SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Palangkaraya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palangkaraya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2016

Palangkaraya :D


Palangkaraya
Lebaran
Bersama Mas Dika
Muachhhh







Kamis, 28 Juli 2016

Palangkaraya lagi!! :D :D

Seperti biasa, setiap malam aku n Mas Dka selalu tlep2an.
Malam itu hari Jumat malam.
"Besok kan hari Sabtu, ke Palangkaraya aja"
"bercanda Mas"
"Kok bercanda? Bener ni. aku belikan tiket ya?"

Dannnn.......paginya, aku udah ada di bandara Soekarno Hatta!

Itu bener-bener mendadak banget dan cuma hari Sabtu Minggu doang!
Tapi, yaa lumayan lah! Bersyukurlah :*

Theater tentag Orang Utan

Saya cinta Kota Cantik






Selasa, 05 Mei 2015

Palangkaraya!

Jadi, ceritanya pas tanggal 1 Mei kemarin kan long weekend trs ak ke Palangkaraya deh. Yaa as usual lah, 2 hari itu cukup kok. Haha...
Jadi, jadwalnya pesawat berangkat jam 11.40 dan untuk mengantisipasi kemacetan karena hari buruh, aku berangkat skitar pukul 6, dan naik Damri kira2 pukul 06.30, kukira akan memakan waktu yang lama karena long weekend dan hari buruh ya! Ehh..ternyata, skitar jam 7.20 aku udah sampai Bandara! Aduuhaii, lama niannn aku nunggunya. Hahaa..tapi yaaa gapapa sih daripada kena macet dan gak jadi ketemu#eh?

Terus, ternyata Lion delay, ehee..tambah lama lah. Dan entah akhirnya jam berapa boardingnya, yang pasti sampai Palangkaraya skitar jm 3.30pm. Hehehe... It doesn't matter at all as long as I meet yuuuu :*

Ahaha Kalimantan lagi! Semua motif2 dan gambar2 Dayak itu mengingatkanku pada Sanggau! Iya Sanggau dan semuamuanya yang ada di sana! Dan, it's hard to say that I miss them!! Aku sebel ketika aku harus kangen sama mereka! Hahaa....

Jadi selama di Palangkaraya, kami ke Bukit Batu dan Bukit Karmel. Bukit Batu adalah tempat bertapanya Tjilik Riwut, pahlawan Palangkaraya. Yaa itu batuuu - batu semua gitu sih, tapi menarik untuk dikunjungi kok! :)







See you in the next enjoyable journey!!

