SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label Happy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Happy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2018

Dieng Culture Fest 2017 #First Day

Dieng Culture Fest? Apaan itu?

Mas Dika mau liputan Dieng Culture Fest 2017. Sepertinya menyenangkan sekali...
Dieng? Dimanakah itu? Aku sama sekali belum pernah ke daerah Dieng...
Jadiii aku mau ikut lah!

Hari Jumat pagi mas Dika udah berangkat pakai mobil.
Jumat sore sekitar jam 5 an aku naik travel sampai ke Mie Ongklok yang terkenal di Wonosobo.
Karena sama sekali belum pernah dan juga ngga ada banyangan tentang dimana Mie Ongklok Wonosobo, berkali-kali aku bilang sama Pak Sopir kalau aku berhenti di Mie Ongklok. Sampai-sampai Pak Sopirnya kayak sebel, "Iya mba, masih jauh" jawab Pak Sopir untuk ketiga atau keempat kalinya.

Akhirnya aku sampai di Mie Ongklok, dan ternyata warungnya tutup! MAs Dika nunggu di pinggir jalan dekat Mie Ongklok itu. Setelah itu kami menuju Dieng, tapi sebelumnya kami makan Mie Ongklok yang dipinggir jalan, tapi ramee juga...

So, apakah itu Mie Ongklok? Mie Ongkolok kalau menurutku kayak mie ayam trus ada kuah2 yang kenthel kayak lengket2 gitu, terus cocoknya sama sate sapi. Enak? Menurutku sih enak, apalagi lapar dan dingin yaa...
Ini dia mie ongklok dan sate sapi...Enyakkk :D 

Selesai makan, kami menuju Hotel di Dieng. Asyikkk ke Dieng. Jalan menuju Dieng sama seperti jalan menuju gunung pada umumnya, berkelok-kelok; naik turun; dan udaranya dingin sekalii...

Kami menginap di Hotel Larasati. Tempatnya oke, bersih, makan pagi juga ada. Dan dekat banget dengan acara Dieng Culture Fest. Sampai disana udah malam, "Ini ngga ada AC nya mas?" tanyaku ke Mas Dika. "Buat apa AC? Ini udah dingin banget kali." jawab Mas Dika.
Dan ternyata memang benar...menginjakkan kaki di lantai saja udah dinginnn banget, airya udah kayak es, pengennya tidur terus selimutan.

Ak istirahat dan ngemil-ngemil sebentar terus kami menuju lokasi Dieng Culture Fest.
Ternyata ramaiii banget...
Pas sampai lokasi udah mulai Jazz Atas Awan. Ada band2 gitu, yang nonton banyakk banget...Banyak jajanan juga disana. Baguss banget deh pokonya, udaranya dingin bangettt, pake jaket, kaos tangan, dan penutup kepala pun rasanya masih dingin bnget. Rasanya mau beku deh badan ini.

Dan malam itu ada Anji...Wow... Ada yang udah nyalain kembang api dan nyalain lampion jugaa...
Meriah dan menyenagkan sekali lah pokoknya!

Sekitar jam 12 an acara sudah selesai,, lalu kami kembali ke hotel, dan istirahat. Rencananya mau mandi, tapi yaaampun dinginnyaa...walapun ada hitternya, mending aku ngga mandi lah. Hoho..






Kamis, 12 Januari 2017

Siraman

Prosesi adat pertama yang kami lalui sebelum menikah adalah .... siraman.

Siraman ini menggunakan 7 sumebr mata air. Sumber mata air yang kami pakai untuk siraman berasal dari Gua Maria, tentu saja itu yang mencari adalah ibuk dan ibuk e Mas Dika. Hahaha....

Prosesi siraman ini untuk membersihkan diri kami, supaya pada waktu hari H, kami nampak bersih, bercahaya, seperti bidadari*apa sih? Hahaha....

Yang nyirami adalah 7 orang yang sudah menikahkan anaknya + 1 perias. Kalau dari aku, yang nyirami adalah bapak+ibuk, mbah Jono Kakung+mbah Jono Putri, Bu Yadi+Pak Yadi, dan Bu Dukuh. Duh, ini prosesibikn terharu biru.

Oh iya, sebelum prosesi siraman adalah serah-serahan. Serah-serahan ini dimulai dengan sambutan dari wakil kedua orang tua, penyerahan plangkahan untuk Mas Andre, penyerahan pesing utuk Mbah Jono kakung putri, doa, makan-makan dan dilanjutkan dengan siraman.

