SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

LDR

Yaaa....2 days are always enough for us (for this time)!
Mas Dikaaa...
In his very hetic works, he told me that he got 2 days off. So he decided to come back Jogja. Hehee...
And the journey was started again, again (and again). Yuhuu....
Actually we only went to 2 places; Mangunan & Lawangsih. But, still, it was OK! Hahaa....








 Well, hopefully we'll have a short enjoyable holiday :D

Jumat, 13 Februari 2015

SKE (Sindu Kusuma Edupark)

Sindu Park....ini adalah tempat buat main2 di Jogja dan masih lumayan baru. Lokasinya ada di Jl. Magelang km 3 (Jambon). Kalau mau mudah, perempatan beringin sebelum jambon resto itu ke arah timurrr terus. Ntar pasti ketemu kok.

Sindu Park buka jam 15.30-23.00 WIB. Disana ada banyak permainan gitu, yaa kayak dufan gitu (tapi permainannya lebihh banyak dufan kemana-mana sih. hehee...)

Ada bermacam-macam permainan disana, seperti: ferris wheel (bianglala), bumper car (bom2 car), giant swinger, rotary cupcakes, dsb. Terus ada borobudur dan prambanan juga lohh. hohohooo....

Tiket masuk

Bom2 car duluuu

Ferris wheel

Jalan keluar



Kalibiru

Yeii..akhirnya sudah sampai ke Kalibiru. Jadi bulan Desember kemarin, Mas Dika n aku ke Kalibiru. Sebelumnya, kami ke Waduk Sermo dulu. Setelah foto-fo di Waduk Sermo kami naikkkkk menuju ke Kalibiru.

Kalibiru, jangan dibayangkan di sana ada kali yang airnya berwarna biru ya! Nggak ada, jadi nama "Kalibiru" itu adalah nama daerahnya. Kalau menurutku, nama "Kalibiru" itu karena di tempat itu kita bisa melihat Waduk Sermo dari atas, dan Waduk Sermo nya kelihatan seperti kali yang airnya jernih sehingga berwarna biru (aku buat-buat sendiri sih. wkwkwk)

Setelah sampai di parkiran Kalibiru, deng..deng..kita harus berjalan kaki, dan itu naikkkk gituu. Setelah itu kita beli karcis, dannn masih jalannnn lagi, naikkk lagi....

Kalau mau main2 yang berjenis outbond gitu, ada juga kok. 1 paket bayar Rp 25.000,00 , ada 5 permainan. Kalau mau foto2 di atas pohon, bisa juga. Bayar Rp 10.000,00. Tapi pakai kamera kita sendiri, jadi kita gak dapat hard copy foto kita dari mereka gitu. Kalau gak mau main2 gak mau foto2, bisa juga (kayak kami), lihat pemandangan yang waoww udah bikin hati ademmm kok. :D :D

Ini di Waduk Sermo :)

Kalibiru :)

Ini dia...gak rugi kok jalan naikkk terus. wkwk

Ini salah satu permainannya

Nah foto naik pohon gini bayar Rp 10.000,00

Gak usah foto naik pohon juga udah oke, iya kan? :D :p

Ini Waduk Sermo, sejukkk

Jalannn naikkk

Waduk Sermo dari Kalibiru :D

Kamis, 08 Januari 2015

Surat untuk Mbah Kakung#2



Hallo Mbah…..
Apa kabar simbah disana? Pasti sudah amat sangat bahagia sekali ya…hhmm..
Sebenere aku mau nulis surat ini pas 1000hari simbah, tapi simbah ngertos lah, aku, kami amat sangat sibuk untuk mempersiapkan rumah simbah yang baru. 

