SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Hhmm......

Hamil itu....
Sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh semua pasangan suami istri. 
Baru berapa minggu menikah aja pasti langsung ada pertanyaan "Udah isi belum?"; "Kok belum isi?" dan berbagai pertanyaan semacam itu. 
Merasa diperhatikan sih, tapi kalo ditanyaan kayak gitu terus, sebel juga kali ya! 
Rasanya mau 'njawab "Berisik"; "Apa sih tanya?" dan sebagainya. 

Telat mens berhari-hari, coba test dan ternyataa.....negatif! Sedih, kecewa, dan yo wes lah. Waktu buat dolan2 dulu mungkin....

Telat mens, badan panas berhari2, taktut minum obat sembarangan karena dikiranya udah hamil. Karena ada ibuk2 yang bilang pas beliau hamil pertama, badannya juga sakit semua dan demam juga. 
Waktu itu badan ku udah semakin panas, bingung mau minum obat apa, teman satu kos juga bingung mau ngasih obat apa, akhirnya temannku nyuruh tes dulu, siapa tahu hamil. Dan setelah di tes....malah ngga kebaca apa-apa. zzzz...... 

Telat mens, tes lagi,,,ternyata negatif lagi...

Telat mens. Badan rasanya pegel semua. Tiap malam kaki pegel dan jadi super malas masak. Akhirnya beli dua macam testpack. Satu yang harga 5000 an dan satunya harga 25.000. Jujur mau test rasanya malas2 gimana gitu. Takut hasilnya negatif. PAgi-pagi coba test pakai yang harga 5000 an dan hasilnya 2 strip. Antara ngga percaya, takut dan bingung Test pake yang harga 25.000 dan hasilnya juga 2 strip. Seneng, takut dan bingung Lebih banyak takutnya sih. 

Nunggu dari 5 minggu ke 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan rasanya lamaaa sekali. Sekarang masuk ke bulan keempat. 

Kadang pengen cepet2 perutnya besar dan dedek bayinya segera keluar. 

Kata ibuk, "orang hamil itu tapa suci" Kenapa "tapa suci"? 
Karena harus selalu berpikiran positif, ngga boleh membunuh hewan, ngga boleh marah-marah, ngga boleh kecapean, makan harus bergizi dan seimbang, habis nyuci tangan ngga boleh dikeringin pakai kaos, ngga boleh merendam cucian terlalu lama, ngga boleh mandi malam, pokoknya hati-hati. HARUS SELALU BERPIKIR POSITIF!

So far, susah banget bagiku untuk "selalu berpikir positif". 
Bagaimana harus berpikir positif kalau lingkungan tidak mendukung?? 
Bagaimana harus berpikir positif dan tidak marah-marah kalau begini-begitu-begini-begitu-begini-begitu lagi??

Cuma masalah sepele jadi rame, apaan sih?
Kalau capek, sama-sama capek kali! 
Sakit? Aku ngga sakit sih! Sehat! Tapi lebih banyak pegel2 e. 
Mau segala sesuatu udah tersedia? 
Mungkin tinggal dengan orang tua adalah salah satu pilihannya. 
Hah!

Kamis, 03 November 2016

Snakes and Ladders

Snakes and Ladders
It is November 4th 2016.

It’s Friday.

There are so many issues about demonstration.

This is the second meeting of Friday Class of English Course for Amaris.

Actually there are 10 people who join this course on Friday. But, this morning I got a WhattsApp from one of HR Amaris. She said that her staff was afraid with the demonstration. So they couldn’t come to English Course. That is Oke. I am afraid too.

After that I got a WhattsApp from one of my student. He said that he can’t come because his wife is sick. Ok.

And…there are only 3 people in my class. I am sad. I am disappointed. How about their feeling? Let’s see! I asked them to write about their feeling today, moreover about this English Class.