Balik lagi ke acara siraman ya...
Setelah selesai siraman, adalah bapak dan ibuk memcah kendi di depanku. Setelah itu, adalah...bapak 'nggendong aku. Ngga sampai masuk rumah sih. Tapi kan itu mengerikan sekali, karena aku gendutttt.

Setelah itu, aku langsung gani baju dan mandi. Setelah aku selesai siraman, giliran Mas Dika juga siraman. Tapi aku ngga bisa lihat pada waktu Mas Dika siraman, karena aku sedang mandi.

Oh iya, setelah siraman selesai, ibuk dan bapak ku jualan dawet. aku ngga tau sih apa makna dari jualan dawetini. Trs yang beli dawet menggunakan kereweng (pecahan genteng). Tapi ternyata kereweng ini bentuknya bulat dan bagus gitu.

Puji Tuhan, ibuk laris jualan dawetnya, habis. Padahal aku juga pengen. Hahaha... Setelah selesai jual dawet, uang yang dari kereweng tsb diberikan ke aku. Simbol ibuk ngasih uang ke aku. Hahaha...

Malamnya ada gejog lesung. Kesenian yang berasal dari kulon progo.

Dan paginyaaaa......aaaakkk....

Mas Meganduttt :*

Belakangku adalah kembar mayang 










Jumat, 29 Juli 2016

Palangkaraya :D


Palangkaraya
Lebaran
Bersama Mas Dika
Muachhhh







Kamis, 28 Juli 2016

Palangkaraya lagi!! :D :D

Seperti biasa, setiap malam aku n Mas Dka selalu tlep2an.
Malam itu hari Jumat malam.
"Besok kan hari Sabtu, ke Palangkaraya aja"
"bercanda Mas"
"Kok bercanda? Bener ni. aku belikan tiket ya?"

Dannnn.......paginya, aku udah ada di bandara Soekarno Hatta!

Itu bener-bener mendadak banget dan cuma hari Sabtu Minggu doang!
Tapi, yaa lumayan lah! Bersyukurlah :*

Theater tentag Orang Utan

Saya cinta Kota Cantik






Senin, 25 Januari 2016

One Step Closer ... Engagement

"Tunangan? OK?"

Hoho..itu adalah judul cerita yang aku buat pada waktu SMA. Iya, cerita fiksi saat aku mempunyai imajinasi liar dan gak jelas, dan akhirnya di TOLAK. Iya, diTOLAK! hahaha..yowes....

Sekarang, ini beda cerita :D Engagement kali ini adalah nyata, benar2 terlaksana. Tanggal 26 Desember 2015 kemarin, Mas Dika dan keluarga besarnya datang ke Ngagul-agulan. Semua berjalan dengan lancar, dan ini totally berkat kedua keluarga kami. Karena persiapan dan rencana2 kami (aku dan keluargaku; aku dan mas Dika; mas Dika dan keluarganya) lebih banyak hanya sebatas telpon2an doang! Iyaaa, kami semua LDR :( Tapi berkat keluarga kami yang luar biasa, semuanya dapat terlaksana. 

Acara pertrunangan kami dimulai dengan kedatangan keluarga Mas Dika. Lalu Pakdhe Budi yang berperan sebagai pembawa acara, mempersilahkan Keluarga Mas Dika untuk menyampaikan maksud kedatangannya*heheheee*. Setelah itu dijawab dari pihak keluarga ku *I was a little bit disappointed* Setelah selesai dilanjutkan dengan Ibadat Sabda yang dipimpin oleh Prodiakon. Selesai Ibadat dilanjutkan dengan ramah tamah. 

Takut, seneng, deg-degan jadi satu. Dan yang harus kami sadari, ini belum apa-apa, ini baru awal perjalanan kami, masih banyak persiapan-persiapan, rancangan, rencana, harapan, mimpi yang harus kami jalani. Dan.... terimakasih untuk Keluarga kami, terutama Bapak Ibuk kami yang sangat luar biasa dan terima kasih untuk Mas Dika yang luar biasa! :* 

-satubulanpertunangan-
ahahaaa :*










Selasa, 05 Mei 2015

Palangkaraya!

Jadi, ceritanya pas tanggal 1 Mei kemarin kan long weekend trs ak ke Palangkaraya deh. Yaa as usual lah, 2 hari itu cukup kok. Haha...
Jadi, jadwalnya pesawat berangkat jam 11.40 dan untuk mengantisipasi kemacetan karena hari buruh, aku berangkat skitar pukul 6, dan naik Damri kira2 pukul 06.30, kukira akan memakan waktu yang lama karena long weekend dan hari buruh ya! Ehh..ternyata, skitar jam 7.20 aku udah sampai Bandara! Aduuhaii, lama niannn aku nunggunya. Hahaa..tapi yaaa gapapa sih daripada kena macet dan gak jadi ketemu#eh?

