SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...

Jumat, 13 Februari 2015

SKE (Sindu Kusuma Edupark)

Sindu Park....ini adalah tempat buat main2 di Jogja dan masih lumayan baru. Lokasinya ada di Jl. Magelang km 3 (Jambon). Kalau mau mudah, perempatan beringin sebelum jambon resto itu ke arah timurrr terus. Ntar pasti ketemu kok.

Sindu Park buka jam 15.30-23.00 WIB. Disana ada banyak permainan gitu, yaa kayak dufan gitu (tapi permainannya lebihh banyak dufan kemana-mana sih. hehee...)

Ada bermacam-macam permainan disana, seperti: ferris wheel (bianglala), bumper car (bom2 car), giant swinger, rotary cupcakes, dsb. Terus ada borobudur dan prambanan juga lohh. hohohooo....

Tiket masuk

Bom2 car duluuu

Ferris wheel

Jalan keluar



Kalibiru

Yeii..akhirnya sudah sampai ke Kalibiru. Jadi bulan Desember kemarin, Mas Dika n aku ke Kalibiru. Sebelumnya, kami ke Waduk Sermo dulu. Setelah foto-fo di Waduk Sermo kami naikkkkk menuju ke Kalibiru.

Kalibiru, jangan dibayangkan di sana ada kali yang airnya berwarna biru ya! Nggak ada, jadi nama "Kalibiru" itu adalah nama daerahnya. Kalau menurutku, nama "Kalibiru" itu karena di tempat itu kita bisa melihat Waduk Sermo dari atas, dan Waduk Sermo nya kelihatan seperti kali yang airnya jernih sehingga berwarna biru (aku buat-buat sendiri sih. wkwkwk)

Setelah sampai di parkiran Kalibiru, deng..deng..kita harus berjalan kaki, dan itu naikkkk gituu. Setelah itu kita beli karcis, dannn masih jalannnn lagi, naikkk lagi....

Kalau mau main2 yang berjenis outbond gitu, ada juga kok. 1 paket bayar Rp 25.000,00 , ada 5 permainan. Kalau mau foto2 di atas pohon, bisa juga. Bayar Rp 10.000,00. Tapi pakai kamera kita sendiri, jadi kita gak dapat hard copy foto kita dari mereka gitu. Kalau gak mau main2 gak mau foto2, bisa juga (kayak kami), lihat pemandangan yang waoww udah bikin hati ademmm kok. :D :D

Ini di Waduk Sermo :)

Kalibiru :)

Ini dia...gak rugi kok jalan naikkk terus. wkwk

Ini salah satu permainannya

Nah foto naik pohon gini bayar Rp 10.000,00

Gak usah foto naik pohon juga udah oke, iya kan? :D :p

Ini Waduk Sermo, sejukkk

Jalannn naikkk

Waduk Sermo dari Kalibiru :D

Menjadi Tuaaa....