“I feel today is a nice day because I want to go to English Course, but after I arrive at STC, there are only 3 people include me. I feel disappointed, but I have to encourage my self, because I want to speak English well…”

“Today I feel not good, because when I arrive at the Hotel, it was full. I can’t help them because I have to go here. But I feel so happy because my team and my supervisor support me to join this course…”

“When I arrived at the hotel, it is very crowded, and I feel so …”

Yahh..I feel sad and disappointed too. But, I have to finish this! Oh yeah oh yeah…Lalallaa…
So, the materials for today are about number and time.

At the end of this class, I give them a game “Snakes and Ladders” Do you still remember about that game? Yes ular tangga.

But it’s not a number. I give a post it and then there are a numbers, sentences, or time on it. So they have to read it.

This life is like snakes and ladders. There is time for go up and there is time for go down.*oposih chi?? 

*entahlah! 

Jumat, 20 November 2015

Ini cerita mudikku#2

 It has been long time....
Yakk...lancut ke cerita mudikku part 2. Jadi fiz aku pulang dengan trevel. Tanggal 14 aku masih masuk kerja dan pulang kerja aku langsung minta dijemput sama itu trevel.

Singkat cerita, akhirnya aku dijemput di Blok M sekitar jam 6 an. Aku dijemputt dengan mobil avanza. Seneng doh ah, samapi Jogja pakai mobil itu, it means, penumpangnya juga gak banyak, gak perlu waktu yang lama untuk jemput2 penumpang lah ya! Eits, jangan seneng dulu Astri!

Setelah mobil Avanza itu penuh, kami melunjur ke Kalimalang, dan disana aku baru bayar trevel itu. Mahal! Setelah itu mas2nya mengajak kami untuk pindah mobil! What? Kok mobilnya besar, ini kayak bis tapi kecil gitu! "Terserah mau duduk di mana, masih banyak yang kosong!" kata mas2 itu. Oke, kami langsung cari tempat duduk dan memang masih banyak yang kosong sih.

Dannnn akhirnya, jam 11 malam mobil itu baru jalan! Aku udah emosi, tapi mau gimana lagi eh ya?! zzzz....Dan aku sampai Jogja tanggal 16! Gileee!!!

Tapi, ada hal yang tidak terduga...yaitu, aku satu trevel sama Pakdhe Slamet! Apaa?? Pakdhe Slamet pakai trevel busuk ini? Hahhaa..Iyaa! Yaaa udah deh ya, aku mau marah2 lagi tapi trs ngapa jal??

Intinya, capek di jalan! Udah gitu doang! Hahahaa....

Rabu, 29 Juli 2015

Ini cerita mudik ku#1



Mudik! Dulu sempat kepikiran pengen ngerasain yang namanya mudik pas Lebaran atau libur panjang, dimana macet dimana-mana dan penuh cerita panjang. Dulu, ak gak terlalu excited kalau ada saudara dari Jakarta yang pulang pas lebaran.
Dan…Lebaran kemarin rasa-rasanya aku ngomong sama diri sendiri, “Tuhan memeluk doa-doamu, Astri! Rasakno!” Eyakk…aku mudikk!!

Jadi, awalnya, aku sama sekali gak kepikiran untuk pulang pas lebaran, aku gak ikut heboh cari tiket kereta pada bulan April itu, aku gak heboh membicarakan susahnya cari tiket, atau tiket kereta udah habis, atau harus begadang sampai jam 12 untuk cari tiket kereta! Aku aman, damai, tenang! Iyaa! Kenapa aku gak excited untuk cari tiket? Karena aku ngga tau pas lebaran masih di Jakarta atau udah di kota lain atau bahkan udah pulang ke rumah. Terus aku mikirnya, kalau masih di Jakarta, ya udah ngga pulang, bisa ketempat Om Iwan, Bu Rita or just stay calm at my boarding house =.=

Tapi, suatu pagi yang sudah mendekati lebaran, kira-kira 2 minggu sebelum lebaran dan hawa-hawa lebaran mulai terasa di jalanan, di kantor, dan di hati dan pikiranku, ada Mas Devy ke ruangan. Mas Devy itu orang IT, rumahnya di JaKal KM 13. Waktu itu Pak Ibeng tanya ke Mas Devy, pulang atau ngga, naik apa, dsb. Dan..ternyata Mas Devy pulang naik motor!
 “Hah…naik motor mas? Dari Jakarta ke Jogja?” tanyaku kaget.
“Iya, naik motor.Libur Paskah kemnarin aku juga pulang naik motor kok.Kamu pulang ngga?”
“Nah kui Astri, bareng wae.Paling Cuma modal helm aja, bla, bla, blaa…” kata Pak Ibeng.

