Yaaa....2 days are always enough for us (for this time)!
Mas Dikaaa...
In his very hetic works, he told me that he got 2 days off. So he decided to come back Jogja. Hehee...
And the journey was started again, again (and again). Yuhuu....
Actually we only went to 2 places; Mangunan & Lawangsih. But, still, it was OK! Hahaa....
Well, hopefully we'll have a short enjoyable holiday :D
SeLamat datangg...
welcome...Sugeng rawuh...verwelkomen..benvenuto...gratus...willkommen...hougei...bem-vindo...
Jumat, 24 April 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
Karena Bahagia itu relatif!
Bahagia?
Bahagia itu kayak apa to?
ketika punya banyak uang, bisa ke mana-mana, punya pacar ganteng/cantik, punya kerjaan yang waw, atau??
Embuh deh! Kalau bahasa Matematika, "Bahagia itu bukan himpunan". Iya karena bahagia itu relatif! Perasaan "Bahagia" tiap orang beda-beda. Bahagia menurutmu belum tentu bahagia menurutku. Iya, kayak gitu!
Mungkin bahagia itu "wangsinawang" juga ya? Jadi kadang aku melihat hidup nya si A yang serba "wah", dan "waw". Terus aku bilang, "Yaampun, hidupmu ki penak banget sih ya. Bahagia banget." Terus si A 'njawab, "Bahagia dan penak piye? Aku ki lho skripsi ra kelar2, mumet aku." Terus aku jadi krik krik krik.
Atau ketika ada percakapan, "Wah kerja di Kalimantan to? Enak ya. Pasti gajinya banyak, bla, bla,bla...."
"Emm..banyak ya nggak sih mbak, tapi cukup" (Karena gaji 'banyak' itu juga relatif ya!)
"Ahh masa sih? Sampe segini...segini..segini??" tangannya sambil bergerak2 terus.
"Nggak mbak. Ah..berapa ya? lupa aku mbak."
"ah ..bla bla blaaa" (terus pengen tak sampar!!)
Atau percakapan...
"WAh kerja di bank, enak ya? bla..bla..."
"Capek mbak. bla..bla..bla..."
"Masa sih mb? bla..bla..bla...
Atau (lagi)
"Wah dia tu kerja di sana, gaji nya besar tu"
"Ah tapi ..bla..bla..bla.."
"Iya po?"
Atau lagi (lagi)
"Wah di jakarta enak ya?"
"Crowded yo, blablablabla..."
"hwee?? blablablaaa..."
Atau lagi (dan lagi)
"Wah pacaran kemana-mana bareng. Kayak bahagia banget gitu!!"
"Aku lho LDR*krikrikrikk...."
"Ah kae ki ketoke wae bahagia, tapi blablablaaa....."
Jadi bahagia itu 'wangsinawang' atau 'lapangan desa sebelah lebih hijau dan subur' gitu. Kayak nya kita melihat hidup orang lain ki enakkk banget, bahagiaaa bnaget gitu. Padahal yo pasti tetep ada "tapi" nya.
Bahagia itu kita sendiri yang merasakan dan memutuskan. Ada temenku. Dia lulusan Psikologi UGM, setelah lulus kuliah dia bekerja di RS di Biak. Iya di Biak. Mungkin bagi beberapa orang atau banyak orang nggak mau kerja di sana. Apalagi lulusan Psikologi UGM gitu ya?! Tapi nggak sedikit juga kan yang punya prinsip "selagi masih muda harus sudah pergi kemana-mana, merantau, dsb". Setuju aku!!
Aku hanya sering melihat status-status dan foto-fotonya di Facebook. Ya, dia tampak bahagia dengan pilihannya! Belum lama ini aku melihat statusnya di Facebook. Intinya, dia sudah resign dari RS tempatnya bekerja. Dia ingin jalan-jalan kedaerah-daerah yang agak pelosok di Papua. Lalu beberapa hari kemudian dia mengatakan bahwa sudah tidak dipanggil pak dokter lagi, tapi sekarang dipanggil pak guru. *Waw banget ini!* Dan foto-foto di FB ada yang dia sedang mengajar, berada di pegunungan, di jalan jelek, dsb. Dia mengatakan bahwa belum ada 1 tahun bekerja di RS lalu resign, gaji tidak seberapa, biaya hidup disana mahal, dan sekarang dia memutuskan untuk travelling dulu sebelum pulang ke Jawa. Sedangkan banyak orang yang bekerja mati2an tapi tetap saja belum bisa jalan-jalan atau menikmati hidupnya.
Hhm....tidak ada yang salah sih (tapi rodo sombong gitu! wkwk). Tapi benar juga sih. Bahagia, bukan hanya tentang banyak uang, tapi bahagia itu dirasakan.
