SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Tampilkan postingan dengan label TerimaKasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TerimaKasih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

Siraman

Prosesi adat pertama yang kami lalui sebelum menikah adalah .... siraman.

Siraman ini menggunakan 7 sumebr mata air. Sumber mata air yang kami pakai untuk siraman berasal dari Gua Maria, tentu saja itu yang mencari adalah ibuk dan ibuk e Mas Dika. Hahaha....

Prosesi siraman ini untuk membersihkan diri kami, supaya pada waktu hari H, kami nampak bersih, bercahaya, seperti bidadari*apa sih? Hahaha....

Yang nyirami adalah 7 orang yang sudah menikahkan anaknya + 1 perias. Kalau dari aku, yang nyirami adalah bapak+ibuk, mbah Jono Kakung+mbah Jono Putri, Bu Yadi+Pak Yadi, dan Bu Dukuh. Duh, ini prosesibikn terharu biru.

Oh iya, sebelum prosesi siraman adalah serah-serahan. Serah-serahan ini dimulai dengan sambutan dari wakil kedua orang tua, penyerahan plangkahan untuk Mas Andre, penyerahan pesing utuk Mbah Jono kakung putri, doa, makan-makan dan dilanjutkan dengan siraman.

Balik lagi ke acara siraman ya...
Setelah selesai siraman, adalah bapak dan ibuk memcah kendi di depanku. Setelah itu, adalah...bapak 'nggendong aku. Ngga sampai masuk rumah sih. Tapi kan itu mengerikan sekali, karena aku gendutttt.

Setelah itu, aku langsung gani baju dan mandi. Setelah aku selesai siraman, giliran Mas Dika juga siraman. Tapi aku ngga bisa lihat pada waktu Mas Dika siraman, karena aku sedang mandi.

Oh iya, setelah siraman selesai, ibuk dan bapak ku jualan dawet. aku ngga tau sih apa makna dari jualan dawetini. Trs yang beli dawet menggunakan kereweng (pecahan genteng). Tapi ternyata kereweng ini bentuknya bulat dan bagus gitu.

Puji Tuhan, ibuk laris jualan dawetnya, habis. Padahal aku juga pengen. Hahaha... Setelah selesai jual dawet, uang yang dari kereweng tsb diberikan ke aku. Simbol ibuk ngasih uang ke aku. Hahaha...

Malamnya ada gejog lesung. Kesenian yang berasal dari kulon progo.

Dan paginyaaaa......aaaakkk....

Mas Meganduttt :*

Belakangku adalah kembar mayang 










Minggu, 31 Mei 2015

Terima Kasih :)

Kadang, rasa2nya aku pengen pulang.
Kadang, aku malas bangun dan malas mandi pagi
Kadang, aku malas berangkat kerja
Capek, males, riwuh! Iya!

"Iyo, kerja ki kesel to tri?"
Iya, kesel! Tapi, lebih kesel, lebih capek lagi kalau nganggur!

Setiap mandi pagi dan malam, aku pasti mendengar suara bajaj, karena di kamar mandi ada ventilasi jadi suara dari luar pasti lebih jelas terdengar dari pada saat di dalam kamar.
Iya, simpel dan sederhana sih, suara bajaj!

Tapi selalu terlintas dipikiranku "Bapak-bapak bajaj aja sampai malam begini masih cari penumpang, melewati jalanan yang serba riewuh itu, (mungkin) akan mendapat&juga memaki2 orang lain saat di jalan. Masa' aku yang lebih muda udah ngeluh, udah nyerah aja??"
Setiap pagi hal yang sama terjadi. Aku malas bangun, malas mandi, malas berangkat! Tapi setiap mandi pagi, sekitar jam 5.30am, selalu saja sudah terdengar suara bajaj yang hilir mudik. Ahgr...bapak-bapak Bajaj aja jam segini udah hilir mudik melewati segala keriwuhan kota ini, masa' aku udah ngalah dan nyerah aja?"