Iyaa, kami semua sibuk banget mbah. Terutama bapak n ibuk. Banyakkkk orang datang untuk mengenang mbah kakung. Bahkan dari tetangga desa juga datang untuk mengenang mbah kakaung. Banyakkk uluran bantuan dan tanda kasih dari mereka semua. Dari mbah Djono, mbah Dirjo dan semuanya. Oh iya, yang dari Kalimantan pulang semua lho Mbah. Ada Budhe Sri, Pakdhe Adi, Chita, Grace, Pakdhe Kam-Budhe Heli, dan Lek Nyoto. Semua pulang mbah, dan tentunya ada aku juga mbah. :D 

Ehhm….1000 hari, rumah baru buat simbah. “Kenapa harus 1000 hari? Karena 1000 hari adalah tanda kesempurnaan, kelengkapan. Artinya simbah sudah sempurna, sudah bahagia di alam sana….” Yaa mungkin beberapa kata itu yang masih kuingat. 

Iya, mungkin simbah sudah bahagia, dan aku yakin itu. Tapi kok rasa-rasanya aku belum ikhlas ya? Iya, aku tau, aku salah sih kalau aku belum mengikhlaskan dan belum merelakan mbah kakaung pergi, yaaa..tapi…itulah adanya e mbah. 

Maaf ya mbah kalau ketidakrelaanku selama ini (mungkin) menghambat jalan simbah menuju sang Pencipta. Maaf mbah karena aku masih sedih, bahkan misa 1000 hari kemarin pun aku masih sedih. Maaf mbah, aku tidak pernah mau membaca doa umat saat misa ne mbah kakung, kenapa? Yaaa…karena aku ra tekan, dan aku pasti pengen nangis. Maaf mbah. 

“Moy, amoy…” Ahhhgr…aku dan mbak Nana tidak pernah mendengar pujian itu lagi. Hahaa! 

“Aku nunggu kowe re dho bali e!” Ahgr…aku dan mbak Nana juga tidak pernah mendengar kata-kata itu lagi dan melihat mbah kakung masih berdiri di pojokan rumah, padahal udah malam. 

Yaa…rasa-rasanya bukan hanya aku yang masih belum rela dan masih heran kok mbah kakung pergi secepat itu. Banyak yang bilang, kalau simbah punya cekelan, iyo po mbah?? Bahkan Bapak yang serumah dan yang ngurus simbah pun gak tau kalau simbah punya cekelan. Dan aku, cucu yang paling dekat sama simbah, sering nggosip sama simbah pun gak tau kalau simbah punya cekelan. Kok mereka bisa bilang begitu?

Katanya, ada yang sudah merasa kalau simbah mau pergi. Ah sok-soakan banget kan mbah?! Yaa emang sih orang tua-orang tua jaman dulu katanya punya cekelan. Simbah juga po?? Katanya kalau cekelan nya itu dibuang, maka mereka bisa meninggal dengan gampang. Iya kah mbah?? Kok simbah gak bilang apa-apa dulu ke kami?? Kok mendadak sih mbah?? Iya, simbah sama sekali gak ngrepoti sih, tapi itu terlalu mendadak mbah…Kok mbah kakung milih tanggal itu? Kok gak bilang apa-apa dulu ke kami??

Ahh….sudahlah….maaf ya mbah, karna aku masih sedih. Baik-baik di surge ya Mbah Kakung. Doakan kami semua yang masih berjuang ini mbah, beri kami restu untuk setiap rencana kami ya mbah. Salam juga kangge Mbah Putri dan Mbah Dirjo. Selamat bahagia di surge mbah. Kami semua amat sangat mencintaimu :D

Senin, 13 Oktober 2014

Membuat passpor? hayukk....



Jadi ceritanya aku udah punya passport. Hehee…dan ternyata membuat passpor itu gampang banget kok, kayak membuat KTP. Kemarin sebelum membuat passport, aku udah searching-searching tentang membuat passport, well, it helps me so much! J Ada juga kok pembuatan passport secara online, kita tinggal buka link, klik-klik trs tinggal datang ke bandara, tapi kita harus upload berkas-berkas kita.  Kalo dari info yang aku dapatkan, aku harus bolak-balik ke kantor imigrasi 3 kali, dan biayanya adalah Rp 255.000,00. How about now? Check this out! 

