SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...

Selasa, 27 Maret 2012

SOTOJI.....YUMMiiiii..........



Ni dia mie yang benar2 baru dan pertama di Indonesia...SOTOJI...
Mie bihun bercampur jamur tiram yang lezat dan bergizi....

Harus deh kalian semua coba nih produk baru buatan Indonesia. Bener-bener gak nahan, aromanya, baunya, rasanya...hmm..yumiii....Skali suap SOTOJI, pasti deh langsung ketagihan untuk suap-suap yang berikutnya....

Yukk...segera dapatkan SOTOJI,..jangan sampe ketiggalan dan jangan sampe ragu deh...SOTOJI..enak, lezat dan bergizi.... ^^ yumiii....

Minggu, 11 Maret 2012

gogogowes....



Kemarin hari Sabtu, Dhita, Rhean, aku, Frater dan Saka gogowes. Apa an sih gogowes tuh? Hahahaha...sebenernya gogowes tu sepedaan sih, jadi intinya kami pit-pitan gitu. Sebenernya ini tu acara kelompok SPD, jadi seharusnya ada Ivon dan Beni, tapi mereke berdua gak bisa.

Rencana paling awal gogowes kami adalah muterin ringroad Jogja. Ciee..hebat kan?! Tapi stelah tak pikir2, muterin ringroad tu jauhhhh buanget! Trus, aku complain deh. Hahaa...Trus ada ide lain yaitu ke kaliurang (ke tempat KKN kami), muter2 sampai Paingan, ke Kraton, dan Ke Candi Prambanan. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Candi Prambanan.

Kami janjian kumpul di depan Kampus Sanata Dharma jam 6am trus berangkat. Aku udah sampai kampus jam 5.50 sih, cie pagi banget kan?! Hahaa...Tapi, aku dan Dhita ke kos Yustian dulu, pinjem sepeda nya Yus untuk dipake sama Dhita. Dan aku....aku pinjem sepeda nya Yuan dulu. Jadi abis ke kos Yustian, aku ke Pringwulung, nyari in Yuan. Dia udah tak sms dan tak tlepon berkali2 tapi gak bisa. Kayakknya dia belum bangun deh. Aahhh....Setelah sekian agak lama menunggu, akhirnya Yuan datang juga dengan sepedanya. Asikkk....Ternyata dia emang ketiduran. Jujur deh, sbenernya gak enak sama dia. Makasih2 n maaf2.

Setelah itu, aku menuju depan kampus Sanata Dharma, eh ternyata yang kumpul baru Dhita, Frater n Saka. Sekian lama kami nunggu, Rean akhirnya datang juga dengan sepeda merah nan unyu2nya. Hahha... Kontras dengan gaya dia gitu deh. Jam 7 teng akhirnya kami berangkat. Molor 1 jam. Dan rutenya pun kami ganti, gak jadi ke Candi Prambanan, tapi ke Jalan Kaliurang, lewat Condong Catur, trus ke tempatnya Romo Richi (Seminari Anging Mamiri).

deng...deng...perjalanan pun kami mulai. Awal2 masih semangat, tapi lama2 jalannya semakin kerasa kalo nanjak..huf..huf..huf..capekkk.....dan Rean...tiba2 muntah2..Hahaha..baru kali ini deh ada mabok sepeda (maaf, Re..hahhaa). Dia kayaknya kecapean banget, apalagi sepedanya kecil dan pendek gitu, pasti pegel banget. Hekekek...



Lamaaaa.....akhirnya kami menemukan Jalan Kaliurang, means...kita jalannya turun....yeii....dan menuju Anging Mamiri. Disana, Saka dan Frater basket sama Romo Richi, Bayu, Bhe, Mike, dan Bela. Kerennn deh mereka mainnya...hahaa...
Kira0kira jam 10 kami pulang dan melanjutkan gogowes kami. Jalannya masih turun juga..hahahasikk...Trus kita maem dulu di burjonan untuk mengisi tenaga.