           Benar kata banyak orang “Dewasa itu pilihan, tua itu pasti”. Kalau disuruh milih sih aku gak mau jadi tua. Sekarang aja rasa-rasanya aku pengen mbalik jadi anak SD atau SMP aja lah, ketika yang dipikirkan hanya pelajaran (itu pun kalau mau ujian), mengerjakan tugas kelompok dan PR (sambil main-main), extra, dan main-main. Padahal dulu pas masih SD atau SMP pengennya cepat besar, cepat kuliah, cepat kerja, dsb. Ternyata oh ternyata lebih enak jadi anak kecil, tenin wes.
            Tapi kalau mau jadi kecil terus, kapan kita besarnya? Kapan kita dewasanya? Yaaa…kita gak bisa menghentikan waktu atau memutar waktu kembali sih ya. Hidup adalah gratisan paling gratis dari Tuhan. Setiap pagi kita bangun adalah gratisan dari Tuhan. Setiap tahun kita tambah usia adalah gratisan juga dari Tuhan. Dan ketika setiap tahun aku tambah usia, kedua orang tuaku, simbah2 ku juga tambah usia, tambah tua.
            Duluuu, ketika aku masih SD, disekitar rumahku masih ramaii, masih ada kedua simbahku yang tinggal bersamaku, masih ada simbah sebelah kiri rumah, masih ada Yani dan kedua simbahnya, masih ada mbah Mul dan mereka masihh sehat semuaa. Pas masih SD, kalau aku sakit, masih ada mbah putri yang menemani, karena bapak-ibuk berangkat ke sekolah. Ketika ak nabrak pintu, kepalaku berdarah-darah, dan ak nangis2, semua simbah2 di sekitar rumahku datang. Ketika gusi ku dijahit, semua simbah2 disekitar rumahku mengunjungi dan aku pura2 tidur karena pasti aku dimarahi. Ahh…..
            Sekarang? Yaa waktu terus berjalan sih ya. Pas kelas 2 SMP simbah putri meninggal, tahun 2012 lalu simbah kakung meninggal. Simbah disebelah kiri rumah juga udah meninggal lama. Mbah Dirjo kakung meninggal sekitar 7 bulan setelah mbah kakung meninggal. Mbah Mul udah sakit sejak sebelum Mbah Kakung meninggal. Pak Pujo meninggal sekitar pertengahan tahun 2014 kemarin. Yaampun…sekitar rumahku jadi sepi banget. Mas Andri ke Jakarta udah sejak 2010 atau 2011 itu. Dan sekarang Yani ke NTT. Jadi sekarang tiga rumahh yang besarrrr2 di belakang rumahku hanya dihuni 1 orang saja.
            Atau karena aku nganggur jd aku merasa sekitar rumahku jd sepi?*eh… Aku jd khawatir, ketika aku semakin tambah umur, maka kedua orang tua ku juga tambah tua.Tapi, ya begitulah kenyataannya. Aku tidak masalah ketika I have to be a driver for them, ketika ak disuruh manasi mobil, disururuh ngantar ke bank, disuruh ngantar periksa, nunggu opname, nyari & ngecek simbah karena ditlepon gak bisa, dll. Ketika ak hanya bermaksud mampir sebentar tapi akhirnya jadi lama karena ngemil2 dan ngobrol2 dulu. Ketika aku hanya duduk sambil ngobrol. Ketika aku hanya menyapa saat ak lewat samping rumah. Kadang, ak jadi merasa takut dan merinding. Besok bapak-ibuk juga sendirian kayak gini? Besok kalau bapak-ibuk sudah tua siapa yang ngrewangi macem2? Besok kalau bapak-ibuk sudah tua siapa yang ngancani??
            Dulu ketika aku maksa mau ke Kalimantan (iya maksa.wkwkw), Bapak dan Ibuk kayak e berat mengizinkan aku gitu. “Sesuk nek bapak-ibuk ngopo2 sopo sik ngeterke?”sempat Bapak/Ibuk ku bilang gitu. “Yani lah” jawabku sambil tertawa. Waktu itu dia masih kuliah, jadi masih tinggal di rumah. Dan yaa…aku dengar dari cerita bapak-ibuk, Yani memang jadi super sibuk, apalagi setelah simbah kakung e meninggal. Dan pasti dia juga merasa kesepian. “Besok aku main sama siapa mbak?” tanya Yani sebelum aku berangkat ke Kalimantan waktu itu. “Ora sah neng Kalimantan, nggo kanca aku ro Yani” kata Mbah Dirjo putri juga.
            Yaa..intinya aku takut dan khawatir ketika kedua orang tau ku menjadi tua. Aku khawatir kesepian-kesepian yang akan mereka hadapi. “Terus ak nggak takut ketika aku sendiri juga tambah tua?” pertanyaan itu juga muncul dalam diriku. Hehehe…Iyaa, aku juga takut tambah tua, tapi paling tidak kedua orang tua ku dulu yang tambah tua. 

