SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Gembel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gembel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

OH IYA!!

Oh iya, kan mereka datang sendiri tanpa ditelepon! Mereka datang bisa dihari dan jam yang sama tanpa ditelepon.

Oh iya, kan kertas itu bisa langsung ditangan mereka, mereka bisa tahu tanpa dijelaskan. Mereka bisa teratur keluar masuk ruangan.

Oh iya, data-data mereka kan bisa rapi sendiri, bisa muncul senciri di laptop tanpa ditulis.

Mereka bisa datang sendiri tanpa diingatkan

Uang bisa cair dan bisa jalan2 sendiri.

Data bisa mengolah diri mereka sendiri tanpa ada yang ngotak-atik.

Informasi bisa mereka mereka mereka merekaaaaa semua dapat tanpa ada yang ngasih tahu.

Apaaa saja bisa sendiri kok. Rasah dikapak-kapake iso!

Merekaaaa merekaaa ber 70an datang diwaktu yang sudah dijadwalkan yo iso, rasah ditelepon!


Aahahaha! Oh iya! Aku kan emang ra tau ngopo-ngopo yo! HAHA! Lucuuukkk..kayak eek e ponyo&texas.

Senin, 30 November 2015

Gereja Rawamangun dan berakhir dengan muntah-muntah :(

Gereja kedua yang aku kunjungi saat aku mulai stay di Jakarta adalah Gereja Rawamangun, Paroki Keluarga Kudus. Sebenarnya dulu aku pernah kesini pada waktu Om Iwan belum nikah. Nah ini aku bisa sampai misa di Gereja Rawamangun juga karena aku ke tempat Om IWan.

Jadi, hari Sabtu pagi aku ke tempat Om IWan. Dari blok M ke Rawamangun, aku menggunakan bus Mayasari dan turun di Arion. Hayo tebak, aku nyasar nggak? Iya lah! Jadi aku malah turun di terminal Pulau Gadung. Dan, deng,…deng.. “Loh ini udah perhentian terakhir mbak” ; “Oh seharusnya turun di Arion mbak” ; “Oh, naik metromini itu aja mbak” Huwaaa…nyasar…. Akhirnya dari Pulau Gadung aku nyari angkutan kecil menuju ke Terminal Rawamangun. Sempat takut sih, tapi untung aja dapat sopir yang baik. Setelah sampai di terminal Rawamangun, aku naik bajaj ke rumah Om Iwan. Hayoo tebak, aku nyasar nggak?? Hahaa,,,hampir kebablasan!

Sorenya, kami mengantar Bulik Tari ke Bandara. Buli Tari ada DLN di New York. Ihh waw. Minggunya, Om Iwan, Goldy, dan aku ke Gereja Rawamangun. Gereja Rawamangun beralamat di Jl. Balai Pustaka Baru RT 001/RW 07, Rawamangun, Jakarta Timur. Di belakang Gereja ini ada sekolahan Tarakanita. Kami waktu itu misa jam 06.30 WIB. Jadwal misa di GEreja Rawamangun adalah:

1.    Misa harian              : 06.00
2.    Misa Sabtu sore       : 17.00
3.    Misa Minggu            : 06.30, 08.30, 10.30, 17.00, dan 19.00
4.    Misa Sabtu               : 17.30 (di Kapel)

Oke, jadi aku emang jarang makan pagi, emang gak pernah sih. Dan so far, I am fine ya! Hari Minggu itu juga, aku nggak makan pagi. Misa berjalan seperti biasa. Setelah selesai komuni, Goldy ngajak ke depan patung Bunda Maria. Aku masih baik-baik aja. Beberapa saat Goldy nyalain lilin, dan aku benar2 mulai ngga enak badan.

Rasanya lemes, pusing, berkunag2, dan ingin pup. Setelah Goldy selesai berdoa, aku langsung ke kamar mandi. Dan…di kamar mandi, langsung, rasanya pengen muntah2, tapi gak keluar, badan sudah lemas, pengen pup juga gak keluar. Ahhh pokoknya rasa2nya udah sakaratul maut gitu deh!*emang pernah?? Zzzz…..  Aku masih di kamar mandi terus, bahkan sampai berkat penutup dan lagu penutup.

Aku pasti dicari Om Iwan, jadi aku erusaha keluar dari kamar mandi, tapi baru berapa langkah, rasa2nya pengen muntah2 lagi. Yaawohh! Dann…akhirnya, Om Iwan dan Goldy menemukan ku yang sudah lemes dan mau pingsan di kamar mandi. Om Iwan langsung membawaku ke poliklinik. Udah diperiksa2 gt, dan…diagnosisnya adalah aku kena maag! Halahh…zzzzz….

