak boleh pulang!” kata seorang muridku saat itu. Dan aku hanya bisa tertawa. *hadehhhhh*
Okee…biarkan Miss belajar dari semangat, kejujuran, kepolosan, dan ketulusanmu, Ucik. Terimaksih boleh menjadi teman curhatmu dan terimakasih sudah mau jadi teman curhat Miss J

Thursday, 12th June 2014
10.08 p.m.

Jumat, 06 Juni 2014

Rafael



UKK hari pertama jam pertama aku ngawas di kelas 7C. Pelajaran yang diujikan adalah Matematika, jadi 2 jam kayak e tetep aja kurang bagi mereka. Sampai bel tanda waktu habis pun kebanyakan dari mereka masih coret2 kertas mereka.
          Nahh…beda dengan jam kedua, jam kedua, pelajaran yang diujikan adalah PKn. Kali ini aku masih ngawas di kelas 7, tapi udah bukan kelas 7C.  Jadi masih kurang 1 jam kebanyak dari mereka udah selesai, udah mulai debat sana-sini, udah mulai colek sana-sini juga (huh..padahal ya, nilai mereka jelek2, gak ada yang tuntas!)
          Duduk di depan ku adalah Rafael. Dia itu kembar, kembarannya namanya Rawel, tapi karena sering dianggap kerjasama, jadi duduk mereka dipisah. Sementara yang lain rebut sendiri, Rafael selalu Tanya tentang kepindahanku. “Miss pindah kemana?” “Setelah ini kemana?” “Terus masih ngajar kah Miss?” “Terus kalau Miss pindah yang ngajar bahasa Inggris kami siapa?” Jujur ya, aku gak tega menjawab pertanyaan2 semacam itu, jadi pasti langsung kualihkan ke topic lain.
          Nah yang membuatku terharu dan melting adalah, tiba2 dia bilang “Pokoknya semoga yang terbaik buat Miss ya. Semoga dapat jodoh yang bener ya. Miss hati-hati ya kalau cari jodoh,” kata Rafael dengan tampang serius tapir ramah. “hah..maksudnya?” tanyaku sambil tersenyum, ak terharu dengan nasehatnya. Hehee… “Yaa Miss kan tau pergaulan di kota, kayak di Pontianak. Hhm..gimana ya Miss, pokoknya mereka tu udah “gituu..gituu”, kalau di sini kan masih jarang Miss. Cari jodoh yang jelas ya Miss. Jangan awalnya baik, tapi setelah itu..hhhhmm…..Ya yang jelas tu maksudnya yang udah kerja juga Miss. Dan yang baik Miss, hhmm..pokoknya yang penting tu seiman Miss. Seiman dan udah kerja lah Miss. Hhmm..kayak pendetaaa,” kata Rafael dengan tampang berpikir keras. *What..kok pendeta??* “Ohh..iya ya? Hehee..makasih nasehatnya ya” kataku sambil tertawa. “Iya Miss, sama2. Ya itu Miss, pokoknya hati-hati kalau nyari jodoh, yang jelas dan yang seiman” kata Rafael.
SIAP….
          Dan gak terasa udah jam 12 dan bel udah berbunyi, lalu kusuruh mereka mengumpulkan lembar jawaban ulangan mereka sambil mendekati Rafael, “Okee..siap..Terimakasih nasehatnya ya” kataku sambil tersenyum.
          Hehee…sebuah kata-kata dan nasehat yang jujur, polos, dan logis dari seorang anak kelas 7. Terimakasih…terimaksih Rafael.

