SeLamat datangg...


welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...

Selasa, 26 Januari 2021

Template PowerPoint menarik dan gratis

Adaaaa banyaakkk banget template PowerPoint yang lucu-lucu, meanrik, bagus, keren dan gratis lhoo....
Kalian tinggal pilih-pilih aja ni yang sesuai dengan tema presentasi kalian. Dimana sih kita bisa menemukan atau mendapatkan template yang menarik dan gratis itu? Disini saya mau share 3 tempat buat cari template PowerPoint yang menarik dan gratis, tanpa ribet. Yukk cek bareng-bareng. 


1. Slidesgo

    Ada banyak banget template powerpoint di slidesgo ini. 

  Kalian tinggal ketik "slidesgo", maka akan muncul banyak pilihan template.

 Tinggal klik aja, untuk warna juga ada beberapa pilihan pada setiap template. 


2. Vega

   Silahkan search:  Templates | The Power of PowerPoint (thepopp.com)

  Akan ada banyak pilihan template PowerPoint disana. Biasanya saya memilih yang "colorful" kemudian memilih "Vega". Tampilannya adalah seperti ini: 



3. Canva

    Di Canva, ada banyak design, tidak hanya untuk PowerPoint saja lho.

  Kalian juga bisa bikin design kalian sendiri di Canva. 

    Aplikasi ini juga ada di smartphone, kalian tinggal download saja. 



4. 






2 Rekomendasi Push walker

 Ini dia dua  rekomendasi push walker ala dekbay. Hehehe...

1. Fisher Price Lion

Ada beberapa mainan untuk melatih motorik anak dan juga ada cermin, untuk membantu anak mengenali diri sendiri. Pushwalker ini juga dilengkapi dengan musik. 


2. Winfun Musical Walker 

Ada cukup banyak permainan untuk melatih motorik anak. Ada cerimnnya juga. 
Ada HP mainan dan bisa dicopot. 
Musik cukup lengkap dengan suara2 hewan lalu ada musiknya. Bagian yang musik itu bisa dicopot juga, jadi kalau mau dicuci, bagian musiknya dicopot terlebih dahulu agar tidak basah dan rusak. 



Cara snipping tool di laptop

Saat semua serba online ini, tangkap layar di laptop pun menjadi hal yang simple dan penting untuk dilakukan. 
Bagaimana cara tangkap layar di laptop? 

Pertama kita bisa menggunakan tombol "prt sc". Tekan tombol tersebut, kemudian buka Ms. Word atau dimana kita mau mengopy tangkapan layar tersebut. 
Lalu kita tinggal paste atau tekan "ctrl+V". Sangat mudah dan simple sekali ini. 

Jadi tinggal tekan tombol:

 "prt sc" - Buka Ms Word - "ctrl+V"


Nah cara yang kedua, kita bisa gunakan snipping tool. 
Caranya juga sangat mudah. 

1. Tekan tombol "Windows+shift+S" 
Nanti dibagin atas akan muncul  seperti ini






Ada 5 kotak kecil2 itu...
NAh kita tinggal pilih aja, kita mau tangkap layar yang seperti apa. 
Kalau kotak saja, maka pilih yang paling kiri. 

Kotak yang sampingnya adalah "Freeform Snip". Ini bentuk bebas, ini contohnya:




Berikutnya adalah "Window Snip" Ini langsung tangkap satu layar. 

Berikutnya adalah "Fullscreen Snip". Itu juga tangkap satu layar penuh. 

Nah, setelah kalian pilih, mau tangkap layar yang seperti apa. Nanti disebalh kanan bawah akan muncul pemberitahuan Seperti ini ni:


Kita tinggal "klik" aja tu bagian kanan bawah. 

Maka, kita akan ke "Snip&Sketch", dan  akan mucul seperti ini: 



Seperti yang kalian lihat, kita sudah masuk ke bagian "Snip&Skatch". Disini kalian bisa edit hasil tangkapan layar kalian. Lalu bisa kalian save, dengan cara "klik" tombol disket. 

Selasa, 19 Januari 2021

Kelenteng Boen Tek Bio

 Kelenteng Boen Tek Bio. 


Kelenteng ini berada di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Jl. Pungkuran. 
Diseberang Kelenteng ini ada Rumah Makan enak, spesial daging babi. 





Push walker atau Baby walker ya?

 Saat sikecil sudah mulai bisa rambatan, kayaknya tangan ini gatel banget deh pengen beli push walker atau baby walker gitu... 