Kamis, 08 Januari 2015

Prcakapan dengan Mr. Taxi :D

Pagii ituu, akhirnya aku sampe jugaa dan akhirnya mendapat Taxi :D Ehh ternyata mas2 drivernya ramah, dia langsung menyapa dengan logat Banyumas an nya. *wkwkw....
D : Wes nikah hurung mbak?
A : Hurung mas.
D : Nek aku ki yo mbak, saiki ki luwih milih janda daripada sik iseh gadis
(Aku merasa lega dan aman*lho? :D )
A : Lha?
D : Iyo lah mbak, piye ya mbak. emm
A : Lha piye mas?
D : Nek janda ki luwih pengalaman
A : Ee eh?
D : Iyo lah mbak, luwih dewasa juga mbak. Nek pacaran ki ora njaluk blonjo macem-macem mbak.
A : Wahahaha...iyo to mas?
D : Iyo mbak, aku ki mbiyen nduwe ......
dan mas driver itu pun menceritakan kisahnya saat bertemu dengan tante, dannn seterusnya. Entahlah awalnya kami ngobrol apa itu....

Surat untuk Mbah Kakung#2



Hallo Mbah…..
Apa kabar simbah disana? Pasti sudah amat sangat bahagia sekali ya…hhmm..
Sebenere aku mau nulis surat ini pas 1000hari simbah, tapi simbah ngertos lah, aku, kami amat sangat sibuk untuk mempersiapkan rumah simbah yang baru. 

Iyaa, kami semua sibuk banget mbah. Terutama bapak n ibuk. Banyakkkk orang datang untuk mengenang mbah kakung. Bahkan dari tetangga desa juga datang untuk mengenang mbah kakaung. Banyakkk uluran bantuan dan tanda kasih dari mereka semua. Dari mbah Djono, mbah Dirjo dan semuanya. Oh iya, yang dari Kalimantan pulang semua lho Mbah. Ada Budhe Sri, Pakdhe Adi, Chita, Grace, Pakdhe Kam-Budhe Heli, dan Lek Nyoto. Semua pulang mbah, dan tentunya ada aku juga mbah. :D 

Ehhm….1000 hari, rumah baru buat simbah. “Kenapa harus 1000 hari? Karena 1000 hari adalah tanda kesempurnaan, kelengkapan. Artinya simbah sudah sempurna, sudah bahagia di alam sana….” Yaa mungkin beberapa kata itu yang masih kuingat. 

Iya, mungkin simbah sudah bahagia, dan aku yakin itu. Tapi kok rasa-rasanya aku belum ikhlas ya? Iya, aku tau, aku salah sih kalau aku belum mengikhlaskan dan belum merelakan mbah kakaung pergi, yaaa..tapi…itulah adanya e mbah. 

Maaf ya mbah kalau ketidakrelaanku selama ini (mungkin) menghambat jalan simbah menuju sang Pencipta. Maaf mbah karena aku masih sedih, bahkan misa 1000 hari kemarin pun aku masih sedih. Maaf mbah, aku tidak pernah mau membaca doa umat saat misa ne mbah kakung, kenapa? Yaaa…karena aku ra tekan, dan aku pasti pengen nangis. Maaf mbah. 

“Moy, amoy…” Ahhhgr…aku dan mbak Nana tidak pernah mendengar pujian itu lagi. Hahaa! 

“Aku nunggu kowe re dho bali e!” Ahgr…aku dan mbak Nana juga tidak pernah mendengar kata-kata itu lagi dan melihat mbah kakung masih berdiri di pojokan rumah, padahal udah malam. 