Yaa..paling ngga, setiap mandi pagi dan malam aku merefleksikan tentang itu. Paling ngga setiap Sabtu-Minggu aku bisa libur. Hebat, hebat sekali bagi mereka yang sama sekali tidak ada libur! Hebat sekali bagi mereka yang setiap subuh sampai malam sudah hilir mudik melewati riuhnya kota ini!
Terima kasih :)

Selasa, 27 Mei 2014

…and they asked me to stay here again (and again)



The night after that …
Siangnya aku dan beberapa anak pergi ke WB. Sebenernya aku udah dapat kamar pojokan di WB, tapi entah kenapa kayak e aku nggak sanggup tinggal di sana. Mungkin karena aku masih shock gitu.
Akhir e Bu Thres bilang, “Kalau belum siap, nggak usah dipaksa untuk tinggal di WB. Di tempat saya saja.” Really2 my second angel. :D
Dan yang lebih membuat ku shock, kaget, gak menyangka, dan gak mengira adalah, malemnya ada Yuma dan Kiting. Mereka berdua tiba2 datang pas aku dan ibuk Thres makan malam. Intinya mereka mewakili temen2 kos gak memperbolehkanku untuk pindah/tinggal di WB. Yaampunnn…sumpah, aku terharuu banget, banget! Sopo jal aku ki? Aku baru aja datang dan mereka sungguh sangat baikk….Benar2 terharu dengan permintaan mereka.  All of those children in this boarding house are my little angels. :D Thank you J
                                                                                                            Pusat Damai, 23rd Juni 2013