Kamis, 17 Juli 2014

Pelangi di Bukit Karmel



Setelah makan siang bersama Mas Megand, kami menuju bukit Karmel. “Temboknya tinggi, mirip Seminari”, kata Mas Megand waktu itu. “Haduh, move on donk Mas”, batinku.
Hari itu adalah hari Kamis Putih. Di Bukit Karmel ada Gereja juga, sepertinya juga sedang persiapan untuk misa Kamis Putih. Mas Megand mengajakku untuk minta izin ke suster penjaganya dulu. Setelah pencet bel dan menunggu selama kurang lebih 5 menit, jendela dibuka dan muncul seorang Suster. Suster tersebut menanyakan nama kami dan memberitahu hal-hal apa saja yang tidak boleh kami lakukan di Bukit Karmel.
          “Mau piknik ya?” tanya Suster itu tiba-tiba. Aku dan Mas Megand saling berpandangan dan tertawa. Hahaa..dalam hati aku ngekek, tau banget sih suster ini, jangan-jangan paranormal ya?Hahaa…
          Lalu kami berjalan masuk menuju area Bukit Karmel, yang katanya mirip Seminari. Beberapa meter setelah gerbang, ada tangga yang jumlahnya lumayann banyak. Mas Megand masih menghinaku karena sebelum ke Bukit Karmel kami pergi ke Bukit Tangkiling yang sangat tinggi, dan aku tidak kuat naik. Kadang aku juga gantian menghina dia, tapi pasti aku kalah. Mas Megand menggandeng tanganku. Jumlah anak tangga yang sangat banyak jadi tidak begitu terasa karena kami masih terus bercanda dan saling menghina. 
          Sesampainya di atas, waw..pemandangannya bagus! Ada banyak patung yang menggambarkan peristiwa-peristiwa Jalan Salib.
“Aku pengen foto di sana!” kataku sambil menunjuk patung-patung itu.
“Gak boleh di sana, Ci!”
“Tapi aku pengen di sana, di samping patuh-patung itu”
“Gak boleh, Achi” kata Mas Megand lagi. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami. Kami terus berjalan melewati rute jalan salib. Selama berjalan mengitari rute jalan salib, kami juga disuguhi pemandangan yang sangat waw! Bagus banget. Kami terus berjalan sambil bercerita macam-macam. Sampai di perhentian ke12 kami beristirahat dan kami duduk di bawah patung-patung yang menggambarkan “Yesus Wafat Disalib”. Aku masih cerita macam-macam dan Mas Megand hanya mendengarkan cerita-cerita gak jelas ku. Setelah selesai cerita aku juga ikut duduk di samping mas Megand. Kami diam, menikmati heningnya bukit Karmel dan pemandangan yang sangat bagus.
“Ci..aku sayang kamu” kata Mas Megand tiba-tiba, ya sangat tiba-tiba sekali.
Hah…What?? Aku gak salah dengar? Aku masih diam aja, melihat Mas Megand dengan tatapan heran dan bingung.
“Iya Ci…aku sayang kamu. Sejak …. (bla..bla..bla…)” Mas Megand masih mengeluarkan rayuan-rayuannya.
          Hmm..jujur ya, aku sama sekali gak mengira dan menyangka Mas Megand akan ngomong kayak gitu. Iya, aku bingung dan salting!#Aku kudu piye jal?
“Yaa ampun..ini tu terlalu cepat, Mas!!” kataku antara gemes dan emosi. Iya, dia membuatku gemes dan emosi. Kenapa tiba-tiba dia bilang kayak gitu? Aku bilang terlalu cepat karena menurutku kami belum saling “kenal”. Kami memang sudah kenal agak lama. Itu pun hanya kenal-kenal aja. Aku tau Mas Megand dan Mas Megand tau aku. That’s all. Bahkan ngobrol secara langsung pun cuma berapa kali, lainnya ngobrol lewat dunia maya. Hadehh..orang tua satu ini! Awr…
          Kami masih saling diam, sampai akhirnya kami berjalan turun dan duduk di depan gua Maria di Bukit Karmel. Kami duduk di bawah pohon besar. Mas Megand masih mengatakan gombalan-gombalannya. Duh mas…melting aku suwe-suwe.
          “Kamu gak perlu jawab sekarang kok Ci, aku cuma pengen kamu tahu aja” kata Mas Megand. Keraguan dan ketakutanku saat itu adalah karena kami baru bertemu dan dekat satu hari itu setelah selama bertahun-tahun kami tidak bertemu. Kok bisa coba dia langsung bilang kayak gitu? Hhm…
          Terus yang kedua adalah karena dia mantan frater. Terus apa yang salah dengan mantan frater? Hehe…ini sebenarnya dari cerita temenku. Katanya mantan frater itu egois. “Dia udah terbiasa sendiri, selama beberapa tahun dia sendiri dan memikirkan dirinya sendiri. Terus kalau kamu nikah sama mantan frater nanti kamu terlantar. Ada temenku yang juga nikah sama mantan frater. Lalu aku bilang ke dia, “Maaf ya, aku tidak bisa hadir ke pernikahanmu. Aku tidak tega melihat kamu akan hidup bersama dia untuk selamanya”. Ya tapi tidak semua mantan frater seperti itu kok. Kamu pikir-pikir lagi, dan yang penting kamu siap dengan pilihanmu itu.” Nah..mungkin aku adalah salah satu orang yang mudah terpengaruh. Dan kata-kata itu cukup masuk dan mempengaruhi pikiranku.
          Nah alasan yang ketiga ini berhubungan dengan masa lalu ku. Jadi, mantanku adalah temen seangkatan Mas Megand pada waktu di Seminari Menengah. Singkatnya, mantanku itu exsem, mantan seminari, seangkatan sama Mas Megand pulu! HAdehhh!! Mantanku itu mengerikan (bukan masalah tampang sih), terus mas Megand pernah bilang “yaa mungkin aku 11:12 sama mantanmu lah”. Aku tu takut! Aku takut kalo tingkah Mas Megand itu mirip atau hampir sama kayak mantanku. Dan, kalau aku beneran pacaran sama Mas Megand pasti akan ada (atau banyak) yang berkomentar, “tetep ya? Yang berbau seminari-seminari” atau “Wah udah naik tingkat ni, kemarin sama mantan seminari sekarang sama mantan frater” atau “Simpel sih, pasti karena dia exsem!” Huh…
          Itu sebenarnya kenapa aku belum juga mau bilang “Iya” atau “Maaf, aku gak bisa mas!”. Saat aku masih agak kalut dengan ungkapan Mas Megand, tiba-tiba gerimisss, hujan-panas, dan berangin. Yaak, tambah romnatis kan? Hhm… dan tiba-tiba muncul pelangi. Cantik!
          Menurut Mas Megand, pelangi itu pertanda bagus. Iya, kali ya?! Entahlah apa makna dari pelangi itu, tapi yang pasti karena panas, terus gerimis dan masih panas lagi. Pelangi di Bukit Karmel, entah itu pertanda bagus atau buruk, tapi aku berterimakasih padamu karena hadirmu menambah suasana romantis sore itu. Tapi semoga pelangi itu memang pertanda baik, iya semoga!
         