Jadi...jadi intinya apa? Yaa..bahagia itu relatif. Bahagiamu belum tentu bahagiaku. Bahagia adalah tentang perasaan kita. Karena kita sendiri yang merasakan kita bahagia atau tidak.
Jumat, 13 Maret 2015
Embuh banget deh!
Err...
Hari ini, embuh banget deh!
Iso bersyukur ra e, Tri?? zzzz
Bersyukur dan seneng sih, tapi skrng trs sedih, mengeluh, kecewa. Piye e tri?
Jadi yaa perasaan e campur aduk gitu, antara seneng, bersyukur, sedih, kaget, dan kecewa!! Iya kayak gitu!!
Dulu, pernah juga antara seneng dan sedih. Terus frater Yuyun tanya, "Lha akeh seneng e atau sedih e?" Dengan mantap ku jawab, "Akeh seneng e sh ter, tapi aku yo sedih e.".
"Nek akeh seneng e, yo wes, berarti kw ki yo cen gek seneng. Keputusanmu tidak salah kok, walaupun skrng akhir e agak sedih, tapi kan tetep akeh seneng e dan melegakan bagimu."
"Yaaa"
Dan sekarang kayak gitu lagi...
Tapi, saiki kayak e akeh kecewa ne deh. Piye jal?? zzzz....
Tapi yang pasti, harus bisa bersyukur!
*ndleming opoh sih aku ki??* zzzzz
Hari ini, embuh banget deh!
Iso bersyukur ra e, Tri?? zzzz
Bersyukur dan seneng sih, tapi skrng trs sedih, mengeluh, kecewa. Piye e tri?
Jadi yaa perasaan e campur aduk gitu, antara seneng, bersyukur, sedih, kaget, dan kecewa!! Iya kayak gitu!!
Dulu, pernah juga antara seneng dan sedih. Terus frater Yuyun tanya, "Lha akeh seneng e atau sedih e?" Dengan mantap ku jawab, "Akeh seneng e sh ter, tapi aku yo sedih e.".
"Nek akeh seneng e, yo wes, berarti kw ki yo cen gek seneng. Keputusanmu tidak salah kok, walaupun skrng akhir e agak sedih, tapi kan tetep akeh seneng e dan melegakan bagimu."
"Yaaa"
Dan sekarang kayak gitu lagi...
Tapi, saiki kayak e akeh kecewa ne deh. Piye jal?? zzzz....
Tapi yang pasti, harus bisa bersyukur!
*ndleming opoh sih aku ki??* zzzzz
Jumat, 13 Februari 2015
SKE (Sindu Kusuma Edupark)
Sindu Park....ini adalah tempat buat main2 di Jogja dan masih lumayan baru. Lokasinya ada di Jl. Magelang km 3 (Jambon). Kalau mau mudah, perempatan beringin sebelum jambon resto itu ke arah timurrr terus. Ntar pasti ketemu kok.
Sindu Park buka jam 15.30-23.00 WIB. Disana ada banyak permainan gitu, yaa kayak dufan gitu (tapi permainannya lebihh banyak dufan kemana-mana sih. hehee...)
Ada bermacam-macam permainan disana, seperti: ferris wheel (bianglala), bumper car (bom2 car), giant swinger, rotary cupcakes, dsb. Terus ada borobudur dan prambanan juga lohh. hohohooo....
Sindu Park buka jam 15.30-23.00 WIB. Disana ada banyak permainan gitu, yaa kayak dufan gitu (tapi permainannya lebihh banyak dufan kemana-mana sih. hehee...)
Ada bermacam-macam permainan disana, seperti: ferris wheel (bianglala), bumper car (bom2 car), giant swinger, rotary cupcakes, dsb. Terus ada borobudur dan prambanan juga lohh. hohohooo....
| Tiket masuk |
| Bom2 car duluuu |
| Ferris wheel |
| Jalan keluar |
Kalibiru
Yeii..akhirnya sudah sampai ke Kalibiru. Jadi bulan Desember kemarin, Mas Dika n aku ke Kalibiru. Sebelumnya, kami ke Waduk Sermo dulu. Setelah foto-fo di Waduk Sermo kami naikkkkk menuju ke Kalibiru.
Kalibiru, jangan dibayangkan di sana ada kali yang airnya berwarna biru ya! Nggak ada, jadi nama "Kalibiru" itu adalah nama daerahnya. Kalau menurutku, nama "Kalibiru" itu karena di tempat itu kita bisa melihat Waduk Sermo dari atas, dan Waduk Sermo nya kelihatan seperti kali yang airnya jernih sehingga berwarna biru (aku buat-buat sendiri sih. wkwkwk)
Setelah sampai di parkiran Kalibiru, deng..deng..kita harus berjalan kaki, dan itu naikkkk gituu. Setelah itu kita beli karcis, dannn masih jalannnn lagi, naikkk lagi....