Yaa…rasa-rasanya bukan hanya aku yang masih belum rela dan masih heran kok mbah kakung pergi secepat itu. Banyak yang bilang, kalau simbah punya cekelan, iyo po mbah?? Bahkan Bapak yang serumah dan yang ngurus simbah pun gak tau kalau simbah punya cekelan. Dan aku, cucu yang paling dekat sama simbah, sering nggosip sama simbah pun gak tau kalau simbah punya cekelan. Kok mereka bisa bilang begitu?

Katanya, ada yang sudah merasa kalau simbah mau pergi. Ah sok-soakan banget kan mbah?! Yaa emang sih orang tua-orang tua jaman dulu katanya punya cekelan. Simbah juga po?? Katanya kalau cekelan nya itu dibuang, maka mereka bisa meninggal dengan gampang. Iya kah mbah?? Kok simbah gak bilang apa-apa dulu ke kami?? Kok mendadak sih mbah?? Iya, simbah sama sekali gak ngrepoti sih, tapi itu terlalu mendadak mbah…Kok mbah kakung milih tanggal itu? Kok gak bilang apa-apa dulu ke kami??

Ahh….sudahlah….maaf ya mbah, karna aku masih sedih. Baik-baik di surge ya Mbah Kakung. Doakan kami semua yang masih berjuang ini mbah, beri kami restu untuk setiap rencana kami ya mbah. Salam juga kangge Mbah Putri dan Mbah Dirjo. Selamat bahagia di surge mbah. Kami semua amat sangat mencintaimu :D

Kamis, 30 Oktober 2014

Rumah Panjang Saham

Rumah Panjang merupakan rumah adat dari Suku Dayak. Kalau Rumah Panjang Saham? Sama aja sih. hehee..ini merupakan Rumah Panjang dan terletak di Dusun Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Kebetulan Rumah Panjang Saham ini letaknya tidak begitu jauh dengan rumah Pakdhe Adi yang terletak di Pahauman, Sengah Temila. Tapi aku baru 2 kali juga sih ke Rumah Panjang Saham ini. :)
Namanya aja rumah panjang ya, jadi rumah ini panjanggggg sekali, sekitar 180 meter, dan tingginya sekitar 6 meter. Jadi disangga dengan kayu ulin.
Rumah Panjang Saham ini masih dihuni oleh masyarakat lho, tapi katanya sudah tidak seramai dulu. Jadi dalam satu rumah ada sekitar 30 an keluarga. Ada bilik-bilik yang merupakan tempat tinggal dari keluarga-keluarga tersebut. Dalam bilik tersebut juga terdapat kamar-kamar lagi, tv, dapur, dsbnya. Kita boleh masuk untuk sekedar melihat-lihat gitu kok. Ada yang jualan juga lho.
Oh iya, kalau kita mau ke sana, gratis, sama sekali tidak bayar. :)







Miss n Mr....

Jadi..ceritanya ini bagi rapor ala Miss Indonesia. Sebenarnya aku dapat ide ini dari blognya indonesia Mengajar. Hahaa...
Setiap anak itu hebat, istimewa, dan pandai dibidangnya masing-masing. Walaupun mereka bukan juara di kelas, tapi ada hal istimewa dalam diri mereka yang tidak dimiliki anak lain. Yaa...intinya supaya mereka tetep semangattt walaupun gak dapat juara sih.
Jadi pas terima rapot, ak membuat slempang dengan 3 kategori, yaitu Miss Vocabulary, Miss& Mr Friendly, dan Miss Enthusiasm. Nahh..sebenarnya, rencana awalku, gak cuma buat 3 kategori dan 4 slempang, ada banyakk rencana (banyak rencana, wkwkw), tapi berhubung membuatnya agak lama, agak ribet dan waktu itu aku juga lagi sibuk, jadi sampai hari H bagi rapot cuma jadi 4 deh. Hyahh..sedih :(

Miss Friendly (Jeni), Miss Vocabulary (Yovi), Miss Cantik, Miss Enthusiasm (Ucik), Mr Friendly (Frans. Frengki)