Rabu, 30 April 2014

My Easter's Gift#2


akhirnya samapiii atas....




Have u ever seen a rainbow?

Sungai Rungan

My Easter's Gift#1




“What a wonderful Easter holiday!”

“Paskah penuh berkah!”

Tuesday,  16th April 2014

Yapp..mungkin kedua kalimat itu sangattt tepat bagiku. Paskah tahun ini, waow sekali…Sama sekali gak menyangka kalau akhirnya bisa ke Palangkaraya-Banjarmasin, ketemu dan menghabiskan waktu bersama mas Megand, ketemu Brian, dan “to be with Mas Megand” :D
            Padahal ya, rencana yang gak jelas ini hanya berawal pas aku curhat sama mas Megand. Aku cerita kalau mulai capek, capek, capek, dan pengen maen2. Dan, dia nawarin untuk maen2 ke Palangkaraya! Ehehe…Palangkaraya? Bolehh banget!! Mumpung aku masih di Kalimantan, ceritanya (padahal ke Palangkaraya harus transit dulu ke Jakarta! Jakarta, Jakarta..udah di Jawa! Ngapain gak pulang Jogja aja? Malah ‘mbalik lagi ke Kalimantan Tengah?)
            Udah mendekati Paskah, mas Megand tanya lagi, jadi ke Palangkaraya atau gak, kalau jadi dia mau ngambil cuti, kalau gak jadi, dia yang pengen k Kalbar. Tapi kalau dia yang ke KalBar, berarti aku cuma tetep di KalBar aja lah ya? Nggak mau ah! Aku pengen mainnn-main-main…! Hahaa… Terus, beberapa hari kemudian, atas kesepakatan kami, dia udah nyariin tiket PP buatku, dan gak mau diganti uangnya! Yaaampun..aku harusss gimana cobaa?? Tapiii..makasihh2 deh mas Megand! Hehee…. Dan ternyata mas Megand juga udah ngambil cuti. Padahal kalau gak ngambil cuti pun gakpapa, aku mau ikut dia liputan, tapi paling2 aku malah ngganggu dia sih. Hehee…Tapi kan aku gak enak!! Duh, orang tua satu itu…-.-
Tiket dr Mas Megand#ak kudu py jal?
           