Karna aku tinggalnya di Jogja, jadi aku membuat passport di Jogja aja yaitu di kantor Imigrasi, di Jalan Solo, letaknya depan SPBU Bandara Adi Sucipto atau sebelah barat Bandara. Nah setelah sampai disana, nanti ditanya2 sama mas-mas penjaga di depan pintu. Setelah itu diberi nomer antrian dan disuruh ngambil map kuning di sebelah kiri pintu masuk. 

Setelah mengambil map, langsung kita isi aja data-data diri kita. Oh iya, supaya cepet, kita persiapkan syarat-syarat yang harus kita bawa, yaitu
1.    Fotocopy KTP dan KTP asli
2.    Fotocopy KK dan KK asli
3.    Fotocopy ijazah/akta kelahiran/surat baptis dan yang asli (pilih salah satu)
Ingat ya, kita harus bawa yang asli juga. Sebenernya syarat-syarat diatas udah cukup kok, tapi kalau kita mau go aboard dalam rangka student exchange atau tugas dari kampus gitu, kita juga perlu surat rekomendasi dari kampus beserta fotocopyannnya.
Nah, kalau yang mau cari passport anak dibawh 17 tahun, syarat-syaratnya sama kayak yang di atas itu, tapi ditambahi dengan
1.    Fotocopy KTP kedua orang tua dan KTP asli
2.    Surat pernyataan dari orang tua.
Ribet? Nggak kok, yakin deh!
Setelah kita isi data-data yang ada di map kuning tersebut, kita tinggal tunggu no antrian kita dipanggil di loket 1. Kalau loket 2 dan 3 itu untuk yang udah daftar online.

Kemarin aku sampai di Kantor Imigrasi sekitar pukul 08.30 WIB dan aku udah dapat antrian no 67. Jadi kalau mau cepet, sebaiknya datang pagi-pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Sambil nunggu no antrian, aku ngobrol-ngobrol sama mbak cantik. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, ternyata dia anak UGM Keperawatan. Namanya Shintia. Rumahnya deket Gereja Ganjuran. Dan dia juga pertama kali ini membuat passport. Dia dapat antrian no 66. Dia mau ke Thailand dalam rangka semacam pertukaran pelajar. Ihh waww banget ya? Waaa…Lalu kami saling tanya apa beda passport 24 halaman dan 48 halaman, berapa harganya, dsb.

Setelah kami searching-searching ternyata passport 24 halaman itu berlaku selama 3 tahun. Biasanya digunakan oleh orang-orang yang mau naik haji, sebagai TKI, atau ada tugas khusus. Harganya pun lebih murah, sekitar 200an ribu.
Sedangkan passport 48 halaman itu untuk umum. Masa berlaku selama 5 tahun. Harganya lebih mahal, yaitu sekitar 255ribu. Oke, fix, berarti kami nyari yang 48 halaman. Nah karena nomer antrian kami masih lama, akhirnya dek Shintia ke kampus dulu. Kami saling bertukar nomer HP, dengan tujuan kalau udah sampai nomer antrian 60 aku bisa SMS ke dia.

Sejenak aku nunggu sebentar, melihat kanan-kiri, dan….aku melihat sosok mbak Endang! Jadi dulu kami ketemu karena sering berkelana di kapel kampus *berkelana?* Mbak Endang itu dari BK 2006. Dia kemarin sama anaknya yang no 3. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, ternyata mbak Endang juga baru aja resign, yaitu Juni tahun ini *ahh, out of the context!* Ternyata yang membuat passport adalah anak mbak Endang. Anaknya itu mau ikut festival tari di Hongkong. Anaknya baru kelas 3 SD, di SD Kanisius Condong Catur *cah cilik ik wes tekan hongkong, aku? =.= *

Setelah nunggu agak lama, akhirnya tibalah giliranku. Itu termasuk cepet dink karena ada beberapa nomer antrian yang dipanggil tetapi orangnya nggak ada. Dan pas aku tanya di dalam, kalau nomernya tadi kelewatan gimana? “Wah, ya nanti kami panggil lagi mbak. Kalau semuanya udah habis” Nah, jadi kalau ngantri, mending nggak usah ditinggal pergi-pergi ya.