***
            Itu adalah semacam diaryku pada waktu awal-awal aku sampai di tempat baru ini. Tempat yang sebenernya gak pernah aku bayangkan. Tempat yang aku datangi karena kenekatanku. Tempat yang aku datangi dengan alasan aku ingin mencari pengalaman baru, penglaman di luar Jawa bahkan sampai aku merengek2 pada kedua orang tuaku. Entahlah apa yang sebenarnya aku cariwaktu itu. Entah apa yang sebenarnya aku cari dan aku perjuangkan waktu itu dan sampai pada detik ini, disini!?
Hampir satu tahun aku berada di Parindu, Pusat Damai, Sanggau. KEbanyakan orang pasti ‘nggumun, kenapa aku mau dan bisa sampai sini. Awalnya sih aku merasa biasa2 aja, tapi setelah banyak orang yang ‘nggumun, aku pun juga jadi ‘nggumun sama diriku sendiri*hadehhhh!! Dari awal, aku emang Cuma berencana 1 tahun. Cari pengalaman, sebagai batu loncatan, ya itu alasanku.
            Sebentar lagi kontrakku sudah habis. Aku seneng banget, you know?! Tapi, pas aku bilang gak mau memperpanjang kontrak, kepala sekolah dan beberapa guru melarangku. Dengan alasan, nanti kurang guru, gak ada guru, susah nyari guru, harus nyari guru yang sreg (lagi). Jujur ya, aku terharu dan seneng pas ditahan, tapi aku juga pengen pulang. Masihh banyakk keinginan2ku. Aku masih labil,masih pengen ini itu. Penolakan resign ku membuatku kalut, marah, emosi. Belum lagi, setiap aku mau curhat sama bapak-ibuk selalu saja gak bisa. Telepon berkali2 gak diangkat, ak sebell! Aku mau cerita, mau curhat, tapi entah bapak ibuk lagi di mana L
            Singkat cerita, setelah berhari-hari mengalami kekalutan yang berkepanjangan, setelah berdoa, meminta pendapat dari sana-sini, sering nagis gak jelas, akhirnya aku memutuskan untuk benar2 resign. Boleh atau nggak, yang penting aku ngomong kan?! Tapi yang membuatku seneng adalah, Pak Markus (Guru Bhs Inggris sekaligus WaKaSek) mengijinkanku, “ya kalau itu memang pilihanmu, saya bisa apa lagi? Saya gak bisa memaksa pilihanmu. Sebenernya saya sedih, tapi saya akan lebih sedih dan kasihan kalau melihat kamu terpaksa”. Waaaa….sumpahh…..seneng dan terharuuuu bangettt!! Thank u, Mr Markus J
            Sebelum ada kejelasan ijin dari KepSek, udah ada beberapa murid yang menanyakan kebenaran tentang kepindahanku, ada yang melarangku untuk pindah, dan banyak yang memaksaku untuk ngisi surat perpanjangan kontrakku. Sumpahh..aku terharuuu.
Jumat (23rd May) akhirnya aku bilang sama Pak Roy (KepSek) kalau aku gak memperpanjang kontrak. Dan….Pak Roy memperbolehkan, walaupun aku tau itu dengan berat hati. Waaaa…aku seneng!!!
***
            Aku masuk ke kelas 7D, sebelum pelajaran, tiba-tiba Reori bilang, “Miss…benarkah mau pindah? Nggak usah lah Miss”. Aku cuma tersenyum, antara seneng dan sedih. “Miss ndak usah pindah lah Miss. Yaa miss. Aku nangis ni Miss. Miss aku udah mau nangis ni,” lanjut Reori dengan mata yang berkaca2. #aku kudu piye jal??
***
            Setelah istirahat pertama, aku masuk ke kelas 7E, dimana aku juga jadi wali kelas di kelas itu. Selama proses belajar-mengajar kelasnya tenang, ini sungguh peristiwa langka! Kelas 7E tenang, dan aku tau pasti karena mereka sudah mendengar desas-desus kepergianku. Setelah jam selesai, dan selesai berdoa, tiba-tiba Ucik (muridku yang paling bersemangat) teriakk dan langsung maju. Dan itu benar2 membuatku kaget dan bingung. “Kamu kenapa Cik?” tanyaku bingung.
“Miss jangan pindah lah Miss. Ya Miss, isilah surat kontraknya. Miss jangan pindah, kami gak mau Miss pindah, kami pengen sama Miss,”kata Ucik, dan dia nangis!! "Nanti siapa yang ngawanin ak ke WC malam2?" tambah Ucik. Haduhh…. Dan Dini, Denis, Angel, Hesti, Mesi, dan Jeni juga nangis. Ini kedua kalinya Angel nangis gara2 aku, yang pertama adalah setelah aku pulang selama 1 minggu untuk wisuda. Yaaaa ampunnnn Tuhan, aku kudu piyeee?? Semacam aku juga mau nangis dihadapan mereka.
“Miss, jangan pindah. Nanti wali kelas kami siapa? Miss pokoknya gak boleh pindah!”
“Miss, kenapa mau pindah? Gak usah bah Miss.”
“Miss pokoknya gak boleh pindah, gak boleh! Nanti kalau kami udah lulus aja Miss”
“Miss kenapa mau pindah? Gak usah bah Miss. Maaf ya Miss kalau selama ini aku sering rebut” kata Diki (salah satu yang paling rebut di kelas) disela tangis cewek2 tadi.
Jujur, rasa-rasanya air mataku juga hampir leleh, aku hampir nangis, dan mungkin aku juga udah nangis. Miss pun sayang sama kalian, Miss pengen pulang, tapi rasa2nya berat juga meninggalkan kalian. Tapi hidup ini pilihan, Nak. Ada banyak hal yang tidak bisa kita paksakan dalam hidup ini. Rasa2nya pengen bilang gitu kepada mereka, tapi aku tidak mampu. Dan akhirnya aku hanya bisa tersenyum, dan menyuruh mereka untuk gak nangis (apalagi Ucik), dan mengatakan kalau aku mau ke kantor. Lalu aku keluar dengan perasaan yang kacau balau dan campur aduk.
***
Di kamarku , sepulang sekolah.
“Miss, diisi bah Miss surat kontarknya. Jangan pergi dulu bah Miss. Tunggu sampai kami tamat SMP, habis itu kita sama2 perpisahan bah Miss. Yaa miss,”kata Tiara yang tiba2 masuk kamarku.
Aku hanya bisa tersenyum, antara sedih dan terharu.
“Miss masak tega ninggalin kami? Masa tega ninggalin adik2 Miss? Miss udah kami anggap sebagai kakak kami. Kami bah sayang sama Miss” lanjut Tiara.
Jlebbbb….rasa2nya pengen nangis untuk kesekian kalinya. Duhhh nak, aku gak mampu melihat tampang kalian dan permintaan kalian. 
“Miss…pokoknya harus diisi. Miss gak boleh pergi dulu, gak boleh pulang. Boleh sih liburan besok pulang, tapi setelah itu balik lagi,” tambah Beata.
26th Nov 2013...Thank u :D