Terus, ternyata Lion delay, ehee..tambah lama lah. Dan entah akhirnya jam berapa boardingnya, yang pasti sampai Palangkaraya skitar jm 3.30pm. Hehehe... It doesn't matter at all as long as I meet yuuuu :*

Ahaha Kalimantan lagi! Semua motif2 dan gambar2 Dayak itu mengingatkanku pada Sanggau! Iya Sanggau dan semuamuanya yang ada di sana! Dan, it's hard to say that I miss them!! Aku sebel ketika aku harus kangen sama mereka! Hahaa....

Jadi selama di Palangkaraya, kami ke Bukit Batu dan Bukit Karmel. Bukit Batu adalah tempat bertapanya Tjilik Riwut, pahlawan Palangkaraya. Yaa itu batuuu - batu semua gitu sih, tapi menarik untuk dikunjungi kok! :)







See you in the next enjoyable journey!!

Jumat, 24 April 2015

LDR

Yaaa....2 days are always enough for us (for this time)!
Mas Dikaaa...
In his very hetic works, he told me that he got 2 days off. So he decided to come back Jogja. Hehee...
And the journey was started again, again (and again). Yuhuu....
Actually we only went to 2 places; Mangunan & Lawangsih. But, still, it was OK! Hahaa....








 Well, hopefully we'll have a short enjoyable holiday :D

Selasa, 28 Oktober 2014

Simping, the Smallest Island in the World

Yaakk...udah pernah ke Pulau Simping? Atau paling ngak mendengar tentang Pulau Simping? Yaakk..Pulau Simping terletak di Singkawang, Kalimantan Barat. Dan ternyata Pulau Simping ini adalah Pulau terkecil di dunia, di dunia loh! Jadi, Pulau terkecil di dunia itu ada di Indonesia? Iyaa! Ada di Kalimantan Barat? Iyaaa.... :) Ih waw banget yaa? Hahaa..
Jadi pulau Simping ini berada di kawasan Sinka Zoo. Kalau ke Kalimantan Barat, jangan lupa berkunjung ke Singkawang. Pantai yang paling terkenal di Kalimantan Barat. Di kawasan Singkawang itu lah nanti akan ditemui Pulau Simping, Sinka Zoo, Pantai Pasir Panjang, dsb. 

Lalu apa sebenarnya suatu daratan disebut pulau? Kok bisa pulau Simping disebut sebagai pulau? Pulau terkecil lagi? Padahal Desember 2013 kemarin saya ke sana, Pulau Simping itu tampak tak berpenghuni. hhm..Jadi, konon ceritanya, dulu Pulau Simping itu ada penghuninya, tapi karena terjadi abras, maka penduduk Pulau Simping banyak atau bahkan semuanya pindah. Dulu Pulau Simping bukan merupakan objek wsata, tapi sekarang menjadi salah satu objek wisata di Singkawang. Ada jembatan untuk menuju ke Pulau Simping ini, tapi Desember 2013 kemarin jembatannya rusak dan pas saya kesana pas hujan juga, jadi tidak diizinkan untuk menginjakan kaki di Pulau Simping itu. 

Oh iya, di pantai-pantai daerah Singkawang itu juga banyak terdapat kuil. Singkawang terkenal dengan nama "Singkawang Kota Amoy" atau "Singkawang Kota Seribu Kuil". Kebanyakan penduduk Singkawang adalah keturunan China. Jadi kalau udah memasuki kota Singkawang, pasti di kanan-kiri jalan kita melihat kuil. Salah satu tepi pantai di Singkawang ada banyak patung-patung shio, seperti kelinci, ular, naga, dsb. Bagusss pokoknya :) 