Dan…muncullah ide rodo racetho ini. Iyaaa, aku pengen pulang! Bisa itu nebeng mas Devy! Hahahaa…Lalu kuceritakan ide ini pertama-tama ke Mas Dika, dan tentunya Mas Dika marahhhh, marahh, dan marahhh. Okee! Aku sebel!! Aku udah terlanjur seneng ada jalan mau pulang ni!! Zzzz…. Lalu kuceritakan ideku ini ke Mb Nana dan Ibuk.Tentunya, mb Nana dan Ibuk marah-marahh-marahh juga. “Rasah nggaya, rasah, aneh e kowe ki, bla, bla, bla, blaaa…” Oke..oke Buk. Akhirnya aku membatalkan nebeng Mas Devy, tapi karena aku udah terlanjur seneng mau pulang, dan isi kepalaku cuma tentang pulang-pulang-pulang dan pulang, akhirnya aku cari tiket mati-matian.
Pertama, tiket Jakarta-Jogja di tanggal 14 udah habis semua! Sama sekali ngga ada. Di tanggal 15-16?ehemm…ada sih, dan itu tinggal Garuda semua dengan harga yang super fantastis, paling murah harga 2juta an sampai ada yang 9 juta! Itu pun transit kemana-mana dulu! Gila, Jakarta-Jogja 2 atau 3 bahkan sampai 9 juta?? Wes, wegahh!! Pesawat fix tidak bisa.

Lalu, aku malah cari tiket pulang dari Yogyakarta-Jakarta dulu, paling ngga supaya ngga telat, ngga mbolos gitu lah! Karena aku masuk lagi tanggal 20 Juli, maka aku cari tiket pesawat tanggal 19 Juli.Cukup gampang dan lumayan murah cari pesawat JOG-CGK ditanggal segitu. Aku milih low cost yaitu 516.000 menggunakan Batik Air. Oh iya, aku carinya lewat traveloka.com setelah milih langsung cus ke ATM dan akhirnya DONE! *eits baru tiket JOG-CGK loh! Terus pulang ke Jogja nya pakai apaa?L

Next, setelah ‘mbayar tiket pesawat itu, aku mati-matian lagi cari cara buat pulang ke Jogja. Kereta, udah ngga mungkin.Pas bukak situs pt.kai, kadang ada 1 “booking” setelah di klik-klik, terus muncul “maaf tiket yang anda inginkan sudah tidak tersedia. Ok fix, aku putus asa cari tiket kereta. Travel adalah pilihan terakhirku. Aku segera browsing travel yang melayani tujuan Jakarta-Jogja. Ada banyak nama trevel muncul; Khanza, New Silva, Gemilang, dll. Aku tertarik dengan trevel Khanza.Lalu aku segera menelponnya, tapi berkali-kali ngga bisa, akhirnya aku tlep trevel Khanza cabang Jogja.Tapi ibu-ibuk yang mengangkat tlep tersebut kurang tau masih ada ngga seat tujuan Jakarta-Jogja, dan menyuruhku tlep cabang Jakarta.Kukatakan bahwa aku sudah tlep tapi tidak diangkat dan satunya tidak aktif.“Oh, mungkin belum bnagun mbak!” Hah..belum bangun?? Padahal waktu itu udah jam 10 lebih =.=  Akhirnya pilihan jatuh ke trevel Gemilang. Dari pihak trevel mengatakan seat untuk tgl 14 maupun 15 masih ada. Ok, fix, aku booking dulu. Tapi, dari pihak trevel memintaku untuk transfer uang dulu sebesar 450.000. Hah..Jakarta-Jogja 450.000 pakai trevel?? Mahal!! Piye meneh to??Zzz….Aku khawatir kalau itu sebuah modus penipuan. Hehee… Akhirnya sampai 2 hari aku belum jadi transfer uang.