***
Malam, it is almost 9 p.m. Udah waktunya mereka untuk tidur. Tapi masih ada Irfan dan Yudi yang lg beli popmie. Dan aku masih nunggu mereka di depan kamar sambil duduk. Tiba-tiba Irfan duduk di sampingku.
“Miss, benarkah Miss mau pulang?” Tanya Irfan tiba-tiba
Hweh? Irfan, sepertinya dia cuek2 denganku, tiba2 tanya gitu.
“Kenapa eamng?” tanyaku sambil tersenyum.
“Miss, ndak usah pulang lah Miss. Ndak enak kalo ndak ada Miss. Yaa Miss, ndak usah pulang dulu lah” kata Irfan dengan tampang memelasnya. Duhhh, nakk…. 
Dan saat aku ngetik ini, tiba2 ada BBM dari Tina, “Miss jangan pindah lah
Yaa ampun…aku kudu piye jal??
***
Miss sayang sama kalian semua, Nak…..
Dan, terjadi lagi, seperti beberapa tahun lalu, saat aku resign dari SD. Aku seneng resign tapi setengah hatiku juga sayang meninggalkan mereka. Sekarangpun sama, aku seneng banget akhirnya pak Roy mengerti keinginanku, tapi aku sedih dan sayang meninggalkan anak2 itu… Huhuuhuu….


Jumat, 02 Mei 2014

Knock...knock...

Knock..knock...^^
So, this is one of a games that I use in the classroom. The aim of this game is to remind the vocabularies.
Examples :
1. A  : Knock..knock...
    B  : Who's there?
    A  : Brigita
    B  : Brigita, who?
    A  : Bring me the book.

2. A : Knock ...knock..
    B : Who's there?
    A : Doni
    B : Doni, who?
    A : Don't be lazy!

3. A : Knock...knock..
    B : Who's there?
    A : Kendly
    B : Kendly, who?
    A : Can you help me?

4.  A : Knock...knock..
     B : Who's there?
     A : Maya
     B : Maya, who?
     A : May I know your name?

5. A : Knock..knock..
    B  : Who's there?
    A : Ai
    B : Ai, who?
    A : I love you

6. A : Knock..knock..
    B : Who's there?
    A : Willy
    B : Willy, who?
    A : Will you marry me?

Yap, jadi anak-anak cuma nyari kata-kata yang suaranya sama dengan nama yang mereka sebutkan, tulisan lain gak masalah. Hahaa...Seneng adalah ketika mereka mendapatkan banyakkkk sekali nama-nama imajinasi mereka dan juga kalimat-kalimatnya^^


Rabu, 30 April 2014

My Easter's Gift#2


akhirnya samapiii atas....




Have u ever seen a rainbow?

Sungai Rungan

My Easter's Gift#1




“What a wonderful Easter holiday!”

“Paskah penuh berkah!”