Kamis, 17 Juli 2014

Pelangi di Bukit Karmel



Setelah makan siang bersama Mas Megand, kami menuju bukit Karmel. “Temboknya tinggi, mirip Seminari”, kata Mas Megand waktu itu. “Haduh, move on donk Mas”, batinku.
Hari itu adalah hari Kamis Putih. Di Bukit Karmel ada Gereja juga, sepertinya juga sedang persiapan untuk misa Kamis Putih. Mas Megand mengajakku untuk minta izin ke suster penjaganya dulu. Setelah pencet bel dan menunggu selama kurang lebih 5 menit, jendela dibuka dan muncul seorang Suster. Suster tersebut menanyakan nama kami dan memberitahu hal-hal apa saja yang tidak boleh kami lakukan di Bukit Karmel.
          “Mau piknik ya?” tanya Suster itu tiba-tiba. Aku dan Mas Megand saling berpandangan dan tertawa. Hahaa..dalam hati aku ngekek, tau banget sih suster ini, jangan-jangan paranormal ya?Hahaa…
          Lalu kami berjalan masuk menuju area Bukit Karmel, yang katanya mirip Seminari. Beberapa meter setelah gerbang, ada tangga yang jumlahnya lumayann banyak. Mas Megand masih menghinaku karena sebelum ke Bukit Karmel kami pergi ke Bukit Tangkiling yang sangat tinggi, dan aku tidak kuat naik. Kadang aku juga gantian menghina dia, tapi pasti aku kalah. Mas Megand menggandeng tanganku. Jumlah anak tangga yang sangat banyak jadi tidak begitu terasa karena kami masih terus bercanda dan saling menghina. 
          Sesampainya di atas, waw..pemandangannya bagus! Ada banyak patung yang menggambarkan peristiwa-peristiwa Jalan Salib.
“Aku pengen foto di sana!” kataku sambil menunjuk patung-patung itu.
“Gak boleh di sana, Ci!”
“Tapi aku pengen di sana, di samping patuh-patung itu”
“Gak boleh, Achi” kata Mas Megand lagi. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami. Kami terus berjalan melewati rute jalan salib. Selama berjalan mengitari rute jalan salib, kami juga disuguhi pemandangan yang sangat waw! Bagus banget. Kami terus berjalan sambil bercerita macam-macam. Sampai di perhentian ke12 kami beristirahat dan kami duduk di bawah patung-patung yang menggambarkan “Yesus Wafat Disalib”. Aku masih cerita macam-macam dan Mas Megand hanya mendengarkan cerita-cerita gak jelas ku. Setelah selesai cerita aku juga ikut duduk di samping mas Megand. Kami diam, menikmati heningnya bukit Karmel dan pemandangan yang sangat bagus.
“Ci..aku sayang kamu” kata Mas Megand tiba-tiba, ya sangat tiba-tiba sekali.
Hah…What?? Aku gak salah dengar? Aku masih diam aja, melihat Mas Megand dengan tatapan heran dan bingung.
“Iya Ci…aku sayang kamu. Sejak …. (bla..bla..bla…)” Mas Megand masih mengeluarkan rayuan-rayuannya.
          Hmm..jujur ya, aku sama sekali gak mengira dan menyangka Mas Megand akan ngomong kayak gitu. Iya, aku bingung dan salting!#Aku kudu piye jal?
“Yaa ampun..ini tu terlalu cepat, Mas!!” kataku antara gemes dan emosi. Iya, dia membuatku gemes dan emosi. Kenapa tiba-tiba dia bilang kayak gitu? Aku bilang terlalu cepat karena menurutku kami belum saling “kenal”. Kami memang sudah kenal agak lama. Itu pun hanya kenal-kenal aja. Aku tau Mas Megand dan Mas Megand tau aku. That’s all. Bahkan ngobrol secara langsung pun cuma berapa kali, lainnya ngobrol lewat dunia maya. Hadehh..orang tua satu ini! Awr…
          Kami masih saling diam, sampai akhirnya kami berjalan turun dan duduk di depan gua Maria di Bukit Karmel. Kami duduk di bawah pohon besar. Mas Megand masih mengatakan gombalan-gombalannya. Duh mas…melting aku suwe-suwe.
          “Kamu gak perlu jawab sekarang kok Ci, aku cuma pengen kamu tahu aja” kata Mas Megand. Keraguan dan ketakutanku saat itu adalah karena kami baru bertemu dan dekat satu hari itu setelah selama bertahun-tahun kami tidak bertemu. Kok bisa coba dia langsung bilang kayak gitu? Hhm…
          Terus yang kedua adalah karena dia mantan frater. Terus apa yang salah dengan mantan frater? Hehe…ini sebenarnya dari cerita temenku. Katanya mantan frater itu egois. “Dia udah terbiasa sendiri, selama beberapa tahun dia sendiri dan memikirkan dirinya sendiri. Terus kalau kamu nikah sama mantan frater nanti kamu terlantar. Ada temenku yang juga nikah sama mantan frater. Lalu aku bilang ke dia, “Maaf ya, aku tidak bisa hadir ke pernikahanmu. Aku tidak tega melihat kamu akan hidup bersama dia untuk selamanya”. Ya tapi tidak semua mantan frater seperti itu kok. Kamu pikir-pikir lagi, dan yang penting kamu siap dengan pilihanmu itu.” Nah..mungkin aku adalah salah satu orang yang mudah terpengaruh. Dan kata-kata itu cukup masuk dan mempengaruhi pikiranku.
          Nah alasan yang ketiga ini berhubungan dengan masa lalu ku. Jadi, mantanku adalah temen seangkatan Mas Megand pada waktu di Seminari Menengah. Singkatnya, mantanku itu exsem, mantan seminari, seangkatan sama Mas Megand pulu! HAdehhh!! Mantanku itu mengerikan (bukan masalah tampang sih), terus mas Megand pernah bilang “yaa mungkin aku 11:12 sama mantanmu lah”. Aku tu takut! Aku takut kalo tingkah Mas Megand itu mirip atau hampir sama kayak mantanku. Dan, kalau aku beneran pacaran sama Mas Megand pasti akan ada (atau banyak) yang berkomentar, “tetep ya? Yang berbau seminari-seminari” atau “Wah udah naik tingkat ni, kemarin sama mantan seminari sekarang sama mantan frater” atau “Simpel sih, pasti karena dia exsem!” Huh…
          Itu sebenarnya kenapa aku belum juga mau bilang “Iya” atau “Maaf, aku gak bisa mas!”. Saat aku masih agak kalut dengan ungkapan Mas Megand, tiba-tiba gerimisss, hujan-panas, dan berangin. Yaak, tambah romnatis kan? Hhm… dan tiba-tiba muncul pelangi. Cantik!
          Menurut Mas Megand, pelangi itu pertanda bagus. Iya, kali ya?! Entahlah apa makna dari pelangi itu, tapi yang pasti karena panas, terus gerimis dan masih panas lagi. Pelangi di Bukit Karmel, entah itu pertanda bagus atau buruk, tapi aku berterimakasih padamu karena hadirmu menambah suasana romantis sore itu. Tapi semoga pelangi itu memang pertanda baik, iya semoga!
         