Setelah dikasih obat, dikasih the panas, dan dikasih makanan sama Om Iwan, kami pulang. Sampai di rumah Om IWan, aku langsung di suruh makan, minum obat dan tidurrr sampai siang.


Iyuh banget lah pokok e aku ki….zzzzz

Jumat, 20 November 2015

Ini cerita mudikku#2

 It has been long time....
Yakk...lancut ke cerita mudikku part 2. Jadi fiz aku pulang dengan trevel. Tanggal 14 aku masih masuk kerja dan pulang kerja aku langsung minta dijemput sama itu trevel.

Singkat cerita, akhirnya aku dijemput di Blok M sekitar jam 6 an. Aku dijemputt dengan mobil avanza. Seneng doh ah, samapi Jogja pakai mobil itu, it means, penumpangnya juga gak banyak, gak perlu waktu yang lama untuk jemput2 penumpang lah ya! Eits, jangan seneng dulu Astri!

Setelah mobil Avanza itu penuh, kami melunjur ke Kalimalang, dan disana aku baru bayar trevel itu. Mahal! Setelah itu mas2nya mengajak kami untuk pindah mobil! What? Kok mobilnya besar, ini kayak bis tapi kecil gitu! "Terserah mau duduk di mana, masih banyak yang kosong!" kata mas2 itu. Oke, kami langsung cari tempat duduk dan memang masih banyak yang kosong sih.

Dannnn akhirnya, jam 11 malam mobil itu baru jalan! Aku udah emosi, tapi mau gimana lagi eh ya?! zzzz....Dan aku sampai Jogja tanggal 16! Gileee!!!

Tapi, ada hal yang tidak terduga...yaitu, aku satu trevel sama Pakdhe Slamet! Apaa?? Pakdhe Slamet pakai trevel busuk ini? Hahhaa..Iyaa! Yaaa udah deh ya, aku mau marah2 lagi tapi trs ngapa jal??

Intinya, capek di jalan! Udah gitu doang! Hahahaa....

Rabu, 29 Juli 2015

Ini cerita mudik ku#1



Mudik! Dulu sempat kepikiran pengen ngerasain yang namanya mudik pas Lebaran atau libur panjang, dimana macet dimana-mana dan penuh cerita panjang. Dulu, ak gak terlalu excited kalau ada saudara dari Jakarta yang pulang pas lebaran.
Dan…Lebaran kemarin rasa-rasanya aku ngomong sama diri sendiri, “Tuhan memeluk doa-doamu, Astri! Rasakno!” Eyakk…aku mudikk!!

Jadi, awalnya, aku sama sekali gak kepikiran untuk pulang pas lebaran, aku gak ikut heboh cari tiket kereta pada bulan April itu, aku gak heboh membicarakan susahnya cari tiket, atau tiket kereta udah habis, atau harus begadang sampai jam 12 untuk cari tiket kereta! Aku aman, damai, tenang! Iyaa! Kenapa aku gak excited untuk cari tiket? Karena aku ngga tau pas lebaran masih di Jakarta atau udah di kota lain atau bahkan udah pulang ke rumah. Terus aku mikirnya, kalau masih di Jakarta, ya udah ngga pulang, bisa ketempat Om Iwan, Bu Rita or just stay calm at my boarding house =.=

Tapi, suatu pagi yang sudah mendekati lebaran, kira-kira 2 minggu sebelum lebaran dan hawa-hawa lebaran mulai terasa di jalanan, di kantor, dan di hati dan pikiranku, ada Mas Devy ke ruangan. Mas Devy itu orang IT, rumahnya di JaKal KM 13. Waktu itu Pak Ibeng tanya ke Mas Devy, pulang atau ngga, naik apa, dsb. Dan..ternyata Mas Devy pulang naik motor!
 “Hah…naik motor mas? Dari Jakarta ke Jogja?” tanyaku kaget.
“Iya, naik motor.Libur Paskah kemnarin aku juga pulang naik motor kok.Kamu pulang ngga?”
“Nah kui Astri, bareng wae.Paling Cuma modal helm aja, bla, bla, blaa…” kata Pak Ibeng.