Selasa, 27 Mei 2014

…and they asked me to stay here again (and again)



The night after that …
Siangnya aku dan beberapa anak pergi ke WB. Sebenernya aku udah dapat kamar pojokan di WB, tapi entah kenapa kayak e aku nggak sanggup tinggal di sana. Mungkin karena aku masih shock gitu.
Akhir e Bu Thres bilang, “Kalau belum siap, nggak usah dipaksa untuk tinggal di WB. Di tempat saya saja.” Really2 my second angel. :D
Dan yang lebih membuat ku shock, kaget, gak menyangka, dan gak mengira adalah, malemnya ada Yuma dan Kiting. Mereka berdua tiba2 datang pas aku dan ibuk Thres makan malam. Intinya mereka mewakili temen2 kos gak memperbolehkanku untuk pindah/tinggal di WB. Yaampunnn…sumpah, aku terharuu banget, banget! Sopo jal aku ki? Aku baru aja datang dan mereka sungguh sangat baikk….Benar2 terharu dengan permintaan mereka.  All of those children in this boarding house are my little angels. :D Thank you J
                                                                                                            Pusat Damai, 23rd Juni 2013

***
            Itu adalah semacam diaryku pada waktu awal-awal aku sampai di tempat baru ini. Tempat yang sebenernya gak pernah aku bayangkan. Tempat yang aku datangi karena kenekatanku. Tempat yang aku datangi dengan alasan aku ingin mencari pengalaman baru, penglaman di luar Jawa bahkan sampai aku merengek2 pada kedua orang tuaku. Entahlah apa yang sebenarnya aku cariwaktu itu. Entah apa yang sebenarnya aku cari dan aku perjuangkan waktu itu dan sampai pada detik ini, disini!?
Hampir satu tahun aku berada di Parindu, Pusat Damai, Sanggau. KEbanyakan orang pasti ‘nggumun, kenapa aku mau dan bisa sampai sini. Awalnya sih aku merasa biasa2 aja, tapi setelah banyak orang yang ‘nggumun, aku pun juga jadi ‘nggumun sama diriku sendiri*hadehhhh!! Dari awal, aku emang Cuma berencana 1 tahun. Cari pengalaman, sebagai batu loncatan, ya itu alasanku.
            Sebentar lagi kontrakku sudah habis. Aku seneng banget, you know?! Tapi, pas aku bilang gak mau memperpanjang kontrak, kepala sekolah dan beberapa guru melarangku. Dengan alasan, nanti kurang guru, gak ada guru, susah nyari guru, harus nyari guru yang sreg (lagi). Jujur ya, aku terharu dan seneng pas ditahan, tapi aku juga pengen pulang. Masihh banyakk keinginan2ku. Aku masih labil,masih pengen ini itu. Penolakan resign ku membuatku kalut, marah, emosi. Belum lagi, setiap aku mau curhat sama bapak-ibuk selalu saja gak bisa. Telepon berkali2 gak diangkat, ak sebell! Aku mau cerita, mau curhat, tapi entah bapak ibuk lagi di mana L
            Singkat cerita, setelah berhari-hari mengalami kekalutan yang berkepanjangan, setelah berdoa, meminta pendapat dari sana-sini, sering nagis gak jelas, akhirnya aku memutuskan untuk benar2 resign. Boleh atau nggak, yang penting aku ngomong kan?! Tapi yang membuatku seneng adalah, Pak Markus (Guru Bhs Inggris sekaligus WaKaSek) mengijinkanku, “ya kalau itu memang pilihanmu, saya bisa apa lagi? Saya gak bisa memaksa pilihanmu. Sebenernya saya sedih, tapi saya akan lebih sedih dan kasihan kalau melihat kamu terpaksa”. Waaaa….sumpahh…..seneng dan terharuuuu bangettt!! Thank u, Mr Markus J