Nah, pas aku masih berjuang cari tiket kereta/ trevel lainnya itu, bertemulah aku dengan temanku, namanya Rony.Dia dari Jogja juga, kami ngobrol tentang mudik dan dia mengatakan, “Aku punya tiket kereta tgl 15, kamu mau po?”Hahh??Really? Are you sure? Tiket kereta?Tgl 15? Mau banget! “Kalau mau, hari Sabtu atau minggu kita ke Stasiun Kota untuk ngeprint tiket, membatalkan dan ngganti namaku.Aku udah dapat tiket kereta untuk tanggal 14.” Aku setuju banget!! Dan, trevel gemilang itu ku pending dulu, aku bilang sama Mas Dian (yg punya trevel gemilang), kalau masih belum tau jadi pakai trevel atau ngga, kalau ngga dapat tiket kereta, aku jadi pakai trevel Gemilang. Dan syukurlah mas dian ngga marah-marah.

Hari Sabtu, setelah piket, aku dan Rony pergi ke stasiun Kota. Harap-harap cemas sih aku, bisa ngga ya. Sampai setasiun kota sekitar jam 14.50. Rony segera ngeprint tiket dan kami menuju ruang Customer Service, dan aku masih dengan harap-harap cemas dan memasang tampang memelas*njuk ngopo jal? Dan….jawaban mas-mas CS itu membuatkuuuuu……sedihhhh!!! “Wah ngga bisa mbak kalau langsung ganti nama, harus di cancel dulu, baru nanti ngantri di pembelian tiket! Kalau kemungkinan dapatnya?Hehehe…berapa persen ya mb?80:20 lah mba.80 persen ngga dapet, 20 persen dapet. Tapi itu susah mbak. Besok aja mba. Loketnya tutup jam 16.00WIB.” AHGRRRR!!! Aku sedihhh L Oke, akhirnya kami pulang dengan kehampaan.Terus aku mapir ke gereja dulu untuk misa sabtu sore.

Hari Minggu, aku dan Rony kembali ke Stasiun Kota. Disana udah bnayak banget yang ngantri baik untuk pembelian tiket maupun untuk pembatalan tiket.Banyak yang mbatalin, semoga dapat.Aku sempat ngobrol dengan bapak, bapak depanku, mas-mas belakangku juga.Mas-mas belakangku mau ke Purwokerto ditanggal 14 atau 15.“Udah mb, tanggalnya dikosongin aja, stasiunnya juga dikosongin. Jadi yang penting tanggal 14 atau 15 dari stasiun mana aja” saran mas-mas yang melihat form pembelianku. Dan aku manut, yang penting bisa dan harus pulang! Tiba giliranku, dan…..tetot!! “Maaf mbak udah ngga ada, tgl 14-15 penuh semua”. “Mb, itu ada temen saya yg mau mbatalin di tanggal 15, terus kalau saya biar bisa dapat tiket temen saya gimana y mb?” tanyaku polos dan bego! “Wah susah mb.Kemungkina kecil sekali, karena biasanya kamu sudah kalah dengan yang online-online.” AHGRRR…. Lalu aku nunggu mas-mas yang ke Purwokerto tadi, dan ternyata dia juga udah ngga dapat tiket.

Lalu aku mendatangi Rony yang masih ngantri di loket pembatalan tiket.Dan akhirnyab dia ngga/belum jadi mbatalin tiket. Kami berencana, Rony mbatalin tiket dan aku langsunng pesen lewat HP, tapi ngga semudah itu kawan! HP ku udah mati! Dan HP Rony juga udah mati! Yaawoh. Akghirnya kami nggembel dulu di Sevel untuk numpang ngecharge HP. Dan lelehlah air mataku! Sialan!!