Kalau mau main2 yang berjenis outbond gitu, ada juga kok. 1 paket bayar Rp 25.000,00 , ada 5 permainan. Kalau mau foto2 di atas pohon, bisa juga. Bayar Rp 10.000,00. Tapi pakai kamera kita sendiri, jadi kita gak dapat hard copy foto kita dari mereka gitu. Kalau gak mau main2 gak mau foto2, bisa juga (kayak kami), lihat pemandangan yang waoww udah bikin hati ademmm kok. :D :D
Kalibiru, jangan dibayangkan di sana ada kali yang airnya berwarna biru ya! Nggak ada, jadi nama "Kalibiru" itu adalah nama daerahnya. Kalau menurutku, nama "Kalibiru" itu karena di tempat itu kita bisa melihat Waduk Sermo dari atas, dan Waduk Sermo nya kelihatan seperti kali yang airnya jernih sehingga berwarna biru (aku buat-buat sendiri sih. wkwkwk)
Setelah sampai di parkiran Kalibiru, deng..deng..kita harus berjalan kaki, dan itu naikkkk gituu. Setelah itu kita beli karcis, dannn masih jalannnn lagi, naikkk lagi....
Kalau mau main2 yang berjenis outbond gitu, ada juga kok. 1 paket bayar Rp 25.000,00 , ada 5 permainan. Kalau mau foto2 di atas pohon, bisa juga. Bayar Rp 10.000,00. Tapi pakai kamera kita sendiri, jadi kita gak dapat hard copy foto kita dari mereka gitu. Kalau gak mau main2 gak mau foto2, bisa juga (kayak kami), lihat pemandangan yang waoww udah bikin hati ademmm kok. :D :D
| Ini di Waduk Sermo :) |
| Kalibiru :) |
| Ini dia...gak rugi kok jalan naikkk terus. wkwk |
| Ini salah satu permainannya |
| Nah foto naik pohon gini bayar Rp 10.000,00 |
| Gak usah foto naik pohon juga udah oke, iya kan? :D :p |
| Ini Waduk Sermo, sejukkk |
| Jalannn naikkk |
| Waduk Sermo dari Kalibiru :D |
Menjadi Tuaaa....
Benar kata banyak orang “Dewasa itu
pilihan, tua itu pasti”. Kalau disuruh milih sih aku gak mau jadi tua. Sekarang
aja rasa-rasanya aku pengen mbalik jadi anak SD atau SMP aja lah, ketika yang
dipikirkan hanya pelajaran (itu pun kalau mau ujian), mengerjakan tugas
kelompok dan PR (sambil main-main), extra, dan main-main. Padahal dulu pas
masih SD atau SMP pengennya cepat besar, cepat kuliah, cepat kerja, dsb.
Ternyata oh ternyata lebih enak jadi anak kecil, tenin wes.
Tapi
kalau mau jadi kecil terus, kapan kita besarnya? Kapan kita dewasanya?
Yaaa…kita gak bisa menghentikan waktu atau memutar waktu kembali sih ya. Hidup
adalah gratisan paling gratis dari Tuhan. Setiap pagi kita bangun adalah
gratisan dari Tuhan. Setiap tahun kita tambah usia adalah gratisan juga dari
Tuhan. Dan ketika setiap tahun aku tambah usia, kedua orang tuaku, simbah2 ku
juga tambah usia, tambah tua.
Duluuu,
ketika aku masih SD, disekitar rumahku masih ramaii, masih ada kedua simbahku
yang tinggal bersamaku, masih ada simbah sebelah kiri rumah, masih ada Yani dan
kedua simbahnya, masih ada mbah Mul dan mereka masihh sehat semuaa. Pas masih
SD, kalau aku sakit, masih ada mbah putri yang menemani, karena bapak-ibuk
berangkat ke sekolah. Ketika ak nabrak pintu, kepalaku berdarah-darah, dan ak
nangis2, semua simbah2 di sekitar rumahku datang. Ketika gusi ku dijahit, semua
simbah2 disekitar rumahku mengunjungi dan aku pura2 tidur karena pasti aku
dimarahi. Ahh…..
Sekarang?