            Sebelum ada kejelasan ijin dari KepSek, udah ada beberapa murid yang menanyakan kebenaran tentang kepindahanku, ada yang melarangku untuk pindah, dan banyak yang memaksaku untuk ngisi surat perpanjangan kontrakku. Sumpahh..aku terharuuu.
Jumat (23rd May) akhirnya aku bilang sama Pak Roy (KepSek) kalau aku gak memperpanjang kontrak. Dan….Pak Roy memperbolehkan, walaupun aku tau itu dengan berat hati. Waaaa…aku seneng!!!
***
            Aku masuk ke kelas 7D, sebelum pelajaran, tiba-tiba Reori bilang, “Miss…benarkah mau pindah? Nggak usah lah Miss”. Aku cuma tersenyum, antara seneng dan sedih. “Miss ndak usah pindah lah Miss. Yaa miss. Aku nangis ni Miss. Miss aku udah mau nangis ni,” lanjut Reori dengan mata yang berkaca2. #aku kudu piye jal??
***
            Setelah istirahat pertama, aku masuk ke kelas 7E, dimana aku juga jadi wali kelas di kelas itu. Selama proses belajar-mengajar kelasnya tenang, ini sungguh peristiwa langka! Kelas 7E tenang, dan aku tau pasti karena mereka sudah mendengar desas-desus kepergianku. Setelah jam selesai, dan selesai berdoa, tiba-tiba Ucik (muridku yang paling bersemangat) teriakk dan langsung maju. Dan itu benar2 membuatku kaget dan bingung. “Kamu kenapa Cik?” tanyaku bingung.
“Miss jangan pindah lah Miss. Ya Miss, isilah surat kontraknya. Miss jangan pindah, kami gak mau Miss pindah, kami pengen sama Miss,”kata Ucik, dan dia nangis!! "Nanti siapa yang ngawanin ak ke WC malam2?" tambah Ucik. Haduhh…. Dan Dini, Denis, Angel, Hesti, Mesi, dan Jeni juga nangis. Ini kedua kalinya Angel nangis gara2 aku, yang pertama adalah setelah aku pulang selama 1 minggu untuk wisuda. Yaaaa ampunnnn Tuhan, aku kudu piyeee?? Semacam aku juga mau nangis dihadapan mereka.
“Miss, jangan pindah. Nanti wali kelas kami siapa? Miss pokoknya gak boleh pindah!”
“Miss, kenapa mau pindah? Gak usah bah Miss.”
“Miss pokoknya gak boleh pindah, gak boleh! Nanti kalau kami udah lulus aja Miss”
“Miss kenapa mau pindah? Gak usah bah Miss. Maaf ya Miss kalau selama ini aku sering rebut” kata Diki (salah satu yang paling rebut di kelas) disela tangis cewek2 tadi.
Jujur, rasa-rasanya air mataku juga hampir leleh, aku hampir nangis, dan mungkin aku juga udah nangis. Miss pun sayang sama kalian, Miss pengen pulang, tapi rasa2nya berat juga meninggalkan kalian. Tapi hidup ini pilihan, Nak. Ada banyak hal yang tidak bisa kita paksakan dalam hidup ini. Rasa2nya pengen bilang gitu kepada mereka, tapi aku tidak mampu. Dan akhirnya aku hanya bisa tersenyum, dan menyuruh mereka untuk gak nangis (apalagi Ucik), dan mengatakan kalau aku mau ke kantor. Lalu aku keluar dengan perasaan yang kacau balau dan campur aduk.
***
Di kamarku , sepulang sekolah.
“Miss, diisi bah Miss surat kontarknya. Jangan pergi dulu bah Miss. Tunggu sampai kami tamat SMP, habis itu kita sama2 perpisahan bah Miss. Yaa miss,”kata Tiara yang tiba2 masuk kamarku.
Aku hanya bisa tersenyum, antara sedih dan terharu.
“Miss masak tega ninggalin kami? Masa tega ninggalin adik2 Miss? Miss udah kami anggap sebagai kakak kami. Kami bah sayang sama Miss” lanjut Tiara.
Jlebbbb….rasa2nya pengen nangis untuk kesekian kalinya. Duhhh nak, aku gak mampu melihat tampang kalian dan permintaan kalian. 
“Miss…pokoknya harus diisi. Miss gak boleh pergi dulu, gak boleh pulang. Boleh sih liburan besok pulang, tapi setelah itu balik lagi,” tambah Beata.
26th Nov 2013...Thank u :D