Fix, aku gak bakalan dapat tiket kereta. Menyerah. Akhirnya aku tlep trevel Gemilang, dan aku bilang kalau jadi pakai Trevel Gemilang, untung masih ada seat untuk tgl 14-16, dan aku milih tanggal 14, biar kalau macet paling ngga aku sampai rumah di tanggal 16, kan masih lumayan liburnya.

Akhirnya jam 3 an kami pulang, tapi masih panas banget, dan kami memutuskan untuk ke Museum Mandiri dulu. Pulang dari Museum Mandiri, kami makan di blok M, dan…..ketemu Delis!! Yaampun, ngga nyangka banget deh bisa ketemu Delis di basement Blok M, dan hari itu ku tutup dengan makan dersama Delis dan temannya.FYI, Delis itu salah satu relawan Indonesia Mengajar, dia ditempatkan selama satu tahun di Pulau Rupat, Riau. Kerennn banget! Terus sekarang dia bekerja di BNI! Wawww!! Kerenn…

Ok, fix! Pencarian tiketku berakhir dengan naik trevel di tanggal 14. Ahh, yang penting udah dapat tiket pulang!!! *Tekan Jogja kapan jal?? Ahh entahlah! Bbgqggaskxgm,ZlxdAO9—99—9-1


Selasa, 02 Juni 2015

Recehan! Iya, uang receh!



Uang receh, menurutku ya tetep uang sih, yang bisa dipakai untuk transaksi. Bisa dipakai untuk menggenapi  juga. 1 juta, kurang seratus rupiah juga ngga jadi 1 juta kok! Recehan semua tapi 1 juta, ya tetep 1 juta kan? Terus, salah ya kalau kita ‘mbayar pake uang receh? Kalau 4 ribu recehan? Salah ya?! Ahh nggak juga ah!

Pagi itu hari Sabtu. Aku naik angkot seperti biasanya. Angkot cukup sepi karena kebanyakan kalau hari sabtu itu libur, nah waktu itu aku berangkat karena dapat jatah piket. Nah, setelah berhenti, aku mbayar dengan uang receh semua, itu recehan pas 4 ribu! Nggak seratusan semua sih, ada yang seribu, lima ratus, dua ratus dan seratus rupiah. Iya emang recehan, tapi itu uang semua! Dan, tau ngga sopirnya bilang apa? Sopirnya ‘ngelihat uang yang ada di tanganku, terus bilang, “Ngga usah mbak, bawa aja!” sambil jutek gitu. Jujur ya, aku masih agak bingung, shock, dan nggak enak. Masa’ aku ngga mbayar?? Aku masih di belakang sopir itu, mencoba mencari uang yang lain, tapi tinggal 100 ribu, pasti juga nggak mau kalau aku ngasih 100ribu. “Udah mbak, bawa aja!” kata sopirnya lagi masih dengan tampang jutek. “Eh, ya, makasih bang!” jawabku. 