Yaa waktu terus berjalan sih ya. Pas kelas 2 SMP simbah putri meninggal, tahun
2012 lalu simbah kakung meninggal. Simbah disebelah kiri rumah juga udah
meninggal lama. Mbah Dirjo kakung meninggal sekitar 7 bulan setelah mbah kakung
meninggal. Mbah Mul udah sakit sejak sebelum Mbah Kakung meninggal. Pak Pujo
meninggal sekitar pertengahan tahun 2014 kemarin. Yaampun…sekitar rumahku jadi
sepi banget. Mas Andri ke Jakarta udah sejak 2010 atau 2011 itu. Dan sekarang
Yani ke NTT. Jadi sekarang tiga rumahh yang besarrrr2 di belakang rumahku hanya
dihuni 1 orang saja.
Atau
karena aku nganggur jd aku merasa sekitar rumahku jd sepi?*eh… Aku jd khawatir,
ketika aku semakin tambah umur, maka kedua orang tua ku juga tambah tua.Tapi,
ya begitulah kenyataannya. Aku tidak masalah ketika I have to be a driver for
them, ketika ak disuruh manasi mobil, disururuh ngantar ke bank, disuruh
ngantar periksa, nunggu opname, nyari & ngecek simbah karena ditlepon gak
bisa, dll. Ketika ak hanya bermaksud mampir sebentar tapi akhirnya jadi lama
karena ngemil2 dan ngobrol2 dulu. Ketika aku hanya duduk sambil ngobrol. Ketika
aku hanya menyapa saat ak lewat samping rumah. Kadang, ak jadi merasa takut dan
merinding. Besok bapak-ibuk juga sendirian kayak gini? Besok kalau bapak-ibuk
sudah tua siapa yang ngrewangi macem2? Besok kalau bapak-ibuk sudah tua siapa
yang ngancani??
Dulu
ketika aku maksa mau ke Kalimantan (iya maksa.wkwkw), Bapak dan Ibuk kayak e
berat mengizinkan aku gitu. “Sesuk nek bapak-ibuk ngopo2 sopo sik
ngeterke?”sempat Bapak/Ibuk ku bilang gitu. “Yani lah” jawabku sambil tertawa.
Waktu itu dia masih kuliah, jadi masih tinggal di rumah. Dan yaa…aku dengar
dari cerita bapak-ibuk, Yani memang jadi super sibuk, apalagi setelah simbah
kakung e meninggal. Dan pasti dia juga merasa kesepian. “Besok aku main sama
siapa mbak?” tanya Yani sebelum aku berangkat ke Kalimantan waktu itu. “Ora sah
neng Kalimantan, nggo kanca aku ro Yani” kata Mbah Dirjo putri juga.
Yaa..intinya
aku takut dan khawatir ketika kedua orang tau ku menjadi tua. Aku khawatir
kesepian-kesepian yang akan mereka hadapi. “Terus ak nggak takut ketika aku
sendiri juga tambah tua?” pertanyaan itu juga muncul dalam diriku. Hehehe…Iyaa,
aku juga takut tambah tua, tapi paling tidak kedua orang tua ku dulu yang
tambah tua.
Kamis, 08 Januari 2015
Prcakapan dengan Mr. Taxi :D
Pagii ituu, akhirnya aku sampe jugaa dan akhirnya mendapat Taxi :D Ehh ternyata mas2 drivernya ramah, dia langsung menyapa dengan logat Banyumas an nya. *wkwkw....
D : Wes nikah hurung mbak?
A : Hurung mas.
D : Nek aku ki yo mbak, saiki ki luwih milih janda daripada sik iseh gadis
(Aku merasa lega dan aman*lho? :D )
A : Lha?
D : Iyo lah mbak, piye ya mbak. emm
A : Lha piye mas?
D : Nek janda ki luwih pengalaman
A : Ee eh?
D : Iyo lah mbak, luwih dewasa juga mbak. Nek pacaran ki ora njaluk blonjo macem-macem mbak.
A : Wahahaha...iyo to mas?
D : Iyo mbak, aku ki mbiyen nduwe ......
dan mas driver itu pun menceritakan kisahnya saat bertemu dengan tante, dannn seterusnya. Entahlah awalnya kami ngobrol apa itu....
D : Wes nikah hurung mbak?
A : Hurung mas.
D : Nek aku ki yo mbak, saiki ki luwih milih janda daripada sik iseh gadis
(Aku merasa lega dan aman*lho? :D )
A : Lha?
D : Iyo lah mbak, piye ya mbak. emm
A : Lha piye mas?
D : Nek janda ki luwih pengalaman
A : Ee eh?
D : Iyo lah mbak, luwih dewasa juga mbak. Nek pacaran ki ora njaluk blonjo macem-macem mbak.
A : Wahahaha...iyo to mas?
D : Iyo mbak, aku ki mbiyen nduwe ......
dan mas driver itu pun menceritakan kisahnya saat bertemu dengan tante, dannn seterusnya. Entahlah awalnya kami ngobrol apa itu....
Langganan:
Postingan (Atom)