Setelah itu melanjutkan perjalanan pulang. Saka langsung menuju ke tempat kerjanya di Toko Buku Social Agency, Frater juga langsung pulang ke kontrakannya. Dan..tinggalah aku, dhita dan Rean. Kami lewat Pringwulung, jadi sekalian ngembaliin sepedanya Yuan. Makasih2 Yuan.
Setelah itu aku nemenin Dhita ngembaliin sepedanya Yustian ke kontrakannya dia, tapi dgak ada orang. Jadilah kami ninggal sepedanya di depan kontrakannya.
Dan....akhirnya..kami pulang ke rumah...
Asikkk deh pokoknya...gogogooowes.... ^^



Rabu, 07 Maret 2012

The Stupid of Me

Gue sebel deh ama oknum polisi. Tau sendirikan knapa? Karna sering nilang...Sbenernya beralasan juga sih kalo nilang tuh. Gue aja yang bego.

Kejadian ini udah sekitar 5 tahun yang lalu, waktu itu gue masih duduk di kelas 2 SMA, masih unyu2, polos, lugu (dan bego). Gue dulu ikut extrakurikuler karate, kelas 2 semester 1 ada kenaikan tingkat ke sabuk ijo, dan gue lulus. Trus gue sama temen gue cari sabuk ijo di sebuah toko deket PKU Muhamadiya Yogyakarta (gue lupa namanya). Sempet kebablasan, soalnya tokonya kecil dan agak2 gloomy gt jadi gak begitu kelihatan dari jalan.

Setelah dapat sabuk ijonya, gue sama temen gue berencana jalan2 ke malioboro. Dengan santai dan enaknya kita ngobrol ngalor-ngidul gak jelas gitu. Sampe di perempatan BI lampu merah, terus masih dengan asyik dan santenya ngobrol aku belok kiri. "Loh kog gak ada jalan ya?" tanyaku bingung. Maksudnya semua jalannya tu dipenuhi sama orang2 yang mau jalan kearah selatan. Tiba-tiba baberapa dari mereka berteriak "belok , mbak. Mbalik2, iki ra entuk ngalor!" dan beberapa dari mereka sudah memasang tampang mbesengut karna gue tetep aja mlipir2 cari jalan ke arah utara. Ada pengamen cilik yang juga bilang, "Lek mbalik mbak, sakdurunge ono polisi".
Glekkk,..gue baru sadar, ini kan jalan satu arah, gak boleh ke utara. Hadehh so goblokk banget sih gue.

Gue langsung muter balik motor gue, sumpah gue dan temen gue panik banget. Tapi gue nyoba calm myself down. "Jangan liat ke belakang. Ntar ndak dikejar polisi" kata gue pada temen gue. Tapi.....tibda2, sudah ada polisi disamping gue, dan dengan santainya dia bilang, "bisa ikut ke kantor, mbak?"
"Oke" jawab gue. Again, gue nyoba kalem, karena gue bawa STNK, helm n SIM, walopun sbenernya takutt bangetttt....

Di pos polisi, gue disuruh nunjukin SIM n STNK. dengan santainya gue keluarin tuh benda2. Sejenak tuh polisi nglihatin 2 surat penting itu. Trus tiba2 tanya, "Ada identitas lainnya, mbak?" Lagi, dengan santai dan mencoba kalem, gue nyari KTP (kartu Tanda Pelajar). Temen gue ngliatin, dengan tampang gimana gitu, seakan mau ngomong sesuatu, tapi gak berani. Ahirnya gue kasih KTM gue, dengan santai dan polosnya, lagi.

"Namanya siapa ya, mbak? Klara Ade atau Lucia Astri?" tanya tuh polisi. Glekkk...Lherrr...gue baru inget, kalo gue belum punya SIM dan gue cuma pinjem SIM kakak gue. So goblok (lagi)!! Awwrr...
"Yaa...itu, pak!" jawabku bingung gimana gitu.
"Ya udah mbak mau 40 ribu atau sidang aja?"
"Astaga, pak. Kan salah saya cuma nglanggar lalu lintas, kog 40rb?"
"Kan gak punya SIM, mbak!"
"Lha itu SIM, pak" jawabku gak terima.
"Iya, tapi SIMnya siapa?"
"Yaaaa...SIM kakak saya sih" jawab gue dengan les.."Tapi kan SIM juga, pak!" gue kembali ngotot.
"Tapi bukan SIM mbaknya!"
"Ya udah 20 ribu aja, pak! KAmi masih pelajar, pak. Gak kasihan ya? Setiap hari kami ngebis. Kami udah gak punya uang, tadi habis beli sabuk, mahal, pak!" kata gue dengan memelasw, lesu, dan memohon.
"Tapi gak bisa mbak, kesalahannya tu ada dua. Nglanggar dan gak punya SIM>" jawab polisnya sambil tertawa. Seolah menertawakan kebodohan gue. Sial!