Oke aku masih ngga tau, kenapa dia memilih nggak terima uang daripada nggak terima recehan?? Itu uang bang! Gaya banget sih! Recehan juga masih bernilai kali bang! Ishh! Terus aku jadi kepikiran, oke besok lagi aku mau bayar pake receh terus, biar nggak diterima terus, bisa kutabung deh! Hahahha*evil laugh* Tapi, terus kepikiran lagi, ntar kalau aku diapalin terus malah aku kenapa2 gimana? Ahh oke, nggak jadi deh! CKCKC!!
***
Sore itu aku pulang, biasa naik bis dengan harga 4000. Sekarang aku pake uang kertas (kalau ada). Nah sore itu aku mbayar pake uang kertas 2000, dan 1000, terus pake 2 uang receh 500. Kebetulan sore itu ada kernetnya. Jadi sebelum turun, abang kernet udah minta uang ke kami. Aku udah ngasih uang ku ke abang kernet dengan selamat. Terus abang kernet narik ke penumpang lain, dan ada uang receh jatuh tepat di bawah kakinya. Dan, abang itu cuma ngeihat doang, nggak diambil, terus ya udah gitu doang! Ihh…apakah sebegitu tidak bergunanya uang receh di kota ini?? CKCKCKC!!
***
Pagi itu seperti biasanya, aku berangkat jalan kaki. Aku dan temanku membeli bubur ayam di tepi jalan. Abangnya meracik bubur dengan segala isinya, dan aku di belakang abang itu. Ternyata di salah satu bahan racikannya itu ada uang koinnya, entah berapa nilainya. Terus, tau ngga?? Koin itu langsung di buang gitu aja sama abang itu!! Gile!! Gaya banget sih! CKCKCK!!!
Ckckc… oke, oke, oke, orang2 sini tu udah kaya raya, tapi uang, berapapun itu jangan dibuang lah! 100 juta kurang 500, juga belum 100 juta kok!

Minggu, 31 Mei 2015

Terima Kasih :)

Kadang, rasa2nya aku pengen pulang.
Kadang, aku malas bangun dan malas mandi pagi
Kadang, aku malas berangkat kerja
Capek, males, riwuh! Iya!

"Iyo, kerja ki kesel to tri?"
Iya, kesel! Tapi, lebih kesel, lebih capek lagi kalau nganggur!

Setiap mandi pagi dan malam, aku pasti mendengar suara bajaj, karena di kamar mandi ada ventilasi jadi suara dari luar pasti lebih jelas terdengar dari pada saat di dalam kamar.
Iya, simpel dan sederhana sih, suara bajaj!

Tapi selalu terlintas dipikiranku "Bapak-bapak bajaj aja sampai malam begini masih cari penumpang, melewati jalanan yang serba riewuh itu, (mungkin) akan mendapat&juga memaki2 orang lain saat di jalan. Masa' aku yang lebih muda udah ngeluh, udah nyerah aja??"
Setiap pagi hal yang sama terjadi. Aku malas bangun, malas mandi, malas berangkat! Tapi setiap mandi pagi, sekitar jam 5.30am, selalu saja sudah terdengar suara bajaj yang hilir mudik. Ahgr...bapak-bapak Bajaj aja jam segini udah hilir mudik melewati segala keriwuhan kota ini, masa' aku udah ngalah dan nyerah aja?"

Yaa..paling ngga, setiap mandi pagi dan malam aku merefleksikan tentang itu. Paling ngga setiap Sabtu-Minggu aku bisa libur. Hebat, hebat sekali bagi mereka yang sama sekali tidak ada libur! Hebat sekali bagi mereka yang setiap subuh sampai malam sudah hilir mudik melewati riuhnya kota ini!
Terima kasih :)

Jumat, 13 Februari 2015

Menjadi Tuaaa....