Selasa, 10 Juni 2014

2 days are (never) enough



Cieee…jadi ceritanya kmrn Sabtu-Senin itu aku n Mas Dika ketemuan lagi ^^ Jadi ada temennya Mas Dika yang nikah di Sekadau, trs intinya Mas Dika kondangan gitu sekalian ketemu sama akuu (atau ketemu samaa aku sekalian kondangan?) hahaa..entahlah, yang penting kita ketemuuu lagi, setelah sekian lama gak ketemu (sekian lama??)
          Cuma sebentar sih Sabtu sekitar jam 6.30p.m Mas Dika baru sampai tempatku, terus kami langsung ke Sekadau. Sampai Sekadau sekitar jam 9p.m. Terus minggunya ikut ke nikahan bang Jum n Maria. Setelah itu trs k Sanggau dan Senin paginya aku pulang ke Bodok, dan mas Dika langsung menuju Bandara Supadio. Hih…cepett sekalikan? 2 days are enough or 2 days are never enough?? Hahaa..(bessyukur..bersyukur, astri!!)
          Yaaaa..terimakasih..terimakasih Mas Dika udah mau jauhhh..jauhh datang (emang datang buat kamu, tri?hhhmm…) Udah mau lewat jalan yang superrrr ancoree..ckckck…
Hhm….2 hari lumayan lah untuk melepas kangen kami setelah hampir 2 bulan gak ketemu…
2 hari cukuplah untuk menabung rindu kami sampai kira2 6 bulan kedepan…
2 hari cukuplah untuk agak saling mengenal
2 hari cukuplah untuk hahahaaaa..heheheee…
2 hari cukuplah untuk saling marah…
Hahaha..jadi intinya 2 hari itu cukup kok (daripada nggak sama sekali)

Terimakasih, terimakasih dan maaf, maaf ya Mas Dika ^^
11:12 itu mirip, tapi pasti kamu lebih dan jauhhhh lebih baik sekali J
Maaf, maaf…

Tuesday, 10th June 2014
1.56 p.m.
-dan aku sudah merindukanmu (lagi) hhmm-






Rabu, 30 April 2014

My Easter's Gift#2


akhirnya samapiii atas....




Have u ever seen a rainbow?

Sungai Rungan