***
Malam, it is almost 9 p.m. Udah waktunya mereka untuk tidur. Tapi masih ada Irfan dan Yudi yang lg beli popmie. Dan aku masih nunggu mereka di depan kamar sambil duduk. Tiba-tiba Irfan duduk di sampingku.
“Miss, benarkah Miss mau pulang?” Tanya Irfan tiba-tiba
Hweh? Irfan, sepertinya dia cuek2 denganku, tiba2 tanya gitu.
“Kenapa eamng?” tanyaku sambil tersenyum.
“Miss, ndak usah pulang lah Miss. Ndak enak kalo ndak ada Miss. Yaa Miss, ndak usah pulang dulu lah” kata Irfan dengan tampang memelasnya. Duhhh, nakk…. 
Dan saat aku ngetik ini, tiba2 ada BBM dari Tina, “Miss jangan pindah lah
Yaa ampun…aku kudu piye jal??
***
Miss sayang sama kalian semua, Nak…..
Dan, terjadi lagi, seperti beberapa tahun lalu, saat aku resign dari SD. Aku seneng resign tapi setengah hatiku juga sayang meninggalkan mereka. Sekarangpun sama, aku seneng banget akhirnya pak Roy mengerti keinginanku, tapi aku sedih dan sayang meninggalkan anak2 itu… Huhuuhuu….


Jumat, 02 Mei 2014

Nyanyiii....

Jadi, karena setiap doa di kelas tu kayak e cuma monoton terus..."Our Father, who art in Heaven, Holy be ..., etc" terus kadang-kadang ku ajak mereka doanya pakai nyanyian. Ini terinspirasi pas kuliah speaking sama Suster Rachel. Pada waktu itu, setiap memulai kuliah, doanya pasti pakai nyanyian2 rohani gitu, dan pasti beberapa diantara kami tetep ada yang gak serius, sambil ketawa2, dsb. yayayaaa....

Nah, sekarang, aku juga nyoba doa pakai nyanyian...Padahal ya, padahal ya, aku tu gak bisa nyanyi! Hadehh...tapi paling nggak aku masih apal notnya. Jadi kalau muridku bilang, "Miss latihan notnya dulu, " pasti aku njawabnya, "Nggak usah, kelamaan, nanti waktunya habis." Wkkwkwk..padahal karena aku juga gak bisa nyanyi. Jadiii, santakk jak. :D

So far, aku baru memakai 2 lagu, yaitu Give Thanks dan I Know the Lord

Give Thanks 
Give thanks to the Holy one,
Give thanks with a grateful heart
Give thanks because His given, Jesus Christ, His Son
and now, let the weak say I am strong
let the poor say I am rich
because of what the Lord has done, for us
Give thanks..give thanks..give thanks...


I Know the Lord
I know the Lord will make a way for me
I know the Lord will make a way for me
If I look for Him and pray
Darkness night will turn to day
I know the Lord will make a way for me

Jadi, sebenarnya tiap doa sambil nyanyi pun aku mau ketawa. Karena sebenarnya aku gak bisa nyanyi, haha...jadi aku ngasih contoh dulu pelann-pelannn gimana cara nyanyi dan juga pengucapannya, habis it pasti mereka bersemangat. Tapi, pas doa pun beberapa diantara mereka kayak e juga mau ketawa gitu. Ahhh..sudahlah....

Knock...knock...

Knock..knock...^^
So, this is one of a games that I use in the classroom. The aim of this game is to remind the vocabularies.
Examples :
1. A  : Knock..knock...
    B  : Who's there?
    A  : Brigita
    B  : Brigita, who?
    A  : Bring me the book.

2. A : Knock ...knock..
    B : Who's there?
    A : Doni
    B : Doni, who?
    A : Don't be lazy!

3. A : Knock...knock..
    B : Who's there?
    A : Kendly
    B : Kendly, who?
    A : Can you help me?

4.  A : Knock...knock..
     B : Who's there?
     A : Maya
     B : Maya, who?
     A : May I know your name?

5. A : Knock..knock..
    B  : Who's there?
    A : Ai
    B : Ai, who?
    A : I love you

6. A : Knock..knock..
    B : Who's there?
    A : Willy
    B : Willy, who?
    A : Will you marry me?

Yap, jadi anak-anak cuma nyari kata-kata yang suaranya sama dengan nama yang mereka sebutkan, tulisan lain gak masalah. Hahaa...Seneng adalah ketika mereka mendapatkan banyakkkk sekali nama-nama imajinasi mereka dan juga kalimat-kalimatnya^^