           Benar kata banyak orang “Dewasa itu pilihan, tua itu pasti”. Kalau disuruh milih sih aku gak mau jadi tua. Sekarang aja rasa-rasanya aku pengen mbalik jadi anak SD atau SMP aja lah, ketika yang dipikirkan hanya pelajaran (itu pun kalau mau ujian), mengerjakan tugas kelompok dan PR (sambil main-main), extra, dan main-main. Padahal dulu pas masih SD atau SMP pengennya cepat besar, cepat kuliah, cepat kerja, dsb. Ternyata oh ternyata lebih enak jadi anak kecil, tenin wes.
            Tapi kalau mau jadi kecil terus, kapan kita besarnya? Kapan kita dewasanya? Yaaa…kita gak bisa menghentikan waktu atau memutar waktu kembali sih ya. Hidup adalah gratisan paling gratis dari Tuhan. Setiap pagi kita bangun adalah gratisan dari Tuhan. Setiap tahun kita tambah usia adalah gratisan juga dari Tuhan. Dan ketika setiap tahun aku tambah usia, kedua orang tuaku, simbah2 ku juga tambah usia, tambah tua.
            Duluuu, ketika aku masih SD, disekitar rumahku masih ramaii, masih ada kedua simbahku yang tinggal bersamaku, masih ada simbah sebelah kiri rumah, masih ada Yani dan kedua simbahnya, masih ada mbah Mul dan mereka masihh sehat semuaa. Pas masih SD, kalau aku sakit, masih ada mbah putri yang menemani, karena bapak-ibuk berangkat ke sekolah. Ketika ak nabrak pintu, kepalaku berdarah-darah, dan ak nangis2, semua simbah2 di sekitar rumahku datang. Ketika gusi ku dijahit, semua simbah2 disekitar rumahku mengunjungi dan aku pura2 tidur karena pasti aku dimarahi. Ahh…..
            Sekarang? Yaa waktu terus berjalan sih ya. Pas kelas 2 SMP simbah putri meninggal, tahun 2012 lalu simbah kakung meninggal. Simbah disebelah kiri rumah juga udah meninggal lama. Mbah Dirjo kakung meninggal sekitar 7 bulan setelah mbah kakung meninggal. Mbah Mul udah sakit sejak sebelum Mbah Kakung meninggal. Pak Pujo meninggal sekitar pertengahan tahun 2014 kemarin. Yaampun…sekitar rumahku jadi sepi banget. Mas Andri ke Jakarta udah sejak 2010 atau 2011 itu. Dan sekarang Yani ke NTT. Jadi sekarang tiga rumahh yang besarrrr2 di belakang rumahku hanya dihuni 1 orang saja.
            Atau karena aku nganggur jd aku merasa sekitar rumahku jd sepi?*eh… Aku jd khawatir, ketika aku semakin tambah umur, maka kedua orang tua ku juga tambah tua.Tapi, ya begitulah kenyataannya. Aku tidak masalah ketika I have to be a driver for them, ketika ak disuruh manasi mobil, disururuh ngantar ke bank, disuruh ngantar periksa, nunggu opname, nyari & ngecek simbah karena ditlepon gak bisa, dll. Ketika ak hanya bermaksud mampir sebentar tapi akhirnya jadi lama karena ngemil2 dan ngobrol2 dulu. Ketika aku hanya duduk sambil ngobrol. Ketika aku hanya menyapa saat ak lewat samping rumah. Kadang, ak jadi merasa takut dan merinding. Besok bapak-ibuk juga sendirian kayak gini? Besok kalau bapak-ibuk sudah tua siapa yang ngrewangi macem2? Besok kalau bapak-ibuk sudah tua siapa yang ngancani??
            Dulu ketika aku maksa mau ke Kalimantan (iya maksa.wkwkw), Bapak dan Ibuk kayak e berat mengizinkan aku gitu. “Sesuk nek bapak-ibuk ngopo2 sopo sik ngeterke?”sempat Bapak/Ibuk ku bilang gitu. “Yani lah” jawabku sambil tertawa. Waktu itu dia masih kuliah, jadi masih tinggal di rumah. Dan yaa…aku dengar dari cerita bapak-ibuk, Yani memang jadi super sibuk, apalagi setelah simbah kakung e meninggal. Dan pasti dia juga merasa kesepian. “Besok aku main sama siapa mbak?” tanya Yani sebelum aku berangkat ke Kalimantan waktu itu. “Ora sah neng Kalimantan, nggo kanca aku ro Yani” kata Mbah Dirjo putri juga.
            Yaa..intinya aku takut dan khawatir ketika kedua orang tau ku menjadi tua. Aku khawatir kesepian-kesepian yang akan mereka hadapi. “Terus ak nggak takut ketika aku sendiri juga tambah tua?” pertanyaan itu juga muncul dalam diriku. Hehehe…Iyaa, aku juga takut tambah tua, tapi paling tidak kedua orang tua ku dulu yang tambah tua. 