Aku masuk ke ruangan dan ke loket 1. Sama mbaknya ditanya, mau ke mana, alamat, pekerjaan, dsb. Setelah di cek semuanya lalu langsung disuruh foto. Fotonya nggak jauh kok, cuma di deket mbaknya udah ada petugas khusus yang memfoto.

Pas foto gak boleh pake kacamata. Ternyata petugas yang memfoto itu adalah Pak Matheo, dia adalah suaminya temenku yaitu Ivon. Setelah selesai foto, ditanya-tanya lagi, disuruh ngecek nama, alamat, dan tempat/tanggal lahir. Terus dikasih slip. Slip itu digunakan untuk membayar ke bank BNI. Dan ternyata sekarang mbayarnya adalah Rp 355.000,00. Itu berarti naik Rp 100.000,00 huhuhuu….. Passport kita akan jadi 3 hari setelah kita bayar ke BNI.

Setelalah selesai, aku dan dek Shinta menuju Bank BNI UGM yang letaknya disebelah selatan Radio Swaragama. Karena sebelum berangkat tadi aku udah ngambil uang duluan, jadi aku langsung bayar. Sedangkan dek Shinta ngambil uang di ATM dulu. Bayarnya jadi Rp 360.000,00 karena Rp 5.000,00 digunakan untuk administrasi. Tidak berapa lama, muncullah dek Shintia. Lalu dia segera membayar, setelah selesai membayar, kami masih ngobrol ngalor ngidul. Lalu kami berpisah. Wah, dapat teman setengah hari juga deh J

Tiga hari berikutnya, aku mengambil passport di kantor Imigrasi. Proses ngambilnya cepet kok. Setelah mendapatkan passport, kita disuruh untuk mengecek nama, alamat, foto, dan tempat/tanggal lahir kita. Setelah bener semua, kita disuruh tanda tangan dan disuruh memfotocopy passport kita @2 lembar. Disana juga ada tempat foto copy kok, yaitu di sebelah bawah, deket parkiran. Foto copynya bayar Rp 1.000,00. Setelah difotocopy, satu diberikan di kantor Imigrasi satunya kita bawa. Setelah itu…..jreng..jreng..selesailah acara pembuatan passport. Gampang dan cepet kan? J

Jadi kalau kita akumulasi biaya pembuatan passport adalah:
1
Biaya pembuatan passport
Rp 355.000,00
2
Administrasi Bank
Rp      5.000,00
3
Parkir 2@1000
Rp      2.000,00
4
Foto copy passport
Rp      1.000,00

Total
Rp  363.000,00


Selasa, 16 Oktober 2012

Bunga dari sampah plastik :D

Yeii..yeii...akhirnyaa aku bisa membuat bunga..
Ahahhaa...setelah berminggu2 aku mencari inspirasi dan nyoba2 membuat bunga untuk tugas pra IYD 3, dan jadilah bunga dari sampah plastik...
Sebenere aku bisa juga diajari sama mas-mas dan mbak-mbak YSC sih..hahhaa, at least i made it done lah.... :D
Ini dia bunga2 sampah plastik ala Astri.. :D 

Bagus kan ? :D

Ini juga bagus :D

Kalo banyak pasti lebih bagus lagi.. :D 
Nahh,.gimana cara membuatnya?? Simple and gampang kog. :D
Materials: bungkus2 plastik (bisa kopi, makanan kecil, agar2, dsb), lidi, plester.
Steps....
First, lipat bungkus2 plastik tersebut, jadi segi empat. Gunting bagian yang berwarna emas (akan digunakan untuk tangkai).

Next, gunting bungkus2 tersebut seperti bentuk daun.

Third, tempelkan guntingan2 bungkus tersebut di plester. Jangan tempelkan seluruh bagian, tapi hanya setengah aja. 1 bungkus kopi ukuran sedang bisa jadi 8 potongan.