Tuesday,  16th April 2014

Yapp..mungkin kedua kalimat itu sangattt tepat bagiku. Paskah tahun ini, waow sekali…Sama sekali gak menyangka kalau akhirnya bisa ke Palangkaraya-Banjarmasin, ketemu dan menghabiskan waktu bersama mas Megand, ketemu Brian, dan “to be with Mas Megand” :D
            Padahal ya, rencana yang gak jelas ini hanya berawal pas aku curhat sama mas Megand. Aku cerita kalau mulai capek, capek, capek, dan pengen maen2. Dan, dia nawarin untuk maen2 ke Palangkaraya! Ehehe…Palangkaraya? Bolehh banget!! Mumpung aku masih di Kalimantan, ceritanya (padahal ke Palangkaraya harus transit dulu ke Jakarta! Jakarta, Jakarta..udah di Jawa! Ngapain gak pulang Jogja aja? Malah ‘mbalik lagi ke Kalimantan Tengah?)
            Udah mendekati Paskah, mas Megand tanya lagi, jadi ke Palangkaraya atau gak, kalau jadi dia mau ngambil cuti, kalau gak jadi, dia yang pengen k Kalbar. Tapi kalau dia yang ke KalBar, berarti aku cuma tetep di KalBar aja lah ya? Nggak mau ah! Aku pengen mainnn-main-main…! Hahaa… Terus, beberapa hari kemudian, atas kesepakatan kami, dia udah nyariin tiket PP buatku, dan gak mau diganti uangnya! Yaaampun..aku harusss gimana cobaa?? Tapiii..makasihh2 deh mas Megand! Hehee…. Dan ternyata mas Megand juga udah ngambil cuti. Padahal kalau gak ngambil cuti pun gakpapa, aku mau ikut dia liputan, tapi paling2 aku malah ngganggu dia sih. Hehee…Tapi kan aku gak enak!! Duh, orang tua satu itu…-.-
Tiket dr Mas Megand#ak kudu py jal?
           