Dan…muncullah ide rodo racetho ini. Iyaaa, aku pengen pulang! Bisa itu nebeng mas Devy! Hahahaa…Lalu kuceritakan ide ini pertama-tama ke Mas Dika, dan tentunya Mas Dika marahhhh, marahh, dan marahhh. Okee! Aku sebel!! Aku udah terlanjur seneng ada jalan mau pulang ni!! Zzzz…. Lalu kuceritakan ideku ini ke Mb Nana dan Ibuk.Tentunya, mb Nana dan Ibuk marah-marahh-marahh juga. “Rasah nggaya, rasah, aneh e kowe ki, bla, bla, bla, blaaa…” Oke..oke Buk. Akhirnya aku membatalkan nebeng Mas Devy, tapi karena aku udah terlanjur seneng mau pulang, dan isi kepalaku cuma tentang pulang-pulang-pulang dan pulang, akhirnya aku cari tiket mati-matian.
Pertama, tiket Jakarta-Jogja di tanggal 14 udah habis semua! Sama sekali ngga ada. Di tanggal 15-16?ehemm…ada sih, dan itu tinggal Garuda semua dengan harga yang super fantastis, paling murah harga 2juta an sampai ada yang 9 juta! Itu pun transit kemana-mana dulu! Gila, Jakarta-Jogja 2 atau 3 bahkan sampai 9 juta?? Wes, wegahh!! Pesawat fix tidak bisa.

Lalu, aku malah cari tiket pulang dari Yogyakarta-Jakarta dulu, paling ngga supaya ngga telat, ngga mbolos gitu lah! Karena aku masuk lagi tanggal 20 Juli, maka aku cari tiket pesawat tanggal 19 Juli.Cukup gampang dan lumayan murah cari pesawat JOG-CGK ditanggal segitu. Aku milih low cost yaitu 516.000 menggunakan Batik Air. Oh iya, aku carinya lewat traveloka.com setelah milih langsung cus ke ATM dan akhirnya DONE! *eits baru tiket JOG-CGK loh! Terus pulang ke Jogja nya pakai apaa?L

Next, setelah ‘mbayar tiket pesawat itu, aku mati-matian lagi cari cara buat pulang ke Jogja. Kereta, udah ngga mungkin.Pas bukak situs pt.kai, kadang ada 1 “booking” setelah di klik-klik, terus muncul “maaf tiket yang anda inginkan sudah tidak tersedia. Ok fix, aku putus asa cari tiket kereta. Travel adalah pilihan terakhirku. Aku segera browsing travel yang melayani tujuan Jakarta-Jogja. Ada banyak nama trevel muncul; Khanza, New Silva, Gemilang, dll. Aku tertarik dengan trevel Khanza.Lalu aku segera menelponnya, tapi berkali-kali ngga bisa, akhirnya aku tlep trevel Khanza cabang Jogja.Tapi ibu-ibuk yang mengangkat tlep tersebut kurang tau masih ada ngga seat tujuan Jakarta-Jogja, dan menyuruhku tlep cabang Jakarta.Kukatakan bahwa aku sudah tlep tapi tidak diangkat dan satunya tidak aktif.“Oh, mungkin belum bnagun mbak!” Hah..belum bangun?? Padahal waktu itu udah jam 10 lebih =.=  Akhirnya pilihan jatuh ke trevel Gemilang. Dari pihak trevel mengatakan seat untuk tgl 14 maupun 15 masih ada. Ok, fix, aku booking dulu. Tapi, dari pihak trevel memintaku untuk transfer uang dulu sebesar 450.000. Hah..Jakarta-Jogja 450.000 pakai trevel?? Mahal!! Piye meneh to??Zzz….Aku khawatir kalau itu sebuah modus penipuan. Hehee… Akhirnya sampai 2 hari aku belum jadi transfer uang.

Nah, pas aku masih berjuang cari tiket kereta/ trevel lainnya itu, bertemulah aku dengan temanku, namanya Rony.Dia dari Jogja juga, kami ngobrol tentang mudik dan dia mengatakan, “Aku punya tiket kereta tgl 15, kamu mau po?”Hahh??Really? Are you sure? Tiket kereta?Tgl 15? Mau banget! “Kalau mau, hari Sabtu atau minggu kita ke Stasiun Kota untuk ngeprint tiket, membatalkan dan ngganti namaku.Aku udah dapat tiket kereta untuk tanggal 14.” Aku setuju banget!! Dan, trevel gemilang itu ku pending dulu, aku bilang sama Mas Dian (yg punya trevel gemilang), kalau masih belum tau jadi pakai trevel atau ngga, kalau ngga dapat tiket kereta, aku jadi pakai trevel Gemilang. Dan syukurlah mas dian ngga marah-marah.