Kamis, 21 Juni 2012

You're a liar!

tau gak sii?? ak d bohongi oleh orang yang sama untuk kesekian kalinya (gak penting juga sih ceritaku,.haha..but I want to write it! I want to share it to my own blog! hahahaha...: D)

Jadi,.dia itu seorang frater,.ya frater,.yang entah kenapa kog banyak frater tu dihormati oleh orang2,.ak nggumun deh! Dia,.dulu ak d gosipin ma dia,.entah apa salahku kog ak di gosipin ma dia..awrr...
Yaa...seperti kebanyakan cerita2 yang ada,..ak d gosipin ma dia,.terus kita beruda jadi aneh gitu.
Pokoknya ak sebel ma dia! Dulu ada mbak2 yang marah2 ma aku gara2 dia! Dikiranya ak suka ma frater ituh! Hellooww?? Padahal dia tu juga deket dgn beberapa cewek dan dia bilang kalo beberapa cewek itu masih saudaranya, jadi mbak2nya gak marah2 ma beberapa cewek itu,  tapi marah2 n mencak2nya cuma sama aku! nggumun deh,..dan frater itu tu sama sekali gak merasa bersalah, minta maaf aja nggak.awrr...

The second, dia bilang mau TOP d paroki ku,.terus aku bilang aja kalo dia TOP d paroki ku, aku mau pindah paroki *gak mungkin banget! Siapa eloh, siapa guweh?* Terus, pas tak tanya2 lagi, dia bener2 mau diparokiku, tapi karna aku gak suka, dia mau pindah paroki bwd TOP..Dan belum tau mau d mana, dia masih terkatung2 dan gak tau juga mau nerusin gak (nerusin jadi frater atw gak) Sumpah deh, kalo udah nyangkut2 nerusin jadi frater atau gak tu ak jadi ga enak. Berkali2 aku tanya ttg TOP d paroki ku tersebut, dan dia bilang kalo dia emang mau TOP d parokiku,.tapi dari pada aku pindah paroki, lebih baik dia yang pergi.... Aku benar2 merasa bersalah, terus berkali2 juga ak minta maaf,.dia memang memaafkan dan terlihat bijaksana...

Usut punya usut,..ternyata tempat TOP dia emang bukan d parokiku,.tapi diluar jogja sana. Sumpahhh deh,.gak suka! Dia tu benar2 udah bohong2 banget sampe2 aku yang merasa bersalah banget dan berkali2 harus minta maaf, semacam aku benar2 berdosa gitu! Eeehh,.ternyata dia pembohong!
Bahkan dia sama sekali gak minta maaf sama aku! Siapa yang bohong, siapa yang merasa bersalah, siapa yang minta maaf?? Awrrr......mati kau ter!

Minggu, 17 Juni 2012

Semarang-Sleman-Boyolali

Semarang-Sleman,.aku gak tau apa yang dirasa,.
tapi pasti capekk..capekk banget...
Macet,.mobil, bus, truk...

Sleman-Boyolali,.
aku pun capek,.
hanya duduk saja capek,.
apalagi kamu?
aku pun merasa bersalah dan berdosa

Boyolali,
aku diam, aku bingung,.
pasti kamu menjadi bahan gosipan, karena kebodohanku,.

Boyolali-Sleman,
aku ngantuk,.
krik-krik,.
jujur aku bingung apa yang harus aku katakan padamu,.
dan jujur ak merasa bersalah dan berdosa sekali,.

Kagum,
Yaa...aku sangat-sangat mengagumimu,.
Kamu sangat2 baik dan ramah
Dan aku meleleh,.ya mencair dan meleleh,.
------------------------------------------------------------------------
Dan sekarang?
Masih mungkinkah kita rencanakan hal serupa lagi
Hampiri diriku untuk ke semarang?
Atau kah ini tinggal mimpi?

Semarang-Sleman-Boyolali,.
Yaa..mungkin itu untuk yang terakhir kali,.
Kini, haruskah aku menyesali kebodohanku?
Mungkin tidak! Ya,.tidak..