            Beberapa hari sebelum berangkat, sebenernya aku gak diizinkan sama Ibuk Thres dan Bang Hery, karena beberapa hari sebelum itu aku sering jatuh (hadehh..ramutu tenan ki!) Tapi, setelah berfikir, berdoa, dan juga meyakinkan diriku sendiri, akhirnya aku tetep jadi berangkat, sendiri! Hahahaaa…..Semacam nekat untuk kesekian kalinya tu. Libur Paskah dari Pontianak ke Palangkaraya, sendirian pula. “Kenapa gak pulang Jogja?” “Oh pasti ketempat pacarnya ya?” “Hah..sendirian dari Pontianak? Kog berani?” Pertanyaan2 itu yang selalu orang2 tanyakan padaku. Terus kepikiran, “Kayak e aku emang aneh deh dimata mereka.” Ahh sudahlah…
***
            Sampai di Bandara Supadio, aku sendiri lagi (dan lagi). Terus dapat kenalan, Mbak Iik dan temennya. Pertanyaan yang sama pula yang dilontarkan padaku “Kog gak pulang Jogja aja?” “Ke Palangkaraya tempat siapa? Cowoknya ya pasti?” “Udah pernah kesana?” “Cuma sendirian aja? Kog berani?” Lalalaaaa…..hadehhh..salah kah liburanku?? Dan akhirnya, selama nunggu di Supadio, aku ngobrol bersama dua ibuk2 cantik itu. Tujuan mereka ke Jakarta aja, terus aku ‘mbatin “haduhh..ntar di Soekarno-Hatta aku sama siapa??” Ahh…sendirian aja lah! Bisaaa..bisaa! Setelah gate untuk penerbangan ke Jakarta di buka, kami bertiga segera mengantri, dan aku membantu membawakan kopernya ibuk2 itu. Pacarable banget ya?*lhohh??
***
            Di Pesawat menuju Jakarta
Aku duduk bersama dua bapak2. Setelah ngobrol2, ternyata beliau orang Jawa Timur, orang Kediri. Hehee..Dan beberapa pertanyaan yang sama dilontarkan oleh bapak itu. HHmm…
            Setelah pesawat mendarat di Soekarno-Hatta Jakarta, aku keluar bersama Mbak Iik dan temannya. Mereka ngasih tau aku, harus nunggu dimana, dsb. Oke terimakasih, Mbak. Tapi, btw, aku masih bingung dan sendirian. Hadehh…Tapi gakpapa! Tanya2 kan bisa?!
            Karena transit di Jakarta agak lama, jadi aku agak autis sendiri, jalan kesana-kemari, sendirian! Dan karena capek, akhirnya duduk. Aku sengaja duduk di dekat ibuk2 yang tujuannya sama, yaitu Palangkaraya. Kedua ibuk2 itu asli Palangkaraya, ke Jakarta emang untuk liburan dan belanja. Lalu aku dikasih kue sama ibuk2 itu. Terimakasih, Buk.
            Sekitar pukul 6 p.m. penumpang tujuan Palangkaraya dipersilahkan menuju pesawat. Nah, karena ibuk2 yang di sampingku tadi udah agak tua, dan bawaannya banyak, beliau minta tolong pada ku untuk membawakan tasnya. Okee, siap Buk! Dan, aku membawakan tas ibuk itu sampai dalam pesawat.
***
            Penerbangan menuju Palangkaraya
Aku sibuk BM an sama teman2ku, kakak2ku (mereka menyangka aku pulang ke Jogja), dan tentunya mas Megand. Pokoknya dia harus menjemputku. Hahahaa….
            Pesawat mulai meninggalkan bandara,..dan ternyata sudah malam. Ahh..Jakarta di malam hari, pengen deh. Singkat cerita, aku menikmati perjalanan ke Palangkaraya, seperti aku juga menikmati perjalanan2ku sebelumnya. Dan, kali ini, di sampingku duduk seorang ibu, dengan tampang kalem (seperti aku, mungkin). Ibu Lucia, namanya (memang sama kayak aku kan?) Kami tukaran pin, dan ibuk itu menawariku untuk main2 ke rumah beliau. Amin buk, semoga ya.
            Sekitar jam 9 p.m. pesawat udah mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah. Terimakasih, terimakasih, terimakasih Tuhan. Terimakasih mas Megand. Aku sampai di Palangkaraya!! Yeiiiii…. :D Aku segera sms mas Megand. Hihii……
            Aku berjalan sama Ibuk Luci, barang2 ibuk yang ada di bagasi cukup banyak dan ibuk Luci belum dijemput. Jadi aku nunggu barang2 yang dibawa Ibu Luci sementara ibu Luci menunggu bagasi.
***
 Touch down Palangkaraya...uhuiiii :)
            Mas Megand udah nunggu d pintu keluar. Kacau kami, memang. Kami emang udah lama kenal, tapi dulu pun kami jarang ngobrol, kami terakhir ketemu sekitar tahun 2012, dan sekarang ketemu lagi di Palangkaraya (kota yang cukup asing dan baru bagi kami, apalagi bagiku). Aku sendirian dari Sanggau, sampai Palangkaraya, ketemu mas Megand…what do you looking for actually? Entahlah….
            Di parkiran, Mas Megand udah ngasih tau kalo pariwisata di Palangkaraya gak ada yang bagus (hadehhh), tapi aku sih fine2 aja, yg penting fun fun fun fun, d daerah yang baru pula. Ahh..santak jakkk! :)
            Mas Megand ngajak maem. Kami maem…hhmm…kayak gado2, tapi bukan deh. Kayak lontong balap Surabaya malahan. Dann, tiba2 ibuk ku tlepon. Bapak, ibuk dan mb Nana agak memarahiku, tapii..eh kek mana, aku udah sampai Palangkaraya dan aku selamat2 aja kog. Hahaha..nyuwun ngapunten, Ibuk, Bapak, Mbak Nana J
            Setelah selesai makan, kami menuju barak sekaligus kantor Kompas Palangkaraya. Hahahaha (ada ya?) Aku istirahat, lalu mandi, dan ngobrol sama mas Megand sampai kira2 jm 2 a.m. 
***
            Benar2 unbelievable! Terimakasih Tuhan atas kesempatan yang boleh aku terima. Terimaksih atas perlindungan padaku, terimaksih untuk orang2 baik yang aku temui dari perjalanan Sanggau-Palangkaraya, terimakasih untuk mas Megand, dan terimaksih atas kenekatan dan keberanianku. Perjalanan yang sangatttt panjanggg dan jauhhh :)
            Terimakasihhhh juga mas Megand :) Hihihiii…..