Setelah berdebat dengan panjang dan alot, akhirnya gue harus mbayar 40rb atas kegoblokan gue. Pertama goblok belok ke utara di jalan Malioboro, dan kedua nunjukin identitas diri gue. Siall!! Awwrr...

Setelah mbayar 40rb ke tuh polisi, gue dan temen gue pulang ke rumah. Hopeless, gak jadi deh jalan2 ke Malioboronya. Dan gue nyuruh temen gue yang di depan. Awwrr...

Senin, 05 Maret 2012

PEN....la..la..la..lalalala



Finally, last Saturday we've done the presentation of SPD class, but it was not the end of SPD clas...hyahhh...My company has not do the teaching, so it still a long journey for my company. My company will start to teach students of IPPAK on March 20, 2012. Fighting...ggrrr...it is difficult, but it is not impossible...awrr...




This is my company. The name of the company is "PEN". So, what is the philosophy of PEN? Yeah,.as we know, PEN is a tool. In this global and modern era, many people still use pen as their tool to write something. PEN is very useful. So, from the philosophy of PEN itself, we also want to be a tool, especially for those who wants to learn English. Hopefully, we are also useful and able to help them. Cheers...
"We are PEN.....la..la..la..la" ^^

Selasa, 28 Februari 2012

Gatal # 2

Aku mengambil selembar kertas yang berada di bawah pintu ruang tamu. Kertas yang penuh dengan hiasan religus dan berwarna kalem. Sejenak aku melihatnya, terdiam. Ini bukan kertas biasa, ya, ini bukanlah hanya sekedar kertas biasa yang bisa aku kumpulkan lalu aku jual. Lebih tepatnya ini adalah undangan. Kenapa kertas ini ada di bawah pintu? Mungkin pak pos yang memasukkan lewat celah bawah pintu, tapi tidak ada alamat lengkap dan prangkonya. Bagaimana mungkin pak pos bisa mengantar sampai rumahku yang jauh dan pelosok ini? Atau jangan-jangan undangan ini memang sengaja hampir dibuang atau disapu oleh ibuku? HHm..okelah, aku juga gak tau bagaiamana undangan itu sampai di tempatku. Yang aku tau adalah undangan itu memang tertuju untukku.

Kembali ku pandangi undangan itu. Aku bingung mau datang atau tidak. Dan aku juga gak tau bagiamana aku harus menata hatiku bila menghadiri undangan itu. Yang pasti bila aku datang kesana aku harus tampak bahagia. Ya, bahagia, walaupun dalam hati pasti aku bilang: Huwaa...agak kurang ikhlas!
"Undangan apa'an tuh?" tanya kakak ku yang tiba-tiba masuk ke kamar
Langsung kutunjukan undangan itu padanya, dengan ekspresi datar, tapi kemudian...."Huwaa.....dia!" Jujur, aku juga gak tau bagaimana harus mengekspresikan ini semua.
"Hahahaa.....sudahlah, kayak gak ada orang lain aja! Ehem, tapi datang kayaknya asyikk tuh!" kata kakak ku sambil tertawa.
Hhmm,..iya juga sih, kayaknya datang juga bakalan asik deh. Apa salahnya coba? Ya, aku akan datang, mungkin.