Hari Sabtu, setelah piket, aku dan Rony pergi ke stasiun Kota. Harap-harap cemas sih aku, bisa ngga ya. Sampai setasiun kota sekitar jam 14.50. Rony segera ngeprint tiket dan kami menuju ruang Customer Service, dan aku masih dengan harap-harap cemas dan memasang tampang memelas*njuk ngopo jal? Dan….jawaban mas-mas CS itu membuatkuuuuu……sedihhhh!!! “Wah ngga bisa mbak kalau langsung ganti nama, harus di cancel dulu, baru nanti ngantri di pembelian tiket! Kalau kemungkinan dapatnya?Hehehe…berapa persen ya mb?80:20 lah mba.80 persen ngga dapet, 20 persen dapet. Tapi itu susah mbak. Besok aja mba. Loketnya tutup jam 16.00WIB.” AHGRRRR!!! Aku sedihhh L Oke, akhirnya kami pulang dengan kehampaan.Terus aku mapir ke gereja dulu untuk misa sabtu sore.

Hari Minggu, aku dan Rony kembali ke Stasiun Kota. Disana udah bnayak banget yang ngantri baik untuk pembelian tiket maupun untuk pembatalan tiket.Banyak yang mbatalin, semoga dapat.Aku sempat ngobrol dengan bapak, bapak depanku, mas-mas belakangku juga.Mas-mas belakangku mau ke Purwokerto ditanggal 14 atau 15.“Udah mb, tanggalnya dikosongin aja, stasiunnya juga dikosongin. Jadi yang penting tanggal 14 atau 15 dari stasiun mana aja” saran mas-mas yang melihat form pembelianku. Dan aku manut, yang penting bisa dan harus pulang! Tiba giliranku, dan…..tetot!! “Maaf mbak udah ngga ada, tgl 14-15 penuh semua”. “Mb, itu ada temen saya yg mau mbatalin di tanggal 15, terus kalau saya biar bisa dapat tiket temen saya gimana y mb?” tanyaku polos dan bego! “Wah susah mb.Kemungkina kecil sekali, karena biasanya kamu sudah kalah dengan yang online-online.” AHGRRR…. Lalu aku nunggu mas-mas yang ke Purwokerto tadi, dan ternyata dia juga udah ngga dapat tiket.

Lalu aku mendatangi Rony yang masih ngantri di loket pembatalan tiket.Dan akhirnyab dia ngga/belum jadi mbatalin tiket. Kami berencana, Rony mbatalin tiket dan aku langsunng pesen lewat HP, tapi ngga semudah itu kawan! HP ku udah mati! Dan HP Rony juga udah mati! Yaawoh. Akghirnya kami nggembel dulu di Sevel untuk numpang ngecharge HP. Dan lelehlah air mataku! Sialan!!

Fix, aku gak bakalan dapat tiket kereta. Menyerah. Akhirnya aku tlep trevel Gemilang, dan aku bilang kalau jadi pakai Trevel Gemilang, untung masih ada seat untuk tgl 14-16, dan aku milih tanggal 14, biar kalau macet paling ngga aku sampai rumah di tanggal 16, kan masih lumayan liburnya.

Akhirnya jam 3 an kami pulang, tapi masih panas banget, dan kami memutuskan untuk ke Museum Mandiri dulu. Pulang dari Museum Mandiri, kami makan di blok M, dan…..ketemu Delis!! Yaampun, ngga nyangka banget deh bisa ketemu Delis di basement Blok M, dan hari itu ku tutup dengan makan dersama Delis dan temannya.FYI, Delis itu salah satu relawan Indonesia Mengajar, dia ditempatkan selama satu tahun di Pulau Rupat, Riau. Kerennn banget! Terus sekarang dia bekerja di BNI! Wawww!! Kerenn…

Ok, fix! Pencarian tiketku berakhir dengan naik trevel di tanggal 14. Ahh, yang penting udah dapat tiket pulang!!! *Tekan Jogja kapan jal?? Ahh entahlah! Bbgqggaskxgm,ZlxdAO9—99—9-1


Jumat, 07 Juni 2013

aku putus! ahaa...

Jadi, ceritanya, kemarin tanggal 27 Mei aku putus! yeiii....Pagi hari nya aku lari-lari, ngejar dosen kesana keamri demi mendapatkan tanda tangan, dan stelah mendapatkan nya, aku putusss...yeiiii....
Aku putus dengan skripsiku#wahahhaaa......Seneng sih, tapi waktu itu belum tahu kapan ujiannya....