Ada yang bingung bedanya push walker dan push walker? Atau bagus mana ya, pakai push walker atau baby walker ya? 

Yuk kita cek bedanya push walker dan baby walker

Baby Walker

Baby walker biasanya bentuknya bundar atau persegi gitu. Di bagian tengahnya ada kain untuk tempat duduk si kecil. Di bagian atas atau depan biasanya ada mainan untuk merangsang motorik si kecil. Di bagian depan biasanya juga ada kayak tempat buat meletakkan camilan atau minuman. 

Cara pakainya? 

Si kecil ditaruh aja di tengah-tengah, jadi bisa agak duduk, lalu biasanya si kecil akan berjalan. Kakinya lebih kayak diseret-seret kalau ini. Kalau si kecil ditaruh di baby walker, kita sebagai orang tua bisa agak santai ni. Bukan santai banget sih ya. Paling ngga si kecil, bisa jalan kesana kemari tanpa jatuh. 


Push walker

Push walker ini alat bantu jalan juga. Nah kalau ini didorong ya (namanya juga "push" walker). Dengan push walker ini, si kecil belajar untuk bertumpu di lantai dan belajar melatih keseimbangannya juga. Biasanya ada banyak mainan dan lagu2nya juga di push walker ini, fungsinya sama, yaitu untuk melatih motorik anak. 

Cara pakai?

Si kecil mendorong push walker ini. Gampang banget kan? Nah tapi kalau si kecil baru mulai rambatan, kita perlu banget ni untuk mengawasinya terus. Takutnya si kecil hanya bertumpu pada push walker ini, push walkernya didorong terus, ehh bisa jatuh ke depan dong ya. Beberapa push walker ada yang diberi pemberat, tapi tetap kita harus mengawasi saat anak menggunakan push walker. 

Ada beberapa merek pushwalker yang lucu-lucu dengan berbagai harga juga. Nah kalau ngga mau beli, karena kemungkinan dipakai hanya sebentar kan ya, kalau anak sudah bisa jalan, buat apa pakai push walker lagi? Kalian bisa menyewa saja, bagi kalian yang berada di Purwokerto, Purbalingga, Cilacap atau Banyumas, kalian bisa menyewa push walker di @dekbay_rent_toys

Nah ini beberapa koleksi push walker nya @dekbay_rent_toys






 

Senin, 05 November 2018

Demi Setetes Asi

Hasil pumping di sekolah


Melahirkan sang buah hati adalah pengalaman luar biasa. Tak terkira betapa bahagia buah cinta perkawinan menjelma dalam sosok bayi mungil, karunia tak terhingga dari Sang Pencipta. Menjadi ibu dan memberikan Asi eksklusif adalah wujud cinta terdalam untuk mempersembahkan yang terbaik. Namun ternyata tidaklah mudah untuk meneteskan Asi pertama kali. Di situlah perjuangan dimulai.

Rabu (25/7/2018) pagi pukul 06.30, bayi laki-laki pertama kami, Deogratias Putra Wicaksono lahir melalui persalinan normal. Penantian menghadapi sakitnya kontraksi sejak 12 jam lalu akhirnya terbayar sudah. Meski setiap bulan sudah kontrol rutin dan minum susu hamil, ternyata bobot bayi kami 2,280 kilogram dengan panjang 46 sentimeter. Kecil. Puji Tuhan, kondisinya sehat dan normal.

Beberapa jam setelah diperiksa, aku dipersatukan bersama bayiku di ruang perawatan. Menggendongnya pun aku masih kaku. Bibirnya tidak selalu beradu dengan putingku. Setiap kali bibir mungil itu mengenyot, entah karena tumpuan tangan yang tidak pas atau posisi punggungku yang kurang menunduk, akhirnya terlepas. Berulang kali demikian. Hingga buah hati kami menangis sekaligus tampak kelaparan.

Memang bayi yang baru lahir bisa bertahan sekitar 3 hari tanpa asupan makanan dan minuman, tapi dengan kondisi air susu yang juga belum keluar membuatku semakin stres dan bimbang. Praktis 24 jam pertama bayiku tidak minum apapun. Prihatin atas kondisi itu, sang perawat di rumah sakit menyarankan untuk pemberian susu formula. Saya dan suami semakin bimbang. Ingin rasanya segera memberikan asi, tapi ternyata asi belum keluar, dan saya sudah merasa kasihan pada si kecil. Apalagi dia lahir dengan berat badan yang agak kurang. 