            Beberapa hari sebelum berangkat, sebenernya aku gak diizinkan sama Ibuk Thres dan Bang Hery, karena beberapa hari sebelum itu aku sering jatuh (hadehh..ramutu tenan ki!) Tapi, setelah berfikir, berdoa, dan juga meyakinkan diriku sendiri, akhirnya aku tetep jadi berangkat, sendiri! Hahahaaa…..Semacam nekat untuk kesekian kalinya tu. Libur Paskah dari Pontianak ke Palangkaraya, sendirian pula. “Kenapa gak pulang Jogja?” “Oh pasti ketempat pacarnya ya?” “Hah..sendirian dari Pontianak? Kog berani?” Pertanyaan2 itu yang selalu orang2 tanyakan padaku. Terus kepikiran, “Kayak e aku emang aneh deh dimata mereka.” Ahh sudahlah…
***
            Sampai di Bandara Supadio, aku sendiri lagi (dan lagi). Terus dapat kenalan, Mbak Iik dan temennya. Pertanyaan yang sama pula yang dilontarkan padaku “Kog gak pulang Jogja aja?” “Ke Palangkaraya tempat siapa? Cowoknya ya pasti?” “Udah pernah kesana?” “Cuma sendirian aja? Kog berani?” Lalalaaaa…..hadehhh..salah kah liburanku?? Dan akhirnya, selama nunggu di Supadio, aku ngobrol bersama dua ibuk2 cantik itu. Tujuan mereka ke Jakarta aja, terus aku ‘mbatin “haduhh..ntar di Soekarno-Hatta aku sama siapa??” Ahh…sendirian aja lah! Bisaaa..bisaa! Setelah gate untuk penerbangan ke Jakarta di buka, kami bertiga segera mengantri, dan aku membantu membawakan kopernya ibuk2 itu. Pacarable banget ya?*lhohh??
***
            Di Pesawat menuju Jakarta
Aku duduk bersama dua bapak2. Setelah ngobrol2, ternyata beliau orang Jawa Timur, orang Kediri. Hehee..Dan beberapa pertanyaan yang sama dilontarkan oleh bapak itu. HHmm…
            Setelah pesawat mendarat di Soekarno-Hatta Jakarta, aku keluar bersama Mbak Iik dan temannya. Mereka ngasih tau aku, harus nunggu dimana, dsb. Oke terimakasih, Mbak. Tapi, btw, aku masih bingung dan sendirian. Hadehh…Tapi gakpapa! Tanya2 kan bisa?!
            Karena transit di Jakarta agak lama, jadi aku agak autis sendiri, jalan kesana-kemari, sendirian! Dan karena capek, akhirnya duduk. Aku sengaja duduk di dekat ibuk2 yang tujuannya sama, yaitu Palangkaraya. Kedua ibuk2 itu asli Palangkaraya, ke Jakarta emang untuk liburan dan belanja. Lalu aku dikasih kue sama ibuk2 itu. Terimakasih, Buk.
            Sekitar pukul 6 p.m. penumpang tujuan Palangkaraya dipersilahkan menuju pesawat. Nah, karena ibuk2 yang di sampingku tadi udah agak tua, dan bawaannya banyak, beliau minta tolong pada ku untuk membawakan tasnya. Okee, siap Buk! Dan, aku membawakan tas ibuk itu sampai dalam pesawat.
***
            Penerbangan menuju Palangkaraya
Aku sibuk BM an sama teman2ku, kakak2ku (mereka menyangka aku pulang ke Jogja), dan tentunya mas Megand. Pokoknya dia harus menjemputku. Hahahaa….
            Pesawat mulai meninggalkan bandara,..dan ternyata sudah malam. Ahh..Jakarta di malam hari, pengen deh. Singkat cerita, aku menikmati perjalanan ke Palangkaraya, seperti aku juga menikmati perjalanan2ku sebelumnya. Dan, kali ini, di sampingku duduk seorang ibu, dengan tampang kalem (seperti aku, mungkin). Ibu Lucia, namanya (memang sama kayak aku kan?) Kami tukaran pin, dan ibuk itu menawariku untuk main2 ke rumah beliau. Amin buk, semoga ya.
            Sekitar jam 9 p.m. pesawat udah mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah. Terimakasih, terimakasih, terimakasih Tuhan. Terimakasih mas Megand. Aku sampai di Palangkaraya!! Yeiiiii…. :D Aku segera sms mas Megand. Hihii……
            Aku berjalan sama Ibuk Luci, barang2 ibuk yang ada di bagasi cukup banyak dan ibuk Luci belum dijemput. Jadi aku nunggu barang2 yang dibawa Ibu Luci sementara ibu Luci menunggu bagasi.
***
 Touch down Palangkaraya...uhuiiii :)
            Mas Megand udah nunggu d pintu keluar. Kacau kami, memang. Kami emang udah lama kenal, tapi dulu pun kami jarang ngobrol, kami terakhir ketemu sekitar tahun 2012, dan sekarang ketemu lagi di Palangkaraya (kota yang cukup asing dan baru bagi kami, apalagi bagiku). Aku sendirian dari Sanggau, sampai Palangkaraya, ketemu mas Megand…what do you looking for actually? Entahlah….
            Di parkiran, Mas Megand udah ngasih tau kalo pariwisata di Palangkaraya gak ada yang bagus (hadehhh), tapi aku sih fine2 aja, yg penting fun fun fun fun, d daerah yang baru pula. Ahh..santak jakkk! :)
            Mas Megand ngajak maem. Kami maem…hhmm…kayak gado2, tapi bukan deh. Kayak lontong balap Surabaya malahan. Dann, tiba2 ibuk ku tlepon. Bapak, ibuk dan mb Nana agak memarahiku, tapii..eh kek mana, aku udah sampai Palangkaraya dan aku selamat2 aja kog. Hahaha..nyuwun ngapunten, Ibuk, Bapak, Mbak Nana J
            Setelah selesai makan, kami menuju barak sekaligus kantor Kompas Palangkaraya. Hahahaha (ada ya?) Aku istirahat, lalu mandi, dan ngobrol sama mas Megand sampai kira2 jm 2 a.m. 
***
            Benar2 unbelievable! Terimakasih Tuhan atas kesempatan yang boleh aku terima. Terimaksih atas perlindungan padaku, terimaksih untuk orang2 baik yang aku temui dari perjalanan Sanggau-Palangkaraya, terimakasih untuk mas Megand, dan terimaksih atas kenekatan dan keberanianku. Perjalanan yang sangatttt panjanggg dan jauhhh :)
            Terimakasihhhh juga mas Megand :) Hihihiii…..