Fourth, lilitkan plester yang udah ditempeli potongan2 plastik tersebut. Bila tidak bisa membentuk bunga yang mekar, dibentuk sendiri dan harus pelan, dan sabar2 :D

After that, untuk tangkai, tempelkan potongan plastik yang berwarna emas ke plester. Potong panjang2 dan tempelkan seluruh bagian ke plester. Setelah itu lilitkan sebagai batang.

Sixth, buat lagi dengan cara yang sama tapi agak pendek, ini berfungsi sebagai cabang. Setelah selesai gabungkan kedua bunga tersebut menggunakan plester yang sudah diliti bungkus yang berwarna emas.

Finally,..jadi deh bunga dari sampah plastik..uhuiii.....Semakin banyak pasti semakin bagus... :D

Minggu, 17 Juni 2012

Semarang-Sleman-Boyolali

Semarang-Sleman,.aku gak tau apa yang dirasa,.
tapi pasti capekk..capekk banget...
Macet,.mobil, bus, truk...

Sleman-Boyolali,.
aku pun capek,.
hanya duduk saja capek,.
apalagi kamu?
aku pun merasa bersalah dan berdosa

Boyolali,
aku diam, aku bingung,.
pasti kamu menjadi bahan gosipan, karena kebodohanku,.

Boyolali-Sleman,
aku ngantuk,.
krik-krik,.
jujur aku bingung apa yang harus aku katakan padamu,.
dan jujur ak merasa bersalah dan berdosa sekali,.

Kagum,
Yaa...aku sangat-sangat mengagumimu,.
Kamu sangat2 baik dan ramah
Dan aku meleleh,.ya mencair dan meleleh,.
------------------------------------------------------------------------
Dan sekarang?
Masih mungkinkah kita rencanakan hal serupa lagi
Hampiri diriku untuk ke semarang?
Atau kah ini tinggal mimpi?

Semarang-Sleman-Boyolali,.
Yaa..mungkin itu untuk yang terakhir kali,.
Kini, haruskah aku menyesali kebodohanku?
Mungkin tidak! Ya,.tidak..



Minggu, 13 Mei 2012

Gua Maria Watublencong


This is the real photo of Gua Maria Watu Blencong from my phone

Jiahhhh.....kemarin-kemarin-kemarin2 yg lalu tgl 5 Mei 2012,..aku, Tyas, Warih, LAyung, MBak Mbolin n Theo pergi ke Gua Maria Watublencong. Guam Maria ini terletak di Boro, Kulon Progo. Jadi, dari Gereja St. Maria Liseux Boro itu naikkk terusssss.....Jalannya gak begitu ekstrem sih. Mending jalan ke Gua Maria Watublencong ini daripada ke Gua Maria Sendang Sono.

Sampai di sana, kami menitipkan motor kami ke rumah warga. Terus,..kami naik, jalannya bener2 jalan desa, kayak di sekitar rumahku gitu malahan...Ada sebuah persimpangan, ke kanan dan ke kiri. Jalan ke kiri sebenernya ada tanda panah dan tulisan "Gua Maria Watu Blencong" gitu, tapi kata temen ku,lebih dekat kalo lewat sebelah kanan. Nah..karna aku dan keempat teman ku belum pernah ke sana, maka kami ikut sarannya temen ku itu.
Dan..fyuhh2..ternyata jalannya....naekk terus, panasss banget dan berbatu2 terjal....Sumpahh capekk banget...
Tapi setelah sampai sana,..yaa gak sia2 lah..hehe..tempatnya bener2 diatas gunung, panas, dan sepii banget.

Konon,..asal muasalnya Gua Maria Watublencong itu dari mimpi seorang warga di sekitar situ. Ada juga yang bilang kalo batu di daerah situ atau tempat sekarang Maria ditahtakan bisa menyala2 gitu kalo malam..Semoga dengan adanya Gua Maria Watublencong,.iman, harapan dan kepercayaan kita pada Maria semakin bertambah.
Amen ^^




 Ini yang d bawah warih,.yang satunya lagi Theo..
Nah kalo ini, aku ngambil dari internet...Sama juga sih,.cuma ini lebih deket n fokus.