Terus #ehem# malemnya, aku putus lagi! Hahahaa..malemnya aku putus mbe mas Galih!
what a day?! hahahaa...
Gak tau juga sih sbenere gimana cara ne mendiskripsikan perasaanku di hari itu!
Paginya seneng, akhir e udah ndaftar ujian, malem e putus beneran. hahaha...
Terus, aku mbayangke kalo aku agak stres, menghadapi ujian dan mengahadapi ke'putus'an ku.
Dan mbayangke ak gagal ujian skripsiku!
Tapiiii, mosok sih cuma gara-gara putus mbe mas Galih aku jadi gagal ujian?! Gak mau lahh! lalalallaaa.....hahahhaa.....
Ahh....eman2 akunya juga sih kalo ak gagal gara2 dia! Dia aja blas ra mikirke aku!
Dududuuuu.....

Kamis, 21 Juni 2012

You're a liar!

tau gak sii?? ak d bohongi oleh orang yang sama untuk kesekian kalinya (gak penting juga sih ceritaku,.haha..but I want to write it! I want to share it to my own blog! hahahaha...: D)

Jadi,.dia itu seorang frater,.ya frater,.yang entah kenapa kog banyak frater tu dihormati oleh orang2,.ak nggumun deh! Dia,.dulu ak d gosipin ma dia,.entah apa salahku kog ak di gosipin ma dia..awrr...
Yaa...seperti kebanyakan cerita2 yang ada,..ak d gosipin ma dia,.terus kita beruda jadi aneh gitu.
Pokoknya ak sebel ma dia! Dulu ada mbak2 yang marah2 ma aku gara2 dia! Dikiranya ak suka ma frater ituh! Hellooww?? Padahal dia tu juga deket dgn beberapa cewek dan dia bilang kalo beberapa cewek itu masih saudaranya, jadi mbak2nya gak marah2 ma beberapa cewek itu,  tapi marah2 n mencak2nya cuma sama aku! nggumun deh,..dan frater itu tu sama sekali gak merasa bersalah, minta maaf aja nggak.awrr...

The second, dia bilang mau TOP d paroki ku,.terus aku bilang aja kalo dia TOP d paroki ku, aku mau pindah paroki *gak mungkin banget! Siapa eloh, siapa guweh?* Terus, pas tak tanya2 lagi, dia bener2 mau diparokiku, tapi karna aku gak suka, dia mau pindah paroki bwd TOP..Dan belum tau mau d mana, dia masih terkatung2 dan gak tau juga mau nerusin gak (nerusin jadi frater atw gak) Sumpah deh, kalo udah nyangkut2 nerusin jadi frater atau gak tu ak jadi ga enak. Berkali2 aku tanya ttg TOP d paroki ku tersebut, dan dia bilang kalo dia emang mau TOP d parokiku,.tapi dari pada aku pindah paroki, lebih baik dia yang pergi.... Aku benar2 merasa bersalah, terus berkali2 juga ak minta maaf,.dia memang memaafkan dan terlihat bijaksana...

Usut punya usut,..ternyata tempat TOP dia emang bukan d parokiku,.tapi diluar jogja sana. Sumpahhh deh,.gak suka! Dia tu benar2 udah bohong2 banget sampe2 aku yang merasa bersalah banget dan berkali2 harus minta maaf, semacam aku benar2 berdosa gitu! Eeehh,.ternyata dia pembohong!
Bahkan dia sama sekali gak minta maaf sama aku! Siapa yang bohong, siapa yang merasa bersalah, siapa yang minta maaf?? Awrrr......mati kau ter!

Minggu, 17 Juni 2012

Semarang-Sleman-Boyolali

Semarang-Sleman,.aku gak tau apa yang dirasa,.
tapi pasti capekk..capekk banget...
Macet,.mobil, bus, truk...

Sleman-Boyolali,.
aku pun capek,.
hanya duduk saja capek,.
apalagi kamu?
aku pun merasa bersalah dan berdosa

Boyolali,
aku diam, aku bingung,.
pasti kamu menjadi bahan gosipan, karena kebodohanku,.

Boyolali-Sleman,
aku ngantuk,.
krik-krik,.
jujur aku bingung apa yang harus aku katakan padamu,.
dan jujur ak merasa bersalah dan berdosa sekali,.

Kagum,
Yaa...aku sangat-sangat mengagumimu,.
Kamu sangat2 baik dan ramah
Dan aku meleleh,.ya mencair dan meleleh,.
------------------------------------------------------------------------
Dan sekarang?
Masih mungkinkah kita rencanakan hal serupa lagi
Hampiri diriku untuk ke semarang?
Atau kah ini tinggal mimpi?

Semarang-Sleman-Boyolali,.
Yaa..mungkin itu untuk yang terakhir kali,.
Kini, haruskah aku menyesali kebodohanku?
Mungkin tidak! Ya,.tidak..