Tiba-tiba aku teringan percakapan ibu ku beberapa tahun yang lalu. Pagi itu aku baru aja bangun tidur, masih dengan ngantuk2nya. "Eh, tadi tu Mbak Melati (bukan nama sebenarnya) dan anaknya lewat jalan sebelah". kata ibukku.
"Hah..Mbak Melati, siapa coba, aku gak tau!"
"Itu, saudaranya tetangga sebelah. Dia itu masih muda, cantik lagi."
"Terus?"
"Suaminya itu dulu adalah seorang frater." jawab ibuku.
Hyakk....apa'an nih maksud ibu ku??? Jawaban ibu ku membuatku benar-benar terbangun. "Terus?" tanyaku lagi
"Yaa...jadi kamu tu jangan macem-macem deh sama frater. Frater itu susah lo buatnya!"
Hhemm...sejenank aku cuma diam aja. Sial...apa'an nih maksudnya..
"Aku gak ada apa2 kog sama frater" jawabku setengah memberontak.
"Ya udah kalo gak ada apa2, santai aja lho!" kata ibuku sambil lalu.
"Lha aku emang gak ada apa-apa kog. Lagian dulu sama yang beda agama gak boleh. Terus boleh nya sama yang kayak apa coba?"
"Ya yang seiman lah"
Ahh..kenapa sih harus kayak gitu? Bukannya kita semua tu sama ya? Kita menuju pada altar yang sama, hanya cara kita menuju altar itu yang beda-beda.
"Ya udah, kalo frater itu juga seiman" jawabku santai
"Iya, seiman, tapi ya bukan frater juga kali! Pokoknya jangan macam2 sama frater."
Iya, aku tau kog, kalo bikin frater tu sulit. Tapi..tapi..gimana ya?? Huhuu....Aku memang gak macem2 kog sama frater, paling cuma nonton berdua (itu pun cuma sekali), sms an kalo pas lagi liburan, maen bareng2, maen ke seminari..Hahhaa....Semua itu bukan berarti aku ada apa-apa juga kan?! Tapi..mungkin gak ada apa-apa waktu itu adalah suatu proses menjadi apa-apa. (ngomong apa'an sih ini??) Dan mungkin agak terlalu jauh juga. Miris deh, menyadari kalo dia itu frater, oneday he'll be a priest.

Sekarang, undangan di tanganku adalah undangan tahbisannya. Glekk...Tahbisan! Apakah aku harus seneng atau sedih? Seharusnya aku seneng, ya seharusnya! Dan nyatanya aku menang seneng kog (tes..tes..tes...)

Akhirnya aku datang ke acara itu. Semua sudah kupersiapkan dengan rapih; hatiku. Banyak sekali yang datang, means that many people are support him. Yeeaaa.....Dan, inilah jawaban dari semua proses yang gak jelas antara aku dan dia selama ini, bahwa aku harus mendukungnya.
Yaa...aku mendukungnya kog, aku rela kau untuk Dia. Karna kau juga milikNya, sedikitpun aku tak punya hak untuk melarangmu memilihNya dan melarangNya memilihmu. Dia lebih membutuhkanmu, dan banyak orang diluar sana yang juga lebih membutuhkanmu daripada aku. Benar, benar...aku sudah ikhlas kog. Hahaha.. (tes..tes..tes.. :( )Dan, selamat bekerja diladangnya. Hahhaa....
Dedicated to all brother who will be a priest and all girl who was expect, expect, and (maybe) will expect them hahhaa...

NB: Cerita ini hanyalah fiksi dan imajinasi belaka, bila ada kemiripan memang saya sengaja...

Senin, 27 Februari 2012

Gatal... => Galau totaL

CRW 2 ini benar-benar membuatku gatal, galau total...
Aku merasa sendiri ditengah keramaian anak-anak 2010. Sial, gara-gara sekretariat nih yang dengan seenaknya sendiri mindah-mindah jadwal kuliahku. Padahal disini kan aku juga mbayar. Huhh....

Setip memasuki kelas tu aku merasa takut, bener deh. Rasanya tu pengen doa rosario yang lama dulu kalo mau masuk kelas, jadi kalo aku masuk tinggal beberapa menit gitu deh. Tapi gak mungkin bisa lah!

I just try to adapt in this really hard situation. Hiyaahhhh....Ggrrr......

Raditya Dika

Kemarin, tepatnya tanggal 26 Februari 2012, aku ikut Talkshow nya Raditya Dika di JEC. Awalnya aku tu sama sekali gak tau dan gak begitu tertarik, tapi karena diajak sama Yani dan udah dibeliin tiket juga, ya udah deh aku berangkat aja.

Acara talkshow ini tu diselenggarakan oleh SIGMA, jurnalistiknya SMA 1 Yogyakarta. Keren banget ya?! Yang dateng buanyakkk banget.

Dan Raditya Dika tu ternyata kalo dilihat dari dekat dan aslinya tu unyu2 dan lucuuu banget...Kerenn deh pokoknya.. Hahhaaa.....