Saya sempat konsultasi dengan suster di Rumah Sakit. Bahkan saya sudah mengisi form pemberian susu formula dan saya sudah memilih susu formula apa yang akan saya berikan kepada si kecil.  Tentunya perasaan campur aduk dan tidak karuan yang ada dalam hati saya. Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami dan dengan keyakinan bahwa asi-ku bisa keluar, saya pun tidak jadi menandatangani form pemberian susu formula tersebut.

Semalaman aku gelisah di rumah sakit, tetapi aku tidak menyerah untuk memberikan putingku sebelah kiri pada bibir bayiku. Meski berulang kali kembali terlepas, menjelang pulang asiku sudah dapat keluar setetes demi setetes. Ada sedikit kelegaan, tapi juga kekhawatiran lainnya muncul karena bobot bayiku susut 100 gram menjadi 2,1 kilogram.

Di rumah, sedikit demi sedikit bayiku menyesap asi dari puting kiriku. Puting sebelah kanan masih belum dapat dikenyot bayiku karena puting kananku tidak keluar atau mendelep (bahasa Jawa) masuk ke dalam. Perjuangan berikutnya dimulai. Suami mencoba membelikan pelindung puting susu. Setelah dicoba beberapa kali, ternyata susah juga dan tidak keluar asinya pada puting sebelah kiri.

Deogratias Putra Wicaksono


Kemudian, kami mencoba membeli alat pemompa asi manual yang harganya mencapai Rp 700.000. Asi bisa keluar tetapi puting tetap kembali tenggelam. Hari-hari terus berlalu, suami pun mencoba membeli alat pemompa asi manual yang sederhana berbentuk seperti terompet dan harganya Rp 15.000. Dengan pengandaian daya sedot yang lebih kuat, alat pompa asi itu dipakai sekaligus berbarengan dengan pelindung puting susu. Harapannya puting tersedot ke luar mengikuti bentuk pelindung puting. Upaya itu sempat berhasil, tetapi hanya beberapa menit saja lalu kembali tenggelam.

Bahkan, nasihat orangtua agar puting ditali menggunakan benang sudah kucoba. Rasanya perih sekali ketika benang yang tipis itu melilit ujung puting. Belum lagi terpasang, benang itu berulang kali juga terlepas. Ah, rupanya realita tidak selalu sejalan dengan harapan. Inginnya memberi asi eksklusif dengan lancar dan berkualitas, tetapi ada saja kendala-kendala teknis yang memeras emosi. “Kalau lihat orang lain menyusui rasanya mudah dan gampang,” kataku iri dalam hati.

Segala upaya itu terus kucoba tanpa putus asa meski tak jarang aku menangis galau. Namun, perlahan tetapi pasti, puting sebelah kanan mulai dapat keluar dan bisa dihisap bayiku. Pada usia satu bulan, ketika ditimbang di posyandu, Puji Tuhan bobotnya sudah naik menjadi 2,8 kilogram. Rasa senang dan syukur segera terucap. Kemudian aku semakin bersemangat memberikan asi eksklusif bagi bayiku. Setiap dua jam sekali, baik siang maupun malam, selalui kususui bayiku. Bulan kedua, bobotnya naik menjadi 3,6 kilogram, dan bulan ketiga sudah mencapai 5,4 kilogram.

Perjuanganku demi setetes asi eksklusif sangat berliku. Seringkali membuat pilu, tetapi aku tidak ragu akan khasiat dan manfaat asi eksklusif ini bagi perkembangan serta kesehatan bayiku. Makanan bergizi, sayur, buah, protein, dan susu bagi ibu menyusui juga kukonsumsi demi kualitas asiku. Kini meskipun aku sudah selesai cuti dan kembali bekerja sebagai guru, asi bagi bayiku tidak pernah terputus. Setiap malam aku selalu memompa asi dan kusimpan di dalam lemari es. Demikian juga di sekolah, saat tidak mengajar, aku menepi ke ruang UKS untuk memompa asi dan kusimpan ke dalam cooler bag.

Bahagia rasanya bisa memberikan tetes demi tetes asi eksklusif bagi buah hatiku. Seribu hari pertama memberikan asi adalah komitmenku dan suami agar tumbuh kembang bayi kami senantiasa optimal, sehat, cerdas, serta berprestasi jadi kebanggaan keluarga juga bangsa. Semoga.

#1000HariTerbaik
#1000HariPertamaAnanda