SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...

Kamis, 08 Januari 2015

Prcakapan dengan Mr. Taxi :D

Pagii ituu, akhirnya aku sampe jugaa dan akhirnya mendapat Taxi :D Ehh ternyata mas2 drivernya ramah, dia langsung menyapa dengan logat Banyumas an nya. *wkwkw....
D : Wes nikah hurung mbak?
A : Hurung mas.
D : Nek aku ki yo mbak, saiki ki luwih milih janda daripada sik iseh gadis
(Aku merasa lega dan aman*lho? :D )
A : Lha?
D : Iyo lah mbak, piye ya mbak. emm
A : Lha piye mas?
D : Nek janda ki luwih pengalaman
A : Ee eh?
D : Iyo lah mbak, luwih dewasa juga mbak. Nek pacaran ki ora njaluk blonjo macem-macem mbak.
A : Wahahaha...iyo to mas?
D : Iyo mbak, aku ki mbiyen nduwe ......
dan mas driver itu pun menceritakan kisahnya saat bertemu dengan tante, dannn seterusnya. Entahlah awalnya kami ngobrol apa itu....

Surat untuk Mbah Kakung#2



Hallo Mbah…..
Apa kabar simbah disana? Pasti sudah amat sangat bahagia sekali ya…hhmm..
Sebenere aku mau nulis surat ini pas 1000hari simbah, tapi simbah ngertos lah, aku, kami amat sangat sibuk untuk mempersiapkan rumah simbah yang baru. 

Iyaa, kami semua sibuk banget mbah. Terutama bapak n ibuk. Banyakkkk orang datang untuk mengenang mbah kakung. Bahkan dari tetangga desa juga datang untuk mengenang mbah kakaung. Banyakkk uluran bantuan dan tanda kasih dari mereka semua. Dari mbah Djono, mbah Dirjo dan semuanya. Oh iya, yang dari Kalimantan pulang semua lho Mbah. Ada Budhe Sri, Pakdhe Adi, Chita, Grace, Pakdhe Kam-Budhe Heli, dan Lek Nyoto. Semua pulang mbah, dan tentunya ada aku juga mbah. :D 

Ehhm….1000 hari, rumah baru buat simbah. “Kenapa harus 1000 hari? Karena 1000 hari adalah tanda kesempurnaan, kelengkapan. Artinya simbah sudah sempurna, sudah bahagia di alam sana….” Yaa mungkin beberapa kata itu yang masih kuingat. 

Iya, mungkin simbah sudah bahagia, dan aku yakin itu. Tapi kok rasa-rasanya aku belum ikhlas ya? Iya, aku tau, aku salah sih kalau aku belum mengikhlaskan dan belum merelakan mbah kakaung pergi, yaaa..tapi…itulah adanya e mbah. 

Maaf ya mbah kalau ketidakrelaanku selama ini (mungkin) menghambat jalan simbah menuju sang Pencipta. Maaf mbah karena aku masih sedih, bahkan misa 1000 hari kemarin pun aku masih sedih. Maaf mbah, aku tidak pernah mau membaca doa umat saat misa ne mbah kakung, kenapa? Yaaa…karena aku ra tekan, dan aku pasti pengen nangis. Maaf mbah. 

“Moy, amoy…” Ahhhgr…aku dan mbak Nana tidak pernah mendengar pujian itu lagi. Hahaa! 

“Aku nunggu kowe re dho bali e!” Ahgr…aku dan mbak Nana juga tidak pernah mendengar kata-kata itu lagi dan melihat mbah kakung masih berdiri di pojokan rumah, padahal udah malam. 

Yaa…rasa-rasanya bukan hanya aku yang masih belum rela dan masih heran kok mbah kakung pergi secepat itu. Banyak yang bilang, kalau simbah punya cekelan, iyo po mbah?? Bahkan Bapak yang serumah dan yang ngurus simbah pun gak tau kalau simbah punya cekelan. Dan aku, cucu yang paling dekat sama simbah, sering nggosip sama simbah pun gak tau kalau simbah punya cekelan. Kok mereka bisa bilang begitu?

Katanya, ada yang sudah merasa kalau simbah mau pergi. Ah sok-soakan banget kan mbah?! Yaa emang sih orang tua-orang tua jaman dulu katanya punya cekelan. Simbah juga po?? Katanya kalau cekelan nya itu dibuang, maka mereka bisa meninggal dengan gampang. Iya kah mbah?? Kok simbah gak bilang apa-apa dulu ke kami?? Kok mendadak sih mbah?? Iya, simbah sama sekali gak ngrepoti sih, tapi itu terlalu mendadak mbah…Kok mbah kakung milih tanggal itu? Kok gak bilang apa-apa dulu ke kami??

Ahh….sudahlah….maaf ya mbah, karna aku masih sedih. Baik-baik di surge ya Mbah Kakung. Doakan kami semua yang masih berjuang ini mbah, beri kami restu untuk setiap rencana kami ya mbah. Salam juga kangge Mbah Putri dan Mbah Dirjo. Selamat bahagia di surge mbah. Kami semua amat sangat mencintaimu :D

Kamis, 30 Oktober 2014

Rumah Panjang Saham

Rumah Panjang merupakan rumah adat dari Suku Dayak. Kalau Rumah Panjang Saham? Sama aja sih. hehee..ini merupakan Rumah Panjang dan terletak di Dusun Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Kebetulan Rumah Panjang Saham ini letaknya tidak begitu jauh dengan rumah Pakdhe Adi yang terletak di Pahauman, Sengah Temila. Tapi aku baru 2 kali juga sih ke Rumah Panjang Saham ini. :)
Namanya aja rumah panjang ya, jadi rumah ini panjanggggg sekali, sekitar 180 meter, dan tingginya sekitar 6 meter. Jadi disangga dengan kayu ulin.
Rumah Panjang Saham ini masih dihuni oleh masyarakat lho, tapi katanya sudah tidak seramai dulu. Jadi dalam satu rumah ada sekitar 30 an keluarga. Ada bilik-bilik yang merupakan tempat tinggal dari keluarga-keluarga tersebut. Dalam bilik tersebut juga terdapat kamar-kamar lagi, tv, dapur, dsbnya. Kita boleh masuk untuk sekedar melihat-lihat gitu kok. Ada yang jualan juga lho.
Oh iya, kalau kita mau ke sana, gratis, sama sekali tidak bayar. :)







Miss n Mr....

Jadi..ceritanya ini bagi rapor ala Miss Indonesia. Sebenarnya aku dapat ide ini dari blognya indonesia Mengajar. Hahaa...
Setiap anak itu hebat, istimewa, dan pandai dibidangnya masing-masing. Walaupun mereka bukan juara di kelas, tapi ada hal istimewa dalam diri mereka yang tidak dimiliki anak lain. Yaa...intinya supaya mereka tetep semangattt walaupun gak dapat juara sih.
Jadi pas terima rapot, ak membuat slempang dengan 3 kategori, yaitu Miss Vocabulary, Miss& Mr Friendly, dan Miss Enthusiasm. Nahh..sebenarnya, rencana awalku, gak cuma buat 3 kategori dan 4 slempang, ada banyakk rencana (banyak rencana, wkwkw), tapi berhubung membuatnya agak lama, agak ribet dan waktu itu aku juga lagi sibuk, jadi sampai hari H bagi rapot cuma jadi 4 deh. Hyahh..sedih :(

Miss Friendly (Jeni), Miss Vocabulary (Yovi), Miss Cantik, Miss Enthusiasm (Ucik), Mr Friendly (Frans. Frengki)

Selasa, 28 Oktober 2014

Pictures tell more than words *ho oh poh?*







Simping, the Smallest Island in the World

Yaakk...udah pernah ke Pulau Simping? Atau paling ngak mendengar tentang Pulau Simping? Yaakk..Pulau Simping terletak di Singkawang, Kalimantan Barat. Dan ternyata Pulau Simping ini adalah Pulau terkecil di dunia, di dunia loh! Jadi, Pulau terkecil di dunia itu ada di Indonesia? Iyaa! Ada di Kalimantan Barat? Iyaaa.... :) Ih waw banget yaa? Hahaa..
Jadi pulau Simping ini berada di kawasan Sinka Zoo. Kalau ke Kalimantan Barat, jangan lupa berkunjung ke Singkawang. Pantai yang paling terkenal di Kalimantan Barat. Di kawasan Singkawang itu lah nanti akan ditemui Pulau Simping, Sinka Zoo, Pantai Pasir Panjang, dsb. 

Lalu apa sebenarnya suatu daratan disebut pulau? Kok bisa pulau Simping disebut sebagai pulau? Pulau terkecil lagi? Padahal Desember 2013 kemarin saya ke sana, Pulau Simping itu tampak tak berpenghuni. hhm..Jadi, konon ceritanya, dulu Pulau Simping itu ada penghuninya, tapi karena terjadi abras, maka penduduk Pulau Simping banyak atau bahkan semuanya pindah. Dulu Pulau Simping bukan merupakan objek wsata, tapi sekarang menjadi salah satu objek wisata di Singkawang. Ada jembatan untuk menuju ke Pulau Simping ini, tapi Desember 2013 kemarin jembatannya rusak dan pas saya kesana pas hujan juga, jadi tidak diizinkan untuk menginjakan kaki di Pulau Simping itu. 

Oh iya, di pantai-pantai daerah Singkawang itu juga banyak terdapat kuil. Singkawang terkenal dengan nama "Singkawang Kota Amoy" atau "Singkawang Kota Seribu Kuil". Kebanyakan penduduk Singkawang adalah keturunan China. Jadi kalau udah memasuki kota Singkawang, pasti di kanan-kiri jalan kita melihat kuil. Salah satu tepi pantai di Singkawang ada banyak patung-patung shio, seperti kelinci, ular, naga, dsb. Bagusss pokoknya :) 




Kiddos' mumbling



Sudah beberapa sore aku dan ibuku pergi ke Sendang Jatiningsih. Lalu suatu sore
Ibuk  : Neng sendang meneh po ra tri?
Aku   : Ah..orak ah. Doaku ra terkabul e.
Ibuk  : Yaaa perlu doaa meneh
Aku   : Wes kesel e aku re sembayang. Huahahaa…
Ibuk  : Nek jare ne room kae, mintaa lah sak akeh-akeh e. Embuh endi lan kapan, tapi mesthi terkabul.
Aku   : Ahh Romo we. Ra nggumun.

Lalu percakapan kami selesai sampai disitu. Tapi beberapa sore kemudian aku ke sendang lagi, walaupun tidak rutin. Aku yo ra ngerti kapan dan doa apa yang akan terkabul. Dan, mungkin itu kali ya yang disebut Iman? Ketika semua doa-doa ku tidak/belum terkabul, tapi aku masih berdoa dan aku masih percaya doa-doaku akan terkabul (